ibuberdaya

4 Posts Back Home

DIY Earring Holder

Halo ibu! Pernah merasa kesulitan mencari anting/ perhiasan yang harus dipakai saat akan menghadiri undangan pernikahan dan event lain yang menanti di akhir pekan? Saya pernah dan sering mengalaminya. Anting yang tadinya sepasang, sekarang tinggal satu, bahkan hilang atau rusak karena penyimpanan yang tidak tepat. Ujung-ujungnya dibuang dan harus membeli baru lagi. Begitu seterusnya. Nah untuk mensiasatinya saya berinisiatif untuk membuat tempat anting sederhana dari media yang sederhana pula, murah, dan tidak butuh waktu lama. Pertama, untuk media yang digunakan, saya hanya menggunakan 2 media saja. Stick Ice Cream (warna netral atau warna-warni) Lem tembak (glue gun) Nah, sekarang kita lanjut ya dengan cara membuatnya : Panaskan terlebih dahulu lem tembak yang akan kita gunakan agar lemnya mencair dan bisa digunakan. Pilihlah warna stick yang diinginkan dan pisahkan. Ambillah 2 buah stick lalu berilah lem di masing-masing sisi dan gabungkan kedua stick tersebut hingga menjadi 1. Ulangi stepnya sehingga…

Berdamai dengan Diri Sendiri

Mastitis yang disertai infeksi bakteri berat membuat saya harus dirawat selama 2 minggu di rumah sakit dan menghilangkan kemampuan saya untuk menyusui. Padahal, saat itu usia putri saya baru 1 bulan. Sakit hati karena ucapan nyinyir orang tentang “Aduh, harusnya begini dan begitu”, rasa iri setiap melihat ibu lain yang berhasil mengASIhi, semua tidak sebanding dengan perasaan bersalah yang saya rasakan terhadap putri saya. Saya tahu saya sudah gagal dalam salah satu fase paling penting di hidupnya. Dua tahun setelah itu, tak pernah sehari pun saya hidup tanpa rasa bersalah. Saya menyesali tidak berhasil menemukan tenaga medis yang lebih bisa diandalkan. Saya mengutuki diri saya mengapa tidak lebih awal mencari informasi. Melihat putri saya yang sedang minum susu formula membuat saya ingin menangis. Saya tahu penyesalan tidak akan mengubah waktu yang sudah berlalu, tapi tetap saja sulit untuk mengikhlaskan kegagalan yang satu ini. Sampai di satu titik saya sadar, menyalahkan…

Relationship Goals ?

Saya masih ingat, saat di awal umur 20 tahunan, goal besar dalam bidup saya adalah menjadi sukses. Menjadi sukses secara finansial, karier dan seperti kebanyakan jiwa muda menjadi terkenal dengan apa yang saya lakukan. Saat masih duduk dibangku kuliah, saya akan pergi melanglang buana mencari kegiatan untuk memenuhi kebutuhan diri. Singkatnya, biar eksis. Saya mendaftar siaran di radio lokal, menjadi fashion stylish di sebuah majalah lokal, sampai menjadi MC di acara tradisional di pusat kebudayaan setempat, padahal saya bukan berasal dari sunda.   I just want to create, make a  different, and have achievement. Lahir dan besar di Jakarta, saya terbiasa mempunyai goal, dan bersaing dengan orang lain. Di Ibukota saya selalu bergerak cepat. Saya suka merasa bersalah hanya berada di rumah tak melakukan apapun. Saya hanya tahu, kalau saya punya banyak kegiatan saya keren. I was so drawn by having a lot of things in life. Kalau saya ingat…

Accepting My Self

My Motherhood Journey started when I was 24 Years old. When I was pursuing my dream, learning life, trying to take the world one step at a time. Saya ingin mekar di dunia, terbang dengan angin, mengikuti suara hati. 24 tahun, rasanya mengenal dunia belum juga cukup. I was so driven to the future, I wasn’t even thinking about marriage, I just want to try everything and try to find out who I am. Universe is saying another thing. There’s a small miracle in my tummy. Satu keajaiban kecil yang muncul, yang ada saat itu masih saya bilang kesalahan. Saya masih berpacaran, baru berpacaran 2 bulan malah. I was so in love with this guy, but I don’t know if I want to spend the rest of my life with him. There, we are two youngster, being adult. Kebaya merah, penghias kepala, peci, kain batik, janur kuning, dan Mahija 3…

Navigate