motherhood

10 Posts Back Home

Ibu dan Sosial Media (bagaimana memanfaatkan sosial media yang baik)

Ibu, kadang bersosial media bisa jadi melelahkan. Di samping banyaknya kampanye politik terselubung dan konten hoax, sosial media seringkali membuat kita tanpa sadar membandingkan diri dengan orang lain. Selebgram A yang anaknya sudah bisa makan sendiri tanpa disuapi. Teman kita si B yang tampaknya selalu punya uang untuk liburan ke berbagai tempat. Artis C yang baru 2 minggu melahirkan tapi sudah kembali ke bentuk badan semula. Huft. Inhale – Exhale. Sebelumnya HaloIbu pernah membahas bagaimana memilah konten positif dari negatif. Kita tentu bertanggung jawab penuh pada konten yang kita konsumsi di social media. Kita mendedikasikan waktu dan kuota mengakses social media. Kalau sedang lupa, social media malah bisa mengalihkan perhatian kita saat bermain dengan anak. Jadi, pastikan kita hanya menggunakannya untuk hal- hal positif. Tak perlulah kepo berita seorang artis karbitan yang pura-pura hamil, atau berbalas komen pedas dengan seorang yang tidak kita kenal dan mungkin tidak akan pernah kita…

Puasa sebagai Meditasi Kehidupan

Sejak kecil saya selalu bersemangat bila bertemu dengan bulan Ramadhan. Karena sesederhana setelah berpuasa sebulan tentunya akan bertemu hari raya Idul Fitri dimana banyak makanan dan minuman lezat tersaji di setiap rumah yang merayakan. Makin bertambah usia saya pun semakin mengerti bahwa bulan Ramadhan bukanlah hanya menahan lapar dan haus hingga nantinya bertemu dengan Lebaran, namun lebih dari itu, berpuasa di bulan Ramadhan adalah tentang mengendalikan hawa nafsu. Tentunya perkara mengandalikan hawa nafsu tidaklah sederhana. Kita semua tau bahwa di bulan Ramadhan setan dikurung oleh Allah SWT agar tidak menggoda manusia melakukan maksiat, agar kita dapat fokus menjalankan ibadah. Namun yang terkadang kita lupa adalah bahwa selama sebelas bulan lainnya setan telah menanamkan pengaruhnya dalam diri kita sendiri hingga seakan saat bulan Ramadhan tiba para setan sedang beristirahat menuai hasil kerja mereka atas kita. Tidak heran saat Ramadhan akhirnya berlalu maka kita menemukan diri kita tanpa perbaikan berarti baik dari…

Berbisnis dengan Cinta dari Rumah

Sejak kecil saya menyukai dunia anak beserta hal-hal kecilnya, karena itu saya memilih untuk berkarir di sebuah sekolah yang juga memiliki tempat bermain. Saya semakin jatuh cinta dengan dunia anak-anak sampai akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja di saat mengandung Dimitri, anak pertama saya. Sejak memutuskan resign saya hanya fokus mengurus Dimitri dirumah. Karena kebetulan background pendidikan saya design graphics, sesekali saya menerima job lepasan untuk mendesign. Saat Dimitri mulai memasuki usia 1 tahun, saya mulai sering membuat aktivitas untuknya di rumah dengan menggunakan barang-barang seadanya. Tujuan utama saya sih sebenarnya bukan untuk membuat dia pintar, bukan untuk membuat dia terstimulasi dengan cepat. Tujuan utamanya adalah agar Dimitri happy dan ternyata saya sangat menikmati prosesnya. Proses menyiapkan segala perintilan art & craft, dll. Karena itu tadi saya mencintai dunia itu. ILOKIDS lahir. Berawal dari saat saya, suami dan Dimitri harus berangkat keluar kota, saat itu Dimitri berusia 2 tahun, usia…

INSPIRASI IBU “Speak Up” Vol. 1

Sabtu, 21 April 2018 kemarin adalah hari yang begitu istimewa untuk semua perempuan Indonesia. Semua perempuan Indonesia merayakan Hari Kartini sebagai sosok yang kuat dan penuh inspirasi. Tepat di hari itu juga, adalah hari yang istimewa bagi Nujuh Bulan Studio, karena untuk pertama kalinya Nujuh Bulan meluncurkan acara komunitas yang dinamakan “Inspirasi Ibu” Vol. 1. Di acara ini para perempuan hadir untuk berbagi inspirasi, pandangan, ide, perasaan, karya, pemikiran, kreativitas, semangat keyakinan, dan pengalaman hidup yang dikemas dalam format 11×11. Yaitu 11 foto, 11 menit, 1 kisah, 1 ibu. Nujuh Bulan Studio bekerjasama dengan Haloibu untuk mengajak semua ibu dan perempuan untuk berkumpul dan hadir dalam acara tersebut. Bertepatan dengan Hari Kartini, Nujuh Bulan mengambil tema “Speak Up” di Inspirasi ibu vol. 1. Tema ini menyentuh seputar perjuangan hak-hak wanita untuk berbicara, bertindak, mengambil keputusan, mandiri, berdaya, serta berjuang untuk pilihan hidupnya. Dalam acara ini kami semua diajak untuk mendengarkan…

Berkarya dengan Hati

Berkarya itu dikerjakan pakai hati, di dalamnya melibatkan improvisasi, eksplorasi, eksperimen, pendalaman, penghargaan dan rasa cinta. Bekerja itu dikerjakan sesuai aturan yang diperintahkan saja. Agar valid, berikut saya sisipkan detail dari pengalaman saya bekerja selama 24 tahun. 1994 – 1999 Magang berbayar di konsultan arsitektur sebagai tukang maket (pembuat miniature rumah / bangunan) 1999 Lulus kuliah, merantau ke Bali jadi arsitek junior di konsultan arsitektur Imagi – Sanur 2000 – 2003 – Bandung Menjadi arsitek dengan beberapa side job sebagai: Menjadi wedding decorator / wedding organizer khusus kawinan jawa Menjadi Event Coordinator / Project Officer di banyak event di Bandung Menjadi Produser program prime time sore Radio Oz, Bandung selama 6 bulan Menjadi Produser film independen (salah satu aktornya adalah Agus Rahman, yang memerankan tokoh bernama Ringgo, sampai akhirnya sekarang dia lebih dikenal dengan nama Ringgo Agus-) Menjadi Produser Video klip beberapa karya teman-teman di Bandung Menjadi…

Our Thoughts with Evy: Fighting Postpartum Depression

Malam itu, Evy mengajak ketiga anaknya yang masih kecil ke kamar mandi rumahnya sambil membawa sebotol racun serangga. Tujuannya cuma satu, mengakhiri hidup mereka bersama-sama. Ketiga buah hatinya meninggalkannya selamanya, tapi Evy bangun keesokan paginya. Sendirian, menghadapi penyesalan dan penghakiman yang tidak terkira pedihnya. Tak akan ada yang tahu sepenuhnya apa yang ada di benak Evy malam itu. Mungkin, ia muak menunggu suami yang tidak pernah lagi mengunjunginya, apalagi menafkahinya dengan layak. Mungkin, ia terguncang menerima kabar rencana suaminya untuk menikah lagi. Mungkin, ia kesepian tanpa seorangpun yang bisa diajak bicara tentang masalahnya. Mungkin, ia putus asa akan masa depan anak-anaknya yang gelap tanpa selembarpun dokumen resmi, akibat status pernikahannya yang tidak sah di mata hukum. Sebagai sesama ibu, kita pasti bisa langsung melihat bahwa Evy menderita postpartum depression. Sayangnya, tidak semua orang memahaminya sehingga gejala- gejala awal yang dialami Evy tidak ditangani dengan serius. Di Indonesia sendiri, kasus postpartum…

Festival Lahir

“Saat seorang anak lahir ke dunia, seorang ibu pun terlahirkan.” – unknown. Minggu, 19 Desember 2017 lalu merupakan hari yang istimewa untuk Nujuh Bulan Studio karena mereka merayakan ulangtahunnya yang kedua dengan mengadakan event Festival Lahir. Festival Lahir adalah sebuah acara untuk merayakan kekuatan perempuan dalam perjalanan kehamilan, persalinan, dan menjadi seorang ibu. Dukungan penuh kepada ibu sangatlah penting karena ibu adalah tonggak utama keluarga, pendidik terbaik untuk anak sebagai penerus bangsa, generasi masa depan. ‘Karena setiap ibu perlu dukungan dan setiap insan perlu sosok ibu’, tagline itulah yang menjiwai Festival Lahir, untuk merayakan kelahiran ibu, bayi, dan semua yang terlahir baru dalam momen melahirkan. Bertempat di Bumi Apsari, Jakarta Selatan, Festival Lahir dikemas dengan sangat indah. Dihiasi dengan  foto-foto persalinan yang disusun dalam rangkaian, juga kata-kata penuh cinta dan semangat dari para ibu yang digantung rapi menjadi background sebuah pojokan piknik. Para pengunjung pun larut dalam aura cinta…

Ibu and Self Actualization

Saya percaya bahwa kita tidak akan mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan orang lain jika kebutuhan diri kita sendiri pun belum terpenuhi. Bukannya mau egois, tapi, bahkan dalam panduan keselamatan di pesawat kita dianjurkan untuk lebih dulu mengenakan masker oksigen sebelum membantu orang lain kan? 😊 Sementara itu, menjadi seorang ibu berarti menerima kenyataan bahwa ada mahluk kecil yang sepenuhnya bergantung pada kita dan support system kita untuk tetap hidup. Tak perlulah kita bahas soal jam tidur yang memendek, jadwal salon yang berantakan, atau acara jalan- jalan dan ngopi bersama girl gang yang jauh berkurang – saya rasa kita sudah sama-sama ikhlas. Mari bicara soal kebutuhan yang lebih kompleks dan sering kita tidak sadari, yaitu self actualization atau aktualisasi diri. Menurut Abraham Maslow, bapak Psikologi modern, kebutuhan manusia dapat dikelompokkan secara berurutan sebagai berikut; Kebutuhan fisiologis; sandang, pangan dan papan Kebutuhan akan rasa aman Kebutuhan akan kasih sayang (affection) Kebutuhan akan penghargaan…

How to Create Unjudgemental Conversation

Halo ibu, kemudahan untuk mendapatkan akses informasi di jaman sekarang ini, kadang membuat seorang ibu merasa paling tahu segala hal. Sehingga, ibu begitu mudahnya dengan atau tanpa sadar men-judge ibu lain saat sedang berbincang-bincang. Contoh dari pengalaman saya sendiri, ketika sedang bercerita tentang anak saya yang pernah susah makan, lawan bicara saya yang juga seorang ibu menanggapinya dengan jawaban “masakanmu kurang enak kali.. atau kamu kurang disiplin atur waktu makan dia dari sejak bayi. Makanya harus teratur waktu makannya” Contoh lainnya, ketika saya bercerita bahwa (waktu itu) anak saya suka memukul temannya, ibu lain yang usianya lebih tua dari saya menanggapi dengan jawaban “Nah, itu pasti ibunya suka memukul! Nggak mungkin anaknya suka mukul kalau nggak ada contoh. Pasti deh ibunya suka memukul” Tanpa bertanya terlebih dahulu, tanpa menggali informasi lagi, seorang ibu yang merasa lebih pengalaman dan lebih banyak pengetahuan berkata demikian. Jika sudah kenal dekat dengan lawan bicara,…

Berdamai dengan Diri Sendiri

Mastitis yang disertai infeksi bakteri berat membuat saya harus dirawat selama 2 minggu di rumah sakit dan menghilangkan kemampuan saya untuk menyusui. Padahal, saat itu usia putri saya baru 1 bulan. Sakit hati karena ucapan nyinyir orang tentang “Aduh, harusnya begini dan begitu”, rasa iri setiap melihat ibu lain yang berhasil mengASIhi, semua tidak sebanding dengan perasaan bersalah yang saya rasakan terhadap putri saya. Saya tahu saya sudah gagal dalam salah satu fase paling penting di hidupnya. Dua tahun setelah itu, tak pernah sehari pun saya hidup tanpa rasa bersalah. Saya menyesali tidak berhasil menemukan tenaga medis yang lebih bisa diandalkan. Saya mengutuki diri saya mengapa tidak lebih awal mencari informasi. Melihat putri saya yang sedang minum susu formula membuat saya ingin menangis. Saya tahu penyesalan tidak akan mengubah waktu yang sudah berlalu, tapi tetap saja sulit untuk mengikhlaskan kegagalan yang satu ini. Sampai di satu titik saya sadar, menyalahkan…

Navigate