menjadi orangtua

5 Posts Back Home

Puasa sebagai Meditasi Kehidupan

Sejak kecil saya selalu bersemangat bila bertemu dengan bulan Ramadhan. Karena sesederhana setelah berpuasa sebulan tentunya akan bertemu hari raya Idul Fitri dimana banyak makanan dan minuman lezat tersaji di setiap rumah yang merayakan. Makin bertambah usia saya pun semakin mengerti bahwa bulan Ramadhan bukanlah hanya menahan lapar dan haus hingga nantinya bertemu dengan Lebaran, namun lebih dari itu, berpuasa di bulan Ramadhan adalah tentang mengendalikan hawa nafsu. Tentunya perkara mengandalikan hawa nafsu tidaklah sederhana. Kita semua tau bahwa di bulan Ramadhan setan dikurung oleh Allah SWT agar tidak menggoda manusia melakukan maksiat, agar kita dapat fokus menjalankan ibadah. Namun yang terkadang kita lupa adalah bahwa selama sebelas bulan lainnya setan telah menanamkan pengaruhnya dalam diri kita sendiri hingga seakan saat bulan Ramadhan tiba para setan sedang beristirahat menuai hasil kerja mereka atas kita. Tidak heran saat Ramadhan akhirnya berlalu maka kita menemukan diri kita tanpa perbaikan berarti baik dari…

Berkarya dengan Hati

Berkarya itu dikerjakan pakai hati, di dalamnya melibatkan improvisasi, eksplorasi, eksperimen, pendalaman, penghargaan dan rasa cinta. Bekerja itu dikerjakan sesuai aturan yang diperintahkan saja. Agar valid, berikut saya sisipkan detail dari pengalaman saya bekerja selama 24 tahun. 1994 – 1999 Magang berbayar di konsultan arsitektur sebagai tukang maket (pembuat miniature rumah / bangunan) 1999 Lulus kuliah, merantau ke Bali jadi arsitek junior di konsultan arsitektur Imagi – Sanur 2000 – 2003 – Bandung Menjadi arsitek dengan beberapa side job sebagai: Menjadi wedding decorator / wedding organizer khusus kawinan jawa Menjadi Event Coordinator / Project Officer di banyak event di Bandung Menjadi Produser program prime time sore Radio Oz, Bandung selama 6 bulan Menjadi Produser film independen (salah satu aktornya adalah Agus Rahman, yang memerankan tokoh bernama Ringgo, sampai akhirnya sekarang dia lebih dikenal dengan nama Ringgo Agus-) Menjadi Produser Video klip beberapa karya teman-teman di Bandung Menjadi…

Festival Lahir

“Saat seorang anak lahir ke dunia, seorang ibu pun terlahirkan.” – unknown. Minggu, 19 Desember 2017 lalu merupakan hari yang istimewa untuk Nujuh Bulan Studio karena mereka merayakan ulangtahunnya yang kedua dengan mengadakan event Festival Lahir. Festival Lahir adalah sebuah acara untuk merayakan kekuatan perempuan dalam perjalanan kehamilan, persalinan, dan menjadi seorang ibu. Dukungan penuh kepada ibu sangatlah penting karena ibu adalah tonggak utama keluarga, pendidik terbaik untuk anak sebagai penerus bangsa, generasi masa depan. ‘Karena setiap ibu perlu dukungan dan setiap insan perlu sosok ibu’, tagline itulah yang menjiwai Festival Lahir, untuk merayakan kelahiran ibu, bayi, dan semua yang terlahir baru dalam momen melahirkan. Bertempat di Bumi Apsari, Jakarta Selatan, Festival Lahir dikemas dengan sangat indah. Dihiasi dengan  foto-foto persalinan yang disusun dalam rangkaian, juga kata-kata penuh cinta dan semangat dari para ibu yang digantung rapi menjadi background sebuah pojokan piknik. Para pengunjung pun larut dalam aura cinta…

Menghadapi Anak Tantrum?

Mungkin pernah mendengar quotes “Mother’s love to her kids is unconditional, but her temper is another subject.”  Sepertinya quote itu benar ya, apalagi ketika anak sedang tidak bisa diajak bekerjasama, misalnya saat sedang tantrum. Bisa-bisa orang tuanya juga ikut tantrum.. hehe.. Tantrum merupakan perilaku agresif yang tidak terkendali seperti menangis, menjerit, memukul, menendang, atau berguling-guling. Tantrum biasanya muncul pada anak usia 0 sampai 3 tahun ketika Ia mengalami situasi yang mengecewakan atau tidak menyenangkan. Misalnya, saat ia tidak berhasil melakukan sesuatu atau saat permintaannya tidak dipenuhi oleh orang tua. Sayangnya kemampuan verbal yang dimiliki oleh anak seusia ini masih terbatas, sehingga emosi negatif yang Ia rasakan ditunjukkan melalui perilaku tantrum. Perilaku tantrum menjadi berbahaya apabila yang dilakukan anak dapat menyakiti dirinya sendiri dan orang lain atau menimbulkan kerusakan terhadap benda di sekitarnya. Seingat saya, saat usia 0-3 tahun, Raka tidak pernah tantrum hingga berguling-guling atau menyakiti dirinya sendiri dan orang…

LDR Parenting saat Baby Blues

Dear Ibu, Sejak awal saya kenal dengan Alza kami sudah menjalani hubungan jarak jauh. Kami belajar banyak untuk mengutamakan komunikasi dan kepercayaan, semua berjalan baik, karna jarak kadang justru menjadi tantangan yang menyenangkan dalam hubungan. Kami menjalani LDR (Long Distance Relationship) selama 3,5 tahun hingga akhirnya kita menikah dan punya anak 2 Tahun kemudian. Semuanya berubah saat Afia lahir, hidup kami berputar 180derajat, bukan hanya pola tidur kami dan waktu senggang yang tiba-tiba hilang, tapi psikologis kami pun berubah. Saat afia berusia kurang dari 1 minggu saya mengalami my first baby blues, yang menyebabkan saya dan Alza harus melakukan ekstra effort untuk menenangkan diri, dan mengembalikan kewarasan kami. Parenting LDR Kantor tempat Alza bekerja cukup memberikan kelonggaran untuk memberikan cuti kepada karyawannya. Karna jadwal kerja yang on-off Alza bisa mengatur sedemikian rupa sehingga dia bisa full disamping saya dari persalinan hingga Afia usia 1 bulan. Kemudian Alza berangkat kembali ke…

Navigate