lingkaran ibu

4 Posts Back Home

Ibu Juga Manusia

“Don’t judge a situation that you’ve never been in” sepertinya adalah kalimat yang tepat mewakili apa yang saya simpulkan setelah duduk bersama dalam lingkaran cinta ibu-ibu Surabaya pada hari Minggu, 14 Mei yang lalu. Betapa kita tidak punya hak sedikit pun untuk memberikan penilaian terhadap apa yang dialami dan dilakukan orang lain, dalam hal ini ibu lain, karena kita tidak ada di posisi mereka. Kalaupun ada kemiripan cerita, tetap saja situasi, kondisi, ‘pemeran pendukung’ dalam kisah hidup masing-masing sama sekali berbeda, dan yang terpenting adalah karena kita tidak merasakan yang mereka rasakan, we don’t feel what they feel. Sebuah kemewahan bagi saya yang seorang Psikolog bisa mencurahkan isi hati dan kekhawatiran sebagai ibu selama ini kepada ibu-ibu lain yang belum terlalu saya kenal baik. Selama ini saya terbiasa mendengarkan kisah orang lain dan berusaha membantu orang lain, termasuk para ibu, untuk menemukan solusi terbaik bagi permasalahannya masing-masing.…

A circle of Beautiful Souls

Diperlukan keberanian untuk bercerita kepada orang lain tentang motherhood journey kita, terlebih lagi kepada orang yang sama sekali belum dikenal. Perasaan malu terlihat “lemah” dan takut ketika orang lain men-judge bahwa apa yang kita lakukan itu “salah”. Tidak mudah bagi Saya untuk membuka bagian “termanusiawi” dalam perjalanan cerita menjadi Ibu, karena ada pahit dan pedih disana dan ada orang-orang yang kita cintai dalam kisahnya.  Pergulatan batin, antara ingin mengatakan apa adanya atau memolesnya agar lebih manis, Saya alami saat pertama kali mengikuti Lingkaran Ibu vol. 1 di bulan Desember 2016. Namun, ketika Saya telah berada di dalam Lingkaran, duduk melingkar bersama Ibu lainnya dan mendengar kisah mereka, sesaat itu juga pergulatan batin Saya pun hilang. Rasa takut itu sirna, rasa malu itu lenyap. Saya khusyuk dalam prosesnya. Saya kembali menjadi bagian dalam Lingkaran Ibu vol. 4 pada hari Minggu, 23 April 2017 kemarin. Kali ini Saya duduk melingkar bersama 5…

Why Self Love ?

Halo ibu! Rasanya nggak habis-habis, ya jika membahas “self love”. Saya pernah baca tulisan Deborah Khoshaba Psy.D.  di sebuah web psychology today, bahwa “Self Love” adalah penghargaan kepada diri sendiri yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis dan spiritual. Self love bersifat dinamis dan tumbuh dari tindakan dan pemikiran yang matang. Semua itu sangat berperan untuk menuju kehidupan yang lebih baik .  How you cope with the problems in your life. Minggu, 26 Februari 2017 lalu, Lingkaran Ibu Volume 3 yang diadakan di Nujuh bulan Studio Bintaro, dihadiri 12 peserta yang bersedia duduk melingkar, termasuk Tia Pratignyo dan Irma Syahrifat owner Nujuh Bulan Studio ada di dalam lingkaran. Semua peserta tanpa sungkan sharing mengenai tantangan dalam perjalanan menjadi seorang ibu yang ternyata kerap lupa untuk mencintai diri sendiri. Ketika ditanya kapan waktu untuk diri sendiri  kebanyakan peserta malah tertawa. Kenapa? Karena hampir tidak ada celah untuk self love.…

Ibu disayang Ibu lain

Ditulis Irnanur Shahbanu Diedit ole Ashtra “Walaupun baru pertama kali ketemu, tapi enggak ada rasa canggung ataupun malu untuk bercerita tentang keluh kesah, kesulitan, kesedihan, kemarahan dan tentunya kebahagiaan menjadi Ibu. Terima kasih @haloibu.id sudah menyediakan lingkaran yang hangat dan nyaman ini” (Agatha – Peserta Lingkaran ibu volume 2 – Ibu dari 1 anak laki-laki) Tanggal 22 Januari 2017 lalu, 13 Ibu duduk melingkar, bercerita, berpegangan tangan dan sharing  di acara postpartum support group, “Lingkaran Ibu Volume 2”. Kegiatan berbagi cerita ini tujuannya untuk release stress, release perasaan. Saat berada dalam lingkaran kamu bisa bertemu dengan ibu lain dan bertukar pengalaman serta pengetahuan serta disayang oleh ibu lainnya. So, when your back to your real  life with your lovely children and your family, you can feel better about yourself and you know what you have to do next. Apa isi Lingkaran ibu? Tema tiap lingkaran Ibu berbeda, kali ini bertema self-love, atau…

Navigate