dear ibu

8 Posts Back Home

Melahirkan VBAC Sambil Tertawa

Dear Ibu, Saya mau berbagi cerita mengenai pengalaman hamil kedua kami (iya saya mengatakan kami karena kami merasa ketika istri hamil, suami juga ikutan merasakan hamil dengan segala dinamikanya). Hamil yang kedua ini bisa dibilang cukup istimewa karena kami memiliki harapan dan tujuan yang ingin kami capai, yaitu melahirkan secara nyaman, aman, selamat, dan sehat dengan metode VBAC (Vaginal Birth After Caesarian). Anak pertama kami lahir melalui operasi Caesar setelah induksi yang dilakukan oleh dokter di usia kehamilan 38 minggu karena air ketuban yang sudah berkurang. Setelah 2 malam diinduksi, pembukaan belum juga naik dari pembukaan 2, dan kondisi detak jantung yang mulai melemah, akhirnya dokter memutuskan untuk membantu kelahiran dengan proses operasi. Dengan pengalaman operasi tak terencana di kelahiran anak pertama, sebenarnya saya tidak kemudian menjadi trauma atau takut dengan tindakan operasi caesar. Namun, kami memutuskan untuk berupaya melahirkan VBAC karena pertimbangan biaya. Kebetulan di kantor suami ketika itu tidak mengcover secara…

VIDEO MARET 2016

Setiap Selasa, video halo Ibu terbaru! Jangan lupa yah :). Tiap bulan aku akan merekap, video apa saja yang ada di halo ibu, biar kalau kamu ketinggalan masih bisa di tonton. Ini dia, video-videonya : https://www.youtube.com/watch?v=MQAfzkWkCTA https://www.youtube.com/watch?v=nIPzZNgBWsU https://www.youtube.com/watch?v=b41oBGZ-YCg https://www.youtube.com/watch?v=SMsU0NkmLIc https://www.youtube.com/watch?v=fEziI1O53sA

Ibu Rumah Tangga Ingin Kembali Bekerja

Dear Ibu, Dilema ibu rumah tangga yang tetap ingin kembali bekerja– Pendidikan anak! Iya, itulah topik yang selalu membuat saya bersemangat dan menggebu-gebu! Hal ini dimulai saat duduk di bangku SMA, saya mengambil jurusan psikologi dan human development dan menjadi volunteer di beberapa child care dan sekolah-sekolah. YES! Keputusan yang saya ambil tidak salah, senang sekali rasanya bekerja dengan anak-anak. Lalu saya memperdalam ilmu dengan mengambil Bachelor of Early Childhood and Primary Education di RMIT University, Melbourne. Setelah beberapa tahun bekerja, saya memutuskan untuk mengambil spesialisasi Master of Special Needs, Inclusion and Early Intervention di University of Melbourne. Selama kurang lebih 15 tahun bekerja, tidak pernah terserat di dalam benak saya menyesal menjadi guru. Meskipun banyak orang sering memberi respon, “Kenapa sih mau jadi guru?” “Apa sih enaknya jadi guru?” Saya sangat bersyukur sekali orang tua saya tidak pernah sekalipun bertanya hal itu pada saya, dari sejak awal, mereka sepenuhnya…

Menjadi Perempuan, Menjadi Ibu

Dear Ibu,     Aku Dita, ibun dari Aksara, yang saat ini sudah berusia 20 bulan. Waktu hamil Aksara, usiaku 27 tahun. Kata orang tua, itu adalah waktu yang pas untuk punya anak. Para ilmuwan di Royal College of Obstetricians and Gynaecologists juga mengamini kata orang tua itu. Secara raga memang mungkin aku sudah optimal, tapi secara jiwa aku belum siap. Gak tahu harus gimana saat lihat garis merah dua di testpack. Tapi setelah lihat senyum suami, lihat kebahagiaan muka orang tua dan terpapar foto teman-teman yang tengah hamil lalu punya bayi di news feed Facebook membuat aku jadi “mungkin inilah saatnya”. Ketakutan-ketakutan ibu hamil itu banyak banget. Banyak banget. Banget!. Sebulan sebelum aku tahu tentang kehamilanku, aku diterima kerja di kawasan Cikini. Ini menjadi salah satu kecemasan aku kala itu. Baru diterima kerja lah kok udah hamil, itu yang terlintas waktu mau berbagi cerita ini ke orang-orang kantor. Tapiiii,…

LDR Parenting saat Baby Blues

Dear Ibu, Sejak awal saya kenal dengan Alza kami sudah menjalani hubungan jarak jauh. Kami belajar banyak untuk mengutamakan komunikasi dan kepercayaan, semua berjalan baik, karna jarak kadang justru menjadi tantangan yang menyenangkan dalam hubungan. Kami menjalani LDR (Long Distance Relationship) selama 3,5 tahun hingga akhirnya kita menikah dan punya anak 2 Tahun kemudian. Semuanya berubah saat Afia lahir, hidup kami berputar 180derajat, bukan hanya pola tidur kami dan waktu senggang yang tiba-tiba hilang, tapi psikologis kami pun berubah. Saat afia berusia kurang dari 1 minggu saya mengalami my first baby blues, yang menyebabkan saya dan Alza harus melakukan ekstra effort untuk menenangkan diri, dan mengembalikan kewarasan kami. Parenting LDR Kantor tempat Alza bekerja cukup memberikan kelonggaran untuk memberikan cuti kepada karyawannya. Karna jadwal kerja yang on-off Alza bisa mengatur sedemikian rupa sehingga dia bisa full disamping saya dari persalinan hingga Afia usia 1 bulan. Kemudian Alza berangkat kembali ke…

chasing dreams VS being a mother

Dear Ibu, Saya mau cerita sedikit tentang kehidupan saya. Di usia yang cukup muda, 21 tahun, saya memutuskan untuk menikah. Saat itu saya masih menjalani perkuliahan di semester-semester akhir. Saya ngga pernah berekspektasi untuk cepat-cepat punya anak, tapi ternyata Tuhan yang berekspektasi pada saya. Kehamilan saya – yang bagaikan kado kejutan ini – sedikit-banyak mengubah kehidupan saya. Saya mulai browsing tentang bagaimana cara mengasuh anak yang benar, apa itu ASI, apa itu colic, dan berbagai macam hal baru lainnya. Saya jadi rajin olahraga, saya juga mengalami beberapa hal aneh (jadi suka makan kambing, setiap hari harus makan cokelat, ngga suka dengar musik yang kencang) yang sebelum saya hamil ngga pernah terjadi, and of course saya jadi menelantarkan skripsi saya. Hahaha. Bulan demi bulan, sampai juga akhirnya di Juni 2012. Anak pertama saya, Arkhairan Razaki Akbar (atau biasa dipanggil Une), lahir dengan proses persalinan yang singkat. Waktu itu, berbekal dari baca…

Jadi Ibu, Tanpa Ibu

Dear Ibu, Aku bukan lagi mommy without granny, tapi aku mommy without nanny. Ibuku meninggal 21 hari setelah Nyala – anak dan cucu pertama di keluarga kami, lahir. Satu-satunya hal yang ingin dilakukan orang yang ditinggal meninggal adalah memutar ulang waktu. Hal yang tidak mungkin dilakukan, sama seperti menghidupkan kembali yang sudah mati. Sedihnya terlalu. Apalagi aku (mengaku) penulis. Penulis, biasanya, punya tendensi untuk melebih-lebihkan sesuatu. Termasuk duka. Mungkin Dukamu Abadi-nya Sapardi Djoko Damono ada benarnya juga untuk perasaan ditinggal ibu. Kalau ibuku masih hidup, sepertinya hidupku akan jadi jauh, jauh, lebih mudah. Jadi ibu baru itu penuh lika-liku, aku tentu butuh ibu (and who doesn’t, anyway?). Sulit memang menerima kenyataan kalau ibu sudah meninggal. Setiap berkunjung ke rumahnya, she is everywhere, cuma tidak kentara. Sering sekali aku memejamkan mata lama-lama dan berharap ketika kembali membuka mata ibu masih ada, doing her stuffs at home. Saat menulis ini, aku sudah…

PEOPLE TALK, I JUST WALK

Dear Ibu, Saya mau sedikit curhat. September 2013, saya berumur 24 tahun, saat itu saya diklaim Tuhan sudah siap menjadi Ibu dari seseorang. Saya sendiri belum yakin dengan diri saya sendiri. Memilih menu makanan di restoran saja saya butuh waktu untuk yakin dengan apa yang akan saya saya santap, tak bisa membayangkan bila ada mahluk lain yang harus bergantung hidupnya sepenuhnya pada saya. Ego wanita berumur 20 tahunan, membuat saya hanya memikirkan solo traveling, mencari uang, memotret dan makan enak. Menikah dan punya anak? Tuhan mungkin sedang bercanda.             Dalam ketidaksiapan menjadi Ibu, saya tak pernah punya kemewahan merencakan semuanya. Memang saya sudah mengorganisir cara melahirkan yang saya inginkan, lalu pada hari H, semua itu semu. Hehehe. I cant even eat. At some point my body take over myself, in a good way, and hell it was challenging. Hehe. Apalagi saat Mahija butuh susu, teriakan histeria bayi membuat saya gugup…

Navigate