Uncategorized

Tetap asyik tanpa panik selama mbak mudik lebaran.

Momen lebaran selalu jadi “family time”yang ditunggu-tunggu, jelas karena maknanya sangat besar tapi juga kesempatan untuk silaturahmi yang dikondisikan menjadi berkesan. Kepulangan asisten rumah tangga maupun mbaknya si adek, justru menjadi bonus sendiri buat keluarga kecil kami karena itu berarti saatnya “quality time” bersama 24 jam berempat (ayah, bunda, kakak raya dan adek garda). Sejak dulu, mind set saya dan suami cuma satu, menikmati semua momen kebersamaan dan percaya bahwa semua pasti bisa dikerjakan bersama-sama. Jadi begitu harus pulang kampung, tanpa mbak, buat kami sangat tidak apa-apa. Kalau Lelah pasti ada, tapi jika yang diingat lelahnya pasti bertambah berkali lipat hahaha. Jadi yang kami siapkan selama tidak ada asisten rumah tangga biasanya 3 hal ini, dan simple banget : Pertama, berbagi tugas dengan semua anggota keluarga. Misalnya ayah sukanya memasak dan mencuci, bunda take care anak-anak dan bersih-bersih serta kakak sudah bisa membantu untuk berberes baju dan kamar.Ini juga sebenarnya berlaku…

Charitees : We Send Your Message!

Di Haloibu kami meyakini 3 hal dengan sepenuh hati; Ketika seorang ibu mendukung ibu lainnya, kita bisa menciptakan hal yang luar biasa, Ketika kita melakukan sesuatu dengan hati, hasilnya akan menyentuh banyak hati lainnya, dan Ketika kita menebar kebaikan, energinya akan berbalik pada kita. Hal inilah yang kemudian membuat kami memulai proyek Charitees bersama dengan Matroishka. Lewat T-shirt berisi kata- kata dukungan, kami ingin mengingatkan para ibu di Indonesia bahwa mereka kuat dan berharga. Lewat hasil penjualannya, kami mengajak para ibu untuk mendukung perempuan lain yang kurang beruntung. Semangat ini jugalah yang dimiliki Ibu Robin Lim, seorang bidan di Ubud, Bali, yang meyakini bahwa para perempuan harus diberi dukungan untuk mempercayai hati dan tubuhnya sendiri ketika melahirkan seorang anak ke dunia. Dengan semangat ini, Ibu Robin Lim telah membantu banyak ibu dan bayi untuk melewati proses kelahiran yang damai, penuh cinta dan dukungan. Ibu Robin Lim juga banyak membantu…

36-37 Weeks Pregnant : Receiving and Surrender

Saya ingin sekali posting atau cerita apa yang saya lalui di Ubud, tapi saya bingung mau mulai darimana, terlalu banyak cerita, terlalu banyak stimulan bila harus di post di instagram post dalam 100 kata. Ah, betapa beruntungnya  saya bisa mengalami semua ini. Saya bisa berada di tengah perempuan-perempuan dari pelbagai belahan dunia yang mendedikasikan waktu dan hatinya untuk perempuan-perempuan lain yang sedang hamil ataupun dalam masa transisi, postpartum. Bisa berada dekat dengan alam, dengan mother earth, serta dekat dengan kesadaran dalam diri. Kok, bisa yah saya mengalami ini semua? mungkin jawabannya…….Surrender. Postpartum the transition Buat saya melahirkan merupakan proses yang sangat indah, deg-degan, ditunggu-tunggu, dan ingin saya nikmati. Maka jadilah saya seorang birth doula. Bercita-cita menemani perempuan, dan memastikan perempuan bisa merasakan kekuatan yang Ia miliki saat melahirkan. It’s the most beautiful thing, if we are allowing our body, our baby, to connect and receive. Dan tak lupa upaya pemberdayaan…

Sesi Makan yang Menyenangkan

Saat anak mulai memasuki usia MPASI pastinya kita sibuk mempersiapkan segala sesuatunya ya Ibu. Mulai dari peralatan makannya, peralatan untuk memasak MPASI yang biasanya disiapkan tersendiri berbeda dari peralatan memasak keluarga, hingga resep-resep yang akan dibuat. Tapi ada satu hal yang paling penting dari semua itu Ibu, yaitu membekali diri dengan ilmu-ilmu tentang metode MPASI yang akan kita pilih. Salah satunya adalah metode Baby Led Weaning. Metode pemberian MPASI yang berawal dari Inggris ini adalah membiarkan anak menyuapi dirinya sendiri saat ia belajar makan di usia 6 bulan. Baby Led Weaning ini menekankan pada kemampuan anak untuk mengunyah makanan yang agak padat. Jenis makanan yang sesuai untuk Baby Led Weaning adalah finger food, yaitu makanan apapun yang dapat diambil oleh tangan mungil si bayi. Hari Jumat, 16 Februari 2018 kemarin haloibu berkesempatan diundang ke Sharing Session yang dipersembahkan oleh Ibu Andien Aisyah: Belahan Jantungku Vol. 02. Sharing session ini membahas tentang…

Lingkaran Ibu Vol. 10 #IbuBerdaya: Birthing The Mother

Begitu mudahnya kita membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Sadarilah bahwa cara yang orang lain pilih belum tentu membuat kita nyaman. Menjadi seorang ibu adalah sebuah perjalanan. Perjalanan menumbuhkan naluri ibu, mengembangkan cinta-kasih yang dimiliki ibu, mengungkapkan apa yang dirasakan selama mendapat peran ibu… Di luar sana, entah di dunia nyata atau dunia media sosial, banyak ditemukan gambaran sempurna seorang ibu. Ibu yang tetap cantik saat melahirkan normal. Ibu yang melahirkan alami hanya dengan tertawa lepas tanpa harus menunjukkan ekspresi kesakitan yang luar biasa. Ibu yang melahirkan penuh dengan tangis bahagia setelah ‘menangkap’ bayinya sendiri. Ibu yang cara merawat bayinya begitu sempurna. Ibu yang cara menyusui bayinya terlihat cantik dan sempurna. Ibu yang semua cara hidupnya bagi kita itu sempurna. Lalu apa yang membuat kita khawatir ibu? Sadarilah ibu, ada satu hal yang sering terlupa. Kita sering lupa mengungkapkan rasa cinta pada diri sendiri. Pada tubuh kita…

Lingkaran Ibu : Self Love Talk

ditulis oleh  Ashtra dan Irna When Women make a circle, We Empower. Hari ini 22 Desember, hari Ibu. Harinya para Ibu merayakan hari jadinya bersama-sama perempuan lain. Siapa sih Ibu? Kalau dalam kamus besar bahasa Indonesia, Ibu adalah sosok perempuan yang lebih tua. Belum tentu memiliki anak. Bila kamu perempuan dengan anak yang sudan dipanggil tuhan, kamu adalah Ibu. Bila kamu perempuan yang sedang menunggu si buah hati yang belum juga dilahirkan, kamu adalah Ibu. Bila kamu perempuan yang sedang hamil, kamu adalah Ibu. Bila kamu punya anak yang sudah dipanggil Tuhan  ketika masih mengandunng, kamu adalah Ibu. Bila kamu perempuan yang mengadopsi anakmu dari perempuan lain, kamu adalah Ibu. Bila kamu memilki anak, kamu adalah Ibu. Your a mother if motherearth decide  you are. Your a mother if you decided to, whether you have child beside you or not. Pada Minggu, 18 Desember 2016 lalu, haloibu.id lahir. Dua…

Our Mini Bali Getaway

Kenapa Mini? Karena hanya beberapa malam, saya suka sekali jalan-jalan yang tak buat badan capek, bangun dengan menikmati hari dan tempat yang sedang saya kunjungi. Kadang traveling macam ini memakan waktu lebih dari 10 hari, and thats how I love it, going with locals, absorb the culture. Tak perlu uang banyak, asal mau tinggal di tempat yang tidak wah. Next time, I will write about it yah! Tanggal 24  April 2016 kemarin Mahija naik pesawat pertama kalinya. Sebenernya sudah 2 kali sebelumnya, tapi M tidak terlalu mengerti karena berusia kurang dari 1 tahun. Lalu pada tahun 24 April lalu, drum rolls, M naik pesawat dan sudah sadar. Yeay! Macam mabuk ajah yah enggak sadar hehe. Ini juga kali pertama kita naik pesawat berdua saja . M dan saya. Saya dan M. dan tas besar, ransel, dan energi toddler berusia 2,5 tahun.   Sebelum naik pesawat ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Mental…

Navigate