Featured

10 Posts Back Home

#Charitees

Buat saya kata-kata mempunyai kekuatan besar dan kuat. Keberdaan kita di dunia ini, peradaban di dunia ini di mulai dari tulisan. Pengetahuan dapat turun menurun dirasakan semua orang karena tradisi menulis. Fast foward, zaman social media seperti sekarang, 160 karakter di twitter bisa menggerakkan massa untuk demo, caption instagram bisa membuat satu dunia posting #ootd atau #throwbackthursday . Kata-kata menjadi indah dan manfaat jika diputuskan, tapi kata-kata bisa juga jadi satu yang negatif kalau kita meyakini dan membiarkan. Satu comment pada postingan seperti ;   ‘kenapa anak kamu pakai metode BLW sic ? ‘, ‘Ngapain sic lahiran di rumah?’ , ‘Hah. kamu cesar’, ‘Kamu jadi ibu rumah tangga? yakin’ , ‘ Bekerja? mau Nelantarin anak ?’.  https://www.youtube.com/watch?v=MFmw_7Zme_A Little words, with strong effects. Januari 2017, satu hari setelah Presiden Donald Trump inagurasi, perempuan berbaris, berjalan bersama menyerukan suara mereka. Suara-suara kesetaraan hak perempuan pada semua area. Salah satunya hak…

Ibu Juga Manusia

“Don’t judge a situation that you’ve never been in” sepertinya adalah kalimat yang tepat mewakili apa yang saya simpulkan setelah duduk bersama dalam lingkaran cinta ibu-ibu Surabaya pada hari Minggu, 14 Mei yang lalu. Betapa kita tidak punya hak sedikit pun untuk memberikan penilaian terhadap apa yang dialami dan dilakukan orang lain, dalam hal ini ibu lain, karena kita tidak ada di posisi mereka. Kalaupun ada kemiripan cerita, tetap saja situasi, kondisi, ‘pemeran pendukung’ dalam kisah hidup masing-masing sama sekali berbeda, dan yang terpenting adalah karena kita tidak merasakan yang mereka rasakan, we don’t feel what they feel. Sebuah kemewahan bagi saya yang seorang Psikolog bisa mencurahkan isi hati dan kekhawatiran sebagai ibu selama ini kepada ibu-ibu lain yang belum terlalu saya kenal baik. Selama ini saya terbiasa mendengarkan kisah orang lain dan berusaha membantu orang lain, termasuk para ibu, untuk menemukan solusi terbaik bagi permasalahannya masing-masing.…

If I’m happy, My Baby is happy too

“Sebenarnya saya hamil di luar rencana. Sebelum menikah, saya dan suami (terutama saya) sudah sepakat untuk menunda punya anak karena saya masih ingin berkarir dan suami saya juga masih sering bekerja di luar kota tiap bulannya untuk berminggu-minggu. Jadi menurut saya saat itu kondisinya masih tidak ideal untuk kami punya anak. Tetapi akhirnya karena alasan pribadi yang tidak bisa saya jelaskan disini, kami pun tidak berusaha untuk menunda punya anak. Ya tapi saya nggak nyangka sama sekali kalau setelah menikah saya langsung hamil. Saya ngerasa belum punya rencana  apapun pada saat itu. Jadi saat pertama tahu saya hamil, saya stres banget. Saya nangis sejadi-jadinya, saya berharap banget hasil di testpack itu negatif. Waktu itu saya langsung menelpon suami yang sedang  di luar kota dengan suara terputus-putus karena kondisi tempat kerja suami yang susah sinyal; sambil nangis saya bilang sama dia kalo saya hamil, tapi saya juga bilang ke dia kalau…

DIY Paper Flower Craft for a Rainy Day

by Astrid Maria (@mamaelora) Halo Ibu! Menjadi Ibu, kita perlu ide untuk memberikan kegiatan untuk anak. Kalau sedang malas keluar rumah saat akhir pekan, atau sedang hujan dan tidak bisa keluar rumah, permainan ‘bikin-bikin’ bisa jadi pilihan.  Kegiatan ini selain menggunakan bahan-bahan yang sederhana, proses pembuatannya pun mudah.  Saat kita bersama-sama membuat mainan dengan anak, anak akan terbiasa  berkreasi dan berpikiran kreatif. Quality time yang murah dan menyenangkan! Kali in kita akan membuat bunga dari kertas. Kalau di taman, bunga belum juga mengembang, paper flower bisa jadi pilihan. Its a fun way to learn about flower! Bahan-bahannya : Cara Membuatnya : Lipat kertas menjadi 2 bagian seperti di gambar. Lakukan pada semua kertas. 2. Gunting kertas dengan bentuk seperti gambar. 3. Bentuknya akan menjadi seperti ini 4. Gunting semua kertas sampai selesai.  5. Kertas sisa jangan dibuang , gunting pola seperti di bawah ini. Buatlah pada semua kertas.Setelah digunting, remaslah…

Meet Up to Grade Up

5 Wisdom From Najwa Shihab oleh Ashtra Dymach Tanggal 16 Mei  2017 lalu, haloibu diundang oleh ke acara Meetup Ucita Pohan . Ini adalah acara Meet Up yang ke 3, mengundang Najwa shihab. Seorang Ucita Pohan yang merepresentasikan energi muda, popular culture bertemu dengan Najwa Shihab yang lugas dan identik dengan isu politik. Ucita berhasil membuat Najwa menjadi sosok yang  lebih santai dan friendly . Pada acara Meet Up Ucita Pohan kemarin, saya seperti mendownload banyak informasi , banyak inspirasi. Meet Up to Grade Up my brain. I would like  to share with you, this is 5 Wisdom I got from Najwa Shihab. You Need to Keep Up or You Will be forgotten Kita harus siap dengan perubahan atau kita akan dilupakan. Zaman terus berubah, banyak hal baru, banyak yang harus dipelajari. Najwa bercerita, Ada seorang pelukis yang mempunyai kemampuan melukis mirip sekali dengan aslinya, dengan objek yang dilukisnya. Sampai-sampai…

A circle of Beautiful Souls

Diperlukan keberanian untuk bercerita kepada orang lain tentang motherhood journey kita, terlebih lagi kepada orang yang sama sekali belum dikenal. Perasaan malu terlihat “lemah” dan takut ketika orang lain men-judge bahwa apa yang kita lakukan itu “salah”. Tidak mudah bagi Saya untuk membuka bagian “termanusiawi” dalam perjalanan cerita menjadi Ibu, karena ada pahit dan pedih disana dan ada orang-orang yang kita cintai dalam kisahnya.  Pergulatan batin, antara ingin mengatakan apa adanya atau memolesnya agar lebih manis, Saya alami saat pertama kali mengikuti Lingkaran Ibu vol. 1 di bulan Desember 2016. Namun, ketika Saya telah berada di dalam Lingkaran, duduk melingkar bersama Ibu lainnya dan mendengar kisah mereka, sesaat itu juga pergulatan batin Saya pun hilang. Rasa takut itu sirna, rasa malu itu lenyap. Saya khusyuk dalam prosesnya. Saya kembali menjadi bagian dalam Lingkaran Ibu vol. 4 pada hari Minggu, 23 April 2017 kemarin. Kali ini Saya duduk melingkar bersama 5…

How To Be A Single Mom

How To Be A Single Mom “Saya orangtua tunggal.” Kalimat itu sudah sering saya ucapkan. Dulu saya merasa risih dan sering kali harus saya ucapkan setengah berbisik tetapi sekarang sudah mulai terbiasa. Ketika saya menikah terbayang di impian saya untuk hidup bersama dengan pasangan saya dalam sehat dan sakit dan dalam susah dan senang; sampai ajal memisahkan kita. Namun hidup pernikahan impian saya kandas, pada usia pernikahan yang sangat muda. Saya menjadi janda cerai yang ditinggal oleh pasangan saya ketika usia pernikahan kami baru memasuki usia 5 tahun. Menjadi janda cerai, khusunya dengan stigma negatif yang ada di masyarakat kita dan budaya Timur kita, adalah hal yang sangat tidak nyaman. Saya beruntung memiliki keluarga yang sangat mendukung saya pada saat yang sulit ini. Mereka hanya meminta fakta lalu membimbing saya untuk menyelesaikan masalah saya dari awal hingga pada akhirnya keluar surat keputusan dari pengadilan. Namun dari lingkup pertemanan banyak orang yang mempertanyakan perihal perceraian saya. Hal yang diihat sebagai tabu ini bagaikan pisau bermata dua,…

Depresi: Sebuah Pengakuan Yang Tertunda

“Keadaan/ masalah pada psikis seseorang yang bisa disebabkan dari berbagai hal baik faktor luar atau dari diri sendiri yang kemudian bisa mengakibatkan masalah juga untuk fisik orang tersebut” – F “Depresi itu orang yang punya banyak pikiran, masalah tapi ga mau atau ga bisa untuk sharing jadinya semua numpuk sendiri, outcomenya (yang dilihat oleh orang lain) orang lain jadi kayak orang tertekan, stress diam-diam,” – I “Depresi itu ketidakmampuan menghadapi tekanan,” – A “Depresi ituuu, waktu ada tekanan batin yang mendalam sampai ke pembuluh-pembuluh hati..” – N Halo Ibu, Itulah jawaban teman-teman ketika saya tanya apa sih arti depresi menurut mereka. Ada tiga hal yang dapat saya jadikan benang merah pengertian depresi yaitu masalah (baik dari luar atau dalam diri kita sendiri) yang tidak sesuai ekspetasi mengakibatkan stress, dan tidak bisa diceritakan. Depresi jadi momok yang dihindari orang, tak hanya istilahnya tetapi juga penderitanya. Penderita depresi dijauhi, dikucilkan bahkan mendapatkan…

Ibu disayang Ibu lain

Ditulis Irnanur Shahbanu Diedit ole Ashtra “Walaupun baru pertama kali ketemu, tapi enggak ada rasa canggung ataupun malu untuk bercerita tentang keluh kesah, kesulitan, kesedihan, kemarahan dan tentunya kebahagiaan menjadi Ibu. Terima kasih @haloibu.id sudah menyediakan lingkaran yang hangat dan nyaman ini” (Agatha – Peserta Lingkaran ibu volume 2 – Ibu dari 1 anak laki-laki) Tanggal 22 Januari 2017 lalu, 13 Ibu duduk melingkar, bercerita, berpegangan tangan dan sharing  di acara postpartum support group, “Lingkaran Ibu Volume 2”. Kegiatan berbagi cerita ini tujuannya untuk release stress, release perasaan. Saat berada dalam lingkaran kamu bisa bertemu dengan ibu lain dan bertukar pengalaman serta pengetahuan serta disayang oleh ibu lainnya. So, when your back to your real  life with your lovely children and your family, you can feel better about yourself and you know what you have to do next. Apa isi Lingkaran ibu? Tema tiap lingkaran Ibu berbeda, kali ini bertema self-love, atau…

Working Mom atau Stay At Home Mom?

Ilustasi oleh Perempuan Gimbal-Amanda Mita Tulisan oleh Irnanur Shahbanu diedit oleh Ashtra “Yang penting itu kualitas waktu ketika sama anak, bukan kuantitas. Buat apa jadi full time mom kalo anaknya dicuekin, trus ibunya sibuk main hp? Jadi ibu bekerja itu berat, harus bangun pagi, siapin sarapan dan mikirin kerjaan kantor. Belum lagi pas pulang kantor quality time dengan suami & anak”, -Working mom. “Kalau sudah jadi ibu dan punya anak, untuk apa kerja ke kantor ninggalin anak? kan kita dititipin anak sama Tuhan, masa anaknya kita titipin lagi ke orang lain, atau pengasuh?” , -Stay at home mom. Halo ibu! Perdebatan tentang siapa ibu yang lebih hebat, ibu yang lebih berat tugasnya, ibu yang lebih benar, ibu yang paling super akan selalu ada. Saya rasa, wacana ini akan terus bergulir selama ada bayi yang lahir, yang berarti adanya Ibu baru. Wajar saja kalau masing-masing mempertahankan pendapatnya dan merasa lebih benar atas pilihan…

Navigate