Mindful Living

The Importance of Self-Love

Halo Ibu, Kalau membicarakan menjadi Ibu baru selalu menjadi topik seksi dan hangat. Transisi dari ‘diri sendiri’ dengan menambah gelar baru di depan, Mama, Ibu, Bunda, Nyanya, Bun-bun, selalu terdengar imut dan menyenangkan. Saya suka mesem-mesem sendiri sambil berujar dalam hati “Asik juga gw udah jadi Ibu orang”. Dalam euphoria keibuan, ada teman yang tak terlalu akrab di Facebook comment, “Gimana perasaanya sekarang surga di telapak kaki kamu?”. Kalau Saya lagi di Sitcom, pasti ada suara Wakwawwww dibelakang. Gelar menjadi Ibu begitu Wah, lux dan sakral. Saya enggak yakin bocah seperti saya yang hobinya makan bakso pake sambel semangkok mampu menerima gelar ini. And the days goes on, dalam keraguan menjadi ibu. Pada saat hamil saya begitu dimanja oleh suami, keluarga, dan semua orang. Begitu melahirkan, Tiba-tiba semua perhatian jatuh ke anak saya, perhatian saya pun begitu. Semua sangat concern dengan anak kami, semua berusaha memberikan tips dan trik menjadi…

Meditation Dummy for Mommy

Kenapa Saya melakukan meditasi setiap pagi? Saya pikir setiap orang perlu memiliki alat atau tools untuk tetap waras. dimana, rutinitas sebagai Ibu kadang membuat hati dan pikiran melepuh.  Dan lagi-lagi saya jadi lupa merawat diri. Padahal untuk memikirkan orang lain, kita butuh memikirkan diri dahulu. Stigma Ibu harus bisa jadi paling kuat, harus bisa melakukan semua, ibarat ilmu ini perlu dikaji ulang. Come on, belum juga setengah dari umur saya, saya menjajal profesi Ibu. Bukan cuma ekspektasi orang lain yang perlu dipikir ulang, ekspektasi diri sendiri juga perlu dipertanyakan. Why we put so much preassure on ourself . Your are the gift Of the world, why you need to unwrapped it cruelly, when you can do it lovely. Untuk tetap menjadi waras, saya melakukan meditasi setiap hari. Khususnya pada hari-hari yang berat. Saya yakin banyak cara mencari ketenangan dan damai dalam diri, dan tiap orang memilih yang berbeda. Tapi untuk…

Ayurveda dan DIY Face Scrub & Mask

Halo Ibu! Perkenalkan, saya Zia. Sahabatnya Ibunya Mahija, a.k.a Ashtra. We’ve been friends since Uni, dan menarik sekali melihat bagaimana hidup membawa berbagai orang ke jalan kita. Dulu saya sama Ashtra berada di ‘jalan’ yang jauh berbeda dengan yang sekarang. Dulu Ashtra really into journalistic, while I wanna be diplomat. But life is full of surprised, isn’t it? Kita sempet menjalani hidup masing-masing, dan tiba-tiba sekarang kita balik ke jalan yang sama lagi. Nothing is coincidence, including every person that I met in my life. Oya, saya belum memperkenalkan lebih jauh siapa saya ya hehe, selain teman kuliahnya Ashtra. Saya seorang Terapis Ayurveda, event organizer (seringnya organizing acara suami yang merupakan seorang Naturopathic & Ayurveda Doctor, as well as Yoga & Bodywork Teacher), dan saya juga suka nulis. Mostly related with health and wellbeing that I share on my Instagram account here. So in this exciting opportunity, saya dan Ashtra…

Little Guide for Essential Oil

Saya sering mendapatkan pertanyaan, saat membalurkan Mahija dengan minyak bila Ia sedang sakit. Mereka bertanya, apa ini minyak telon? Karena saya menggunakan botol kaca kecil. Saya bilang bukan, ini Essential Oil . Saat Mahija terluka, saya akan memberikan E.O Lavender dengan carrier Coconut Oil/ minyak kelapa. Ini lumayan cepat memulihkan luka Mahija. Lalu datanglah pertanyaan apa sih E. O? And how to use it? So, what is essential Oil? Essential Oil adalah saripati dari tumbuhan yang didapatkan dari penyulingan oleh air atau uap, dengan proses mekanik oleh kulit jeruk , bisa juga dengan penyulingan kering yang dilakukan secara alami atau dengan coldpressed. Tumbuhan secara alamiah memproduksi bahan kimia yang terus berubah komposisinya, yang membantu tumbuhan beradaptasi dengan keadaan dari dalam dan luar dirinya. Menurut riset, tumbuhan memproduksi essential oil untuk dengan beberapa tujuan , salah satunya untuk menghindari serangan serangga dan hewan lainnya dan juga menjadi anti bakteri dan anti…

Navigate