asi

4 Posts Back Home

Berdamai dengan Diri Sendiri

Mastitis yang disertai infeksi bakteri berat membuat saya harus dirawat selama 2 minggu di rumah sakit dan menghilangkan kemampuan saya untuk menyusui. Padahal, saat itu usia putri saya baru 1 bulan. Sakit hati karena ucapan nyinyir orang tentang “Aduh, harusnya begini dan begitu”, rasa iri setiap melihat ibu lain yang berhasil mengASIhi, semua tidak sebanding dengan perasaan bersalah yang saya rasakan terhadap putri saya. Saya tahu saya sudah gagal dalam salah satu fase paling penting di hidupnya. Dua tahun setelah itu, tak pernah sehari pun saya hidup tanpa rasa bersalah. Saya menyesali tidak berhasil menemukan tenaga medis yang lebih bisa diandalkan. Saya mengutuki diri saya mengapa tidak lebih awal mencari informasi. Melihat putri saya yang sedang minum susu formula membuat saya ingin menangis. Saya tahu penyesalan tidak akan mengubah waktu yang sudah berlalu, tapi tetap saja sulit untuk mengikhlaskan kegagalan yang satu ini. Sampai di satu titik saya sadar, menyalahkan…

Kami Berhasil Menyusui walau C-Section

Saya Oginawa, bapaknya Hooria (8 bulan). Saat masih menjadi calon ayah, kami belajar agar bisa memberikan yang terbaik bagi anak nanti. Caranya dengan membaca buku tentang betapa pentingnya ASI; buku soal melahirkan normal dengan nyaman (gentlebirth) dan buku soal food combining. Khusus buku food combining karena kami ingin memberikan asupan yang baik ketika bayi masih di dalam perut. Soal pemeriksaan kehamilan kami tidak memilih jalur dokter SpoG di rumah sakit saja tapi juga melakukan pemeriksaan di bidan Erie, yang ada di Citayam. Pertimbangan periksa di bidan selain untuk opini kedua setelah dokter tapi berharap dapat juga melahirkan gentlebirth atau waterbirth yang sudah sering dilakukan oleh bidan ini. Kami penasaran bagaimana bisa istri dapat melahirkan dengan rasa nyaman seperti orang-orang lain. Oya, periksa di bidan itu termasuk kelas yoga selama 2 jam. Ketika usia kehamilan masuk 6 bulan posisi bayi masih lurus dengan kepala di atas (sungsang), bulan ketujuh, kedelapan hingga…

Perjuangan ASI si Ibu Baru

Dear ibu, Melahirkan adalah sebuah peristiwa besar dan tak terlupakan dalam hidup kita, setiap ibu pasti bisa mengingat dengan jelas, kenangan saat melahirkan buah hatinya kedunia. Buat Saya, peristiwa besar itu terjadi di sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak yang cukup terkenal di Jakarta. Saat itu dokter memutuskan bahwa Saya harus diinduksi, karena menurut dokter, air ketuban Saya sudah berkurang fungsinya. Pada saat pembukaan 7, air ketuban pecah, dan airnya berwarna hijau. Hingga pada saat pembukaan 10, anak Saya lahir dengan kondisi biru, dan tidak menangis, hati Saya merasakan beribu perasaan pada saat itu, bahagia, bingung,dan takut, semuanya campur jadi satu. Melahirkan Tanpa IMD Saya tidak diberikan waktu untuk Inisiasi Menyusui Dini (IMD) karena bayi harus segera dibawa untuk dibersihkan dan langsung dimasukan ke tabung incubator. Mungkin karena hal ini, sampai anak Saya beusia dua hari air susu ibu (ASI) Saya belum kunjung keluar padahal si anak terlihat lapar dan ingin menyusui. Pada saat dicek bilirubinnya cukup tinggi dan…

Menjadi Perempuan, Menjadi Ibu

Dear Ibu,     Aku Dita, ibun dari Aksara, yang saat ini sudah berusia 20 bulan. Waktu hamil Aksara, usiaku 27 tahun. Kata orang tua, itu adalah waktu yang pas untuk punya anak. Para ilmuwan di Royal College of Obstetricians and Gynaecologists juga mengamini kata orang tua itu. Secara raga memang mungkin aku sudah optimal, tapi secara jiwa aku belum siap. Gak tahu harus gimana saat lihat garis merah dua di testpack. Tapi setelah lihat senyum suami, lihat kebahagiaan muka orang tua dan terpapar foto teman-teman yang tengah hamil lalu punya bayi di news feed Facebook membuat aku jadi “mungkin inilah saatnya”. Ketakutan-ketakutan ibu hamil itu banyak banget. Banyak banget. Banget!. Sebulan sebelum aku tahu tentang kehamilanku, aku diterima kerja di kawasan Cikini. Ini menjadi salah satu kecemasan aku kala itu. Baru diterima kerja lah kok udah hamil, itu yang terlintas waktu mau berbagi cerita ini ke orang-orang kantor. Tapiiii,…

Navigate