My Inspiration

Berbisnis dengan Cinta dari Rumah

Sejak kecil saya menyukai dunia anak beserta hal-hal kecilnya, karena itu saya memilih untuk berkarir di sebuah sekolah yang juga memiliki tempat bermain. Saya semakin jatuh cinta dengan dunia anak-anak sampai akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja di saat mengandung Dimitri, anak pertama saya. Sejak memutuskan resign saya hanya fokus mengurus Dimitri dirumah. Karena kebetulan background pendidikan saya design graphics, sesekali saya menerima job lepasan untuk mendesign. Saat Dimitri mulai memasuki usia 1 tahun, saya mulai sering membuat aktivitas untuknya di rumah dengan menggunakan barang-barang seadanya. Tujuan utama saya sih sebenarnya bukan untuk membuat dia pintar, bukan untuk membuat dia terstimulasi dengan cepat. Tujuan utamanya adalah agar Dimitri happy dan ternyata saya sangat menikmati prosesnya. Proses menyiapkan segala perintilan art & craft, dll. Karena itu tadi saya mencintai dunia itu. ILOKIDS lahir. Berawal dari saat saya, suami dan Dimitri harus berangkat keluar kota, saat itu Dimitri berusia 2 tahun, usia…

Berkarya dengan Hati

Berkarya itu dikerjakan pakai hati, di dalamnya melibatkan improvisasi, eksplorasi, eksperimen, pendalaman, penghargaan dan rasa cinta. Bekerja itu dikerjakan sesuai aturan yang diperintahkan saja. Agar valid, berikut saya sisipkan detail dari pengalaman saya bekerja selama 24 tahun. 1994 – 1999 Magang berbayar di konsultan arsitektur sebagai tukang maket (pembuat miniature rumah / bangunan) 1999 Lulus kuliah, merantau ke Bali jadi arsitek junior di konsultan arsitektur Imagi – Sanur 2000 – 2003 – Bandung Menjadi arsitek dengan beberapa side job sebagai: Menjadi wedding decorator / wedding organizer khusus kawinan jawa Menjadi Event Coordinator / Project Officer di banyak event di Bandung Menjadi Produser program prime time sore Radio Oz, Bandung selama 6 bulan Menjadi Produser film independen (salah satu aktornya adalah Agus Rahman, yang memerankan tokoh bernama Ringgo, sampai akhirnya sekarang dia lebih dikenal dengan nama Ringgo Agus-) Menjadi Produser Video klip beberapa karya teman-teman di Bandung Menjadi…

Sesi Makan yang Menyenangkan

Saat anak mulai memasuki usia MPASI pastinya kita sibuk mempersiapkan segala sesuatunya ya Ibu. Mulai dari peralatan makannya, peralatan untuk memasak MPASI yang biasanya disiapkan tersendiri berbeda dari peralatan memasak keluarga, hingga resep-resep yang akan dibuat. Tapi ada satu hal yang paling penting dari semua itu Ibu, yaitu membekali diri dengan ilmu-ilmu tentang metode MPASI yang akan kita pilih. Salah satunya adalah metode Baby Led Weaning. Metode pemberian MPASI yang berawal dari Inggris ini adalah membiarkan anak menyuapi dirinya sendiri saat ia belajar makan di usia 6 bulan. Baby Led Weaning ini menekankan pada kemampuan anak untuk mengunyah makanan yang agak padat. Jenis makanan yang sesuai untuk Baby Led Weaning adalah finger food, yaitu makanan apapun yang dapat diambil oleh tangan mungil si bayi. Hari Jumat, 16 Februari 2018 kemarin haloibu berkesempatan diundang ke Sharing Session yang dipersembahkan oleh Ibu Andien Aisyah: Belahan Jantungku Vol. 02. Sharing session ini membahas tentang…

DIY Earring Holder

Halo ibu! Pernah merasa kesulitan mencari anting/ perhiasan yang harus dipakai saat akan menghadiri undangan pernikahan dan event lain yang menanti di akhir pekan? Saya pernah dan sering mengalaminya. Anting yang tadinya sepasang, sekarang tinggal satu, bahkan hilang atau rusak karena penyimpanan yang tidak tepat. Ujung-ujungnya dibuang dan harus membeli baru lagi. Begitu seterusnya. Nah untuk mensiasatinya saya berinisiatif untuk membuat tempat anting sederhana dari media yang sederhana pula, murah, dan tidak butuh waktu lama. Pertama, untuk media yang digunakan, saya hanya menggunakan 2 media saja. Stick Ice Cream (warna netral atau warna-warni) Lem tembak (glue gun) Nah, sekarang kita lanjut ya dengan cara membuatnya : Panaskan terlebih dahulu lem tembak yang akan kita gunakan agar lemnya mencair dan bisa digunakan. Pilihlah warna stick yang diinginkan dan pisahkan. Ambillah 2 buah stick lalu berilah lem di masing-masing sisi dan gabungkan kedua stick tersebut hingga menjadi 1. Ulangi stepnya sehingga…

Meet Up to Grade Up

5 Wisdom From Najwa Shihab oleh Ashtra Dymach Tanggal 16 Mei  2017 lalu, haloibu diundang oleh ke acara Meetup Ucita Pohan . Ini adalah acara Meet Up yang ke 3, mengundang Najwa shihab. Seorang Ucita Pohan yang merepresentasikan energi muda, popular culture bertemu dengan Najwa Shihab yang lugas dan identik dengan isu politik. Ucita berhasil membuat Najwa menjadi sosok yang  lebih santai dan friendly . Pada acara Meet Up Ucita Pohan kemarin, saya seperti mendownload banyak informasi , banyak inspirasi. Meet Up to Grade Up my brain. I would like  to share with you, this is 5 Wisdom I got from Najwa Shihab. You Need to Keep Up or You Will be forgotten Kita harus siap dengan perubahan atau kita akan dilupakan. Zaman terus berubah, banyak hal baru, banyak yang harus dipelajari. Najwa bercerita, Ada seorang pelukis yang mempunyai kemampuan melukis mirip sekali dengan aslinya, dengan objek yang dilukisnya. Sampai-sampai…

PO SI PANDA PULANG KAMPUNG

Shifu: mastering chi requires,of self. Oogway sat alone in a cave, for thirty years, asking one question, Who am I?who am I? I’m lucky to have 5 minutes before you intterupt… Po: Aw, now so I have to sit alone In a cave for thirty years? Tadi malam Saya dan Mahija menonton film Kungfu Panda 3.  Film ini kami tunggu-tunggu Karena M sudah melihat iklannya dimana-dimana. Ia selalu berteriak “itu, Baby bear!”, bila melihat Po si Panda. Good job Marketing, my child is sold.  Hehe. Saya masih ingat menonton film Kungfu Panda 1  pada saat saya masih single dan available. Kungfu Panda 2 pun saya belum memiliki anak. Jadi lucu sekali menonton yang ke 3, eh sama Mahija. I like a movie that have sequels, they kinda follow my life. Ngomongin sekuel, saya suka nervous mikirinnya. Kalau yang pertama bagus, yang kedua harus lebih bagus, atau paling tidak sama bagusnya.…

Film Memberikan Harapan

“….harapan kan datang membawakan terang, hidup ini sangat berarti, tak ingin ku berhenti bermimpi…..”. I love being inspired with great things in life. Great friends, lovely conversation, meaningful books , traveling, and ofcourse film. Dulu saya dan almarhum Abang saya bisa mendiskusikan film secara khusyuk . Dari director, cast, Sampai alur cerita. Hence,I’m quite picky with what I watch. Dulu pertama kali nonton film Indonesia di Bioskop itu  petualangan Sherina, masa kecil saya terngiang-ngiang suara merdu Sherina. Lalu pada saat remaja Ada Apa Dengan Cinta (AADC) . Saya masih ingat waktu itu saya masih SMP. Kami segenk cewek-cewek mengantri nonton di Pondok Indah Mall, dulu hanya ada PIM 1 hehe. Saking banyak yang ingin menonton, banyak anak-anak muda membludak mengantri, aduh sampai tidak bisa berjalan , saking ramainya gencet-gencetan sampai-sampai ada kaca yang pecah. Antusiasme masyarakat menonton film Indonesia besar sekali. Lalu setelah itu bergairah kembali perfilman Indonesia . Muncul…

Berkelana Dengan “The Alchemist”

Buku buat saya rasanya seperti traveling, my soul are feed with equanimity, pleasure, adventure . By reading great book I fill the emptyness in me.  Ada beberapa buku yang menjungkir balikan pikiran saya, menggoyah kepercayaan diri. Itu yang saya rasakan begitu membaca The Alchemist dari Paul Coelho.  Saya  tersindir , tertawa, dan bahagia. The Alchemist adalah buku Paul Coelho pertama yang saya baca. I was single, in College, working at a Radio at that time in Bandung. Saya penyuka petualangan. Di dalam buku ini seorang penggembala meninggalkan kampung halamannya yang hijau ke Padang pasir. Ia menjual semua dombanya dan pergi ke tempat paling jauh dari rumahnya berkat ramalan seorang gypsy akan sebuah peta harta karun. Sampai di tujuannya, pencopet merusak takdir pemuda itu. Semua uangnya di ambil. Pemuda itu akhirnya perlu bekerja keras dan bekerja . Ia bertemu seorang yang bijaksana yang akan merubah cara Ia memandang hidupnya. Tak disadari,…

Navigate