Travel

Sebuah Titik Balik di Montserrat

oleh Raden Prisya Saat saya berlibur selama 12 hari ke Spanyol bulan Juli silam, titik balik saya terjadi di sebuah tempat. Titik balik yang akhirnya mengembalikan diri saya, yang saya tunggu sekian lama. Tempat itu bernama Montserrat. Sebuah pegunungan batu di pinggir kota Barcelona, yang disebut ‘Pahatan Tuhan’ karena keindahannya. Karena terbuat dari batu, memang ia tampak seperti pahatan tanpa cela. Ia tak dapat menyembunyikan keindahannya, meski panas hari itu mencapai 38 derajat. Saya turun dari bus dengan rasa tidak percaya, bahwa saya bisa melihat tempat seindah itu lagi dalam waktu secepat itu dalam hidup saya. Berjarak begitu jauh dari rumah yang berisi keluarga dan anak-anak saya. Ada sedikit rasa bersalah yang menghantui—suami saya tengah di Jakarta menjaga anak-anak. Mungkin Atharjahja dan Bhamaskaja tengah mencari saya. Tapi saya terus mencoba menikmati apa yang saya lihat. Di saat yang sama, telepon genggam saya berdering. Dan tampak wajah suami saya memanggil melalui…

Our Mini Bali Getaway

Kenapa Mini? Karena hanya beberapa malam, saya suka sekali jalan-jalan yang tak buat badan capek, bangun dengan menikmati hari dan tempat yang sedang saya kunjungi. Kadang traveling macam ini memakan waktu lebih dari 10 hari, and thats how I love it, going with locals, absorb the culture. Tak perlu uang banyak, asal mau tinggal di tempat yang tidak wah. Next time, I will write about it yah! Tanggal 24  April 2016 kemarin Mahija naik pesawat pertama kalinya. Sebenernya sudah 2 kali sebelumnya, tapi M tidak terlalu mengerti karena berusia kurang dari 1 tahun. Lalu pada tahun 24 April lalu, drum rolls, M naik pesawat dan sudah sadar. Yeay! Macam mabuk ajah yah enggak sadar hehe. Ini juga kali pertama kita naik pesawat berdua saja . M dan saya. Saya dan M. dan tas besar, ransel, dan energi toddler berusia 2,5 tahun.   Sebelum naik pesawat ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Mental…

Travel With Feminist Eye

Perjalanan ke tanah sapi , saya lakukan pada akhir 2012 dengan mantan pacar alias suami saya, Ray. Kami backpacking ke India pre honeymoon. It was a great journey, we found love to each other. But that’s a story for another time. Saya suka sekali memotret pada saat itu, kebetulan pada saat yang sama saya sedang mengikuti kelas fotografi di Galeri Foto Jurnalistik Antara di Pasar Baru, Jakarta. Jadi kerjaannya motret ajah di balik kamera hihi. Lalu awal tahun ini saya mencoba mengulik harddisk, membereskan folder.. dan saya menemukan foto-foto perjalanan kami. Ketika saya mulai scrolling ke bawah, saya memperhatikan banyak foto perempuan yang saya ambil. The women and girls are so beautiful. Their expression, their cloth. I’m so fascinate by them. Setiap mencoba memotret saya pasti meminta izin terlebih dahulu kepada mereka. Kadang saya suka ditolak, tapi lebih banyak yang mau. Hehe. Saya mulai menyadari, my pictures represent how I…

Navigate