motherhood

10 Posts Back Home

How to Create Unjudgemental Conversation

Halo ibu, kemudahan untuk mendapatkan akses informasi di jaman sekarang ini, kadang membuat seorang ibu merasa paling tahu segala hal. Sehingga, ibu begitu mudahnya dengan atau tanpa sadar men-judge ibu lain saat sedang berbincang-bincang. Contoh dari pengalaman saya sendiri, ketika sedang bercerita tentang anak saya yang pernah susah makan, lawan bicara saya yang juga seorang ibu menanggapinya dengan jawaban “masakanmu kurang enak kali.. atau kamu kurang disiplin atur waktu makan dia dari sejak bayi. Makanya harus teratur waktu makannya” Contoh lainnya, ketika saya bercerita bahwa (waktu itu) anak saya suka memukul temannya, ibu lain yang usianya lebih tua dari saya menanggapi dengan jawaban “Nah, itu pasti ibunya suka memukul! Nggak mungkin anaknya suka mukul kalau nggak ada contoh. Pasti deh ibunya suka memukul” Tanpa bertanya terlebih dahulu, tanpa menggali informasi lagi, seorang ibu yang merasa lebih pengalaman dan lebih banyak pengetahuan berkata demikian. Jika sudah kenal dekat dengan lawan bicara,…

Berdamai dengan Diri Sendiri

Mastitis yang disertai infeksi bakteri berat membuat saya harus dirawat selama 2 minggu di rumah sakit dan menghilangkan kemampuan saya untuk menyusui. Padahal, saat itu usia putri saya baru 1 bulan. Sakit hati karena ucapan nyinyir orang tentang “Aduh, harusnya begini dan begitu”, rasa iri setiap melihat ibu lain yang berhasil mengASIhi, semua tidak sebanding dengan perasaan bersalah yang saya rasakan terhadap putri saya. Saya tahu saya sudah gagal dalam salah satu fase paling penting di hidupnya. Dua tahun setelah itu, tak pernah sehari pun saya hidup tanpa rasa bersalah. Saya menyesali tidak berhasil menemukan tenaga medis yang lebih bisa diandalkan. Saya mengutuki diri saya mengapa tidak lebih awal mencari informasi. Melihat putri saya yang sedang minum susu formula membuat saya ingin menangis. Saya tahu penyesalan tidak akan mengubah waktu yang sudah berlalu, tapi tetap saja sulit untuk mengikhlaskan kegagalan yang satu ini. Sampai di satu titik saya sadar, menyalahkan…

5 CARA UNTUK COMPASSIONATE PARENTING

Pekerjaan apa yang paling sulit tapi paling berharga? Menjadi orangtua. Tidak pernah diberikan pensiun oleh pemerintah, negara maupun tuhan. Dari Senin sampai Senin, 24 jam, 365 hari. Ironman, you got to rest,but we have children to raise. Saat dulu tahu kami akan menjadi orangtua, Saya dan suami merasa beruntung sekali diberikan tugas mulia oleh alam semesta. Lalu besoknya, Saya langsung mikir, ‘Ini gimana yah? Ngurus diri sendiri saja belum mumpuni, apa Saya mampu mengurus satu mahluk yang 100 persen harus mengandalkan Saya pada tahun-tahun pertama hidupnya?’. Maka Saya pun menarik kembali aplikasi saya jadi orangtua hari itu. Hehe. Kalau secara ekonomi,, ini sangat beresiko, saya tidak pernah punya pendidikan orangtua, tidak pernah dikasih tutorial oleh orang tua, tidak pernah punya pengalaman menjadi orangtua, jadi kenapa Saya harus ambil? I blame hormones and love. Unprepared but so much love. 3 September 2013, Mahija lahir ke dunia ini secara spontan gentlebirth. Hampir…

RESEP KUE KERING COKELAT SEDERHANA UNTUK ANAK

Quality time Ayah, Ibu dan Anak Saat hari raya telah tiba, tamu akan banyak yang datang, tapi kue kering belum tersedia di meja makan. Mau bikin sendiri waktu terasa tidak cukup, mau beli tapi ingin handmade biar terasa cintanya, hehe. Masa mau beli lalu klaim bikinan sendiri? Saya mulai googling, dan menelpon Ibu Saya, agar dapat bikin kue yang mudah dan anti enggak enak. Berbekal rasa penasaran dan tekad yang kuat, Saya pergi berbelanja bahan-bahan kue. Saya memang minim pengalaman, terbukti gosong satu Loyang, tapi Saya keras kepala. Jadilah kue cokelat anti kemapanan (biar dramatis,hehe). Pas saat masa liburan, asisten rumah tangga pulang, anak libur sekolah dan suami libur kerja, tapi jalanan tak bersahabat. Mari membuat kegiatan di rumah! Membuat kue sekeluarga membuat kita memiliki waktu sekeluarga dan bonding. Mahija 2 tahun 9 bulan, juga bisa stimulasi sensory dengan menuangkan tepung, mengaduk adonan, serta mengenal bahan-bahan kue. Daya konsentrasi M…

Melahirkan VBAC Sambil Tertawa

Dear Ibu, Saya mau berbagi cerita mengenai pengalaman hamil kedua kami (iya saya mengatakan kami karena kami merasa ketika istri hamil, suami juga ikutan merasakan hamil dengan segala dinamikanya). Hamil yang kedua ini bisa dibilang cukup istimewa karena kami memiliki harapan dan tujuan yang ingin kami capai, yaitu melahirkan secara nyaman, aman, selamat, dan sehat dengan metode VBAC (Vaginal Birth After Caesarian). Anak pertama kami lahir melalui operasi Caesar setelah induksi yang dilakukan oleh dokter di usia kehamilan 38 minggu karena air ketuban yang sudah berkurang. Setelah 2 malam diinduksi, pembukaan belum juga naik dari pembukaan 2, dan kondisi detak jantung yang mulai melemah, akhirnya dokter memutuskan untuk membantu kelahiran dengan proses operasi. Dengan pengalaman operasi tak terencana di kelahiran anak pertama, sebenarnya saya tidak kemudian menjadi trauma atau takut dengan tindakan operasi caesar. Namun, kami memutuskan untuk berupaya melahirkan VBAC karena pertimbangan biaya. Kebetulan di kantor suami ketika itu tidak mengcover secara…

Contoh Birth Plan

Walaupun kami ingin melahirkan di rumah dengan damai. Kami tetap berusaha membuat perencanaan melahirkan yang tepat. Saya membuat 2 birth plan. Satu untuk di rumah, dan satu lagi perencanaan melahirkan secara sesar di rumah sakit. Kami ingin berjaga. Birth plan tidak melulu ketat, tapi fleksibel dengan keadaan. Yang paling penting, Ia harus dikomunikasikan dengan dokter, bidan, dan pendamping persalinan Anda, mungkin suami atau orangtua Anda. The best part of our birth is, My husband never leave my sight, his enggage. Thats why its our birth, Ashtra,Ray and Mahija. Alhamdulilah, kepada sang widi, praise to lord, Mahija and us been communicating so well,  she always answers our question regarding how she wants to arrive in this world. We knew how she want it, and thats how she did it. Homebirth on our bed. For mothers to be, For my pregnant friendS, this one for you. SAAT DALAM PERSALINAN (KALA 1) 1. Tetap…

LDR Parenting saat Baby Blues

Dear Ibu, Sejak awal saya kenal dengan Alza kami sudah menjalani hubungan jarak jauh. Kami belajar banyak untuk mengutamakan komunikasi dan kepercayaan, semua berjalan baik, karna jarak kadang justru menjadi tantangan yang menyenangkan dalam hubungan. Kami menjalani LDR (Long Distance Relationship) selama 3,5 tahun hingga akhirnya kita menikah dan punya anak 2 Tahun kemudian. Semuanya berubah saat Afia lahir, hidup kami berputar 180derajat, bukan hanya pola tidur kami dan waktu senggang yang tiba-tiba hilang, tapi psikologis kami pun berubah. Saat afia berusia kurang dari 1 minggu saya mengalami my first baby blues, yang menyebabkan saya dan Alza harus melakukan ekstra effort untuk menenangkan diri, dan mengembalikan kewarasan kami. Parenting LDR Kantor tempat Alza bekerja cukup memberikan kelonggaran untuk memberikan cuti kepada karyawannya. Karna jadwal kerja yang on-off Alza bisa mengatur sedemikian rupa sehingga dia bisa full disamping saya dari persalinan hingga Afia usia 1 bulan. Kemudian Alza berangkat kembali ke…

chasing dreams VS being a mother

Dear Ibu, Saya mau cerita sedikit tentang kehidupan saya. Di usia yang cukup muda, 21 tahun, saya memutuskan untuk menikah. Saat itu saya masih menjalani perkuliahan di semester-semester akhir. Saya ngga pernah berekspektasi untuk cepat-cepat punya anak, tapi ternyata Tuhan yang berekspektasi pada saya. Kehamilan saya – yang bagaikan kado kejutan ini – sedikit-banyak mengubah kehidupan saya. Saya mulai browsing tentang bagaimana cara mengasuh anak yang benar, apa itu ASI, apa itu colic, dan berbagai macam hal baru lainnya. Saya jadi rajin olahraga, saya juga mengalami beberapa hal aneh (jadi suka makan kambing, setiap hari harus makan cokelat, ngga suka dengar musik yang kencang) yang sebelum saya hamil ngga pernah terjadi, and of course saya jadi menelantarkan skripsi saya. Hahaha. Bulan demi bulan, sampai juga akhirnya di Juni 2012. Anak pertama saya, Arkhairan Razaki Akbar (atau biasa dipanggil Une), lahir dengan proses persalinan yang singkat. Waktu itu, berbekal dari baca…

PEOPLE TALK, I JUST WALK

Dear Ibu, Saya mau sedikit curhat. September 2013, saya berumur 24 tahun, saat itu saya diklaim Tuhan sudah siap menjadi Ibu dari seseorang. Saya sendiri belum yakin dengan diri saya sendiri. Memilih menu makanan di restoran saja saya butuh waktu untuk yakin dengan apa yang akan saya saya santap, tak bisa membayangkan bila ada mahluk lain yang harus bergantung hidupnya sepenuhnya pada saya. Ego wanita berumur 20 tahunan, membuat saya hanya memikirkan solo traveling, mencari uang, memotret dan makan enak. Menikah dan punya anak? Tuhan mungkin sedang bercanda.             Dalam ketidaksiapan menjadi Ibu, saya tak pernah punya kemewahan merencakan semuanya. Memang saya sudah mengorganisir cara melahirkan yang saya inginkan, lalu pada hari H, semua itu semu. Hehehe. I cant even eat. At some point my body take over myself, in a good way, and hell it was challenging. Hehe. Apalagi saat Mahija butuh susu, teriakan histeria bayi membuat saya gugup…

Si Tujuh B

Si Tujuh B ini merupakan mantra yang bisa Anda gunakan sebagai jurus menguatkan hubungan Anda dengan anak Anda. Ramuan manjur untuk parenting yang damai. Tujuh B ini diantaranya, Bonding right after birth, Breastfeeding, Baby Wearing, Bedding close to Baby, Believe in the language value of your baby’s cry, Beware of baby trainers, and Balance. Kenapa harus menggunakan si tujuh B ini? Like all the things in the world, shouldn’t parenting also need a tool? Secara alami Ibu dan Ayah memiliki ikatan atau bonding yang kuat dengan anaknya. Lalu bagaimana menjaga hubungan yang alami dan indah ini? Attachment parenting menjawab kegelisahan saya sebagai Ibu baru. Saya yakin setiap Ibu dan Ayah memiliki caranya masing-masing dalam membesarkan anak, semua pilihan pasti baik dan spesial untuk masing-masing orangtua. Saya ingin memaparkan pilihan kami. Dokter Sears mengungkapkan “Attachment Parenting promotes parenting practices that create strong, healthy emotional bonds between children and their parents. For life.…

Navigate