Mindful Living

Kumpul di Fabelio Vol.2

“Energy is contagious. It doesn’t die. Saat kita berada di dekat orang yang bahagia, bawaannya juga pasti jadi happy. Because energy will circulate around you. Just like today, I am so happy to be with all of you,” tutur Ashtra membuka perbincangan pada acara Lingkaran Kita x Fabelio: Kumpul bersama Fabelio vol 2 hari Sabtu 28 Oktober 2017 kemarin di Fabelio Showroom. Fabelio sendiri adalah sebuah situs belanja online dalam bidang furniture yang menghubungkan antara pembeli dan penjual dengan beragam furniture berkualitas tinggi. Seperti tagline dari Fabelio “At Fabelio, we believe in bringing comfort to your home through design” Fabelio ingin mewujudkan surga di dalam rumah karena keindahan, kenyamanan, dan kehangatan menjadi fokus dari setiap produk yang ada di Fabelio. Pagi itu terasa berbeda dari biasanya. Sejak pagi tim haloibu dan Fabelio sudah sibuk menyiapkan segala persiapan dan printilan yang dibutuhkan untuk acara yang merupakan kerjasama kedua belah pihak ini.…

How to Create Unjudgemental Conversation

Halo ibu, kemudahan untuk mendapatkan akses informasi di jaman sekarang ini, kadang membuat seorang ibu merasa paling tahu segala hal. Sehingga, ibu begitu mudahnya dengan atau tanpa sadar men-judge ibu lain saat sedang berbincang-bincang. Contoh dari pengalaman saya sendiri, ketika sedang bercerita tentang anak saya yang pernah susah makan, lawan bicara saya yang juga seorang ibu menanggapinya dengan jawaban “masakanmu kurang enak kali.. atau kamu kurang disiplin atur waktu makan dia dari sejak bayi. Makanya harus teratur waktu makannya” Contoh lainnya, ketika saya bercerita bahwa (waktu itu) anak saya suka memukul temannya, ibu lain yang usianya lebih tua dari saya menanggapi dengan jawaban “Nah, itu pasti ibunya suka memukul! Nggak mungkin anaknya suka mukul kalau nggak ada contoh. Pasti deh ibunya suka memukul” Tanpa bertanya terlebih dahulu, tanpa menggali informasi lagi, seorang ibu yang merasa lebih pengalaman dan lebih banyak pengetahuan berkata demikian. Jika sudah kenal dekat dengan lawan bicara,…

Berdamai dengan Diri Sendiri

Mastitis yang disertai infeksi bakteri berat membuat saya harus dirawat selama 2 minggu di rumah sakit dan menghilangkan kemampuan saya untuk menyusui. Padahal, saat itu usia putri saya baru 1 bulan. Sakit hati karena ucapan nyinyir orang tentang “Aduh, harusnya begini dan begitu”, rasa iri setiap melihat ibu lain yang berhasil mengASIhi, semua tidak sebanding dengan perasaan bersalah yang saya rasakan terhadap putri saya. Saya tahu saya sudah gagal dalam salah satu fase paling penting di hidupnya. Dua tahun setelah itu, tak pernah sehari pun saya hidup tanpa rasa bersalah. Saya menyesali tidak berhasil menemukan tenaga medis yang lebih bisa diandalkan. Saya mengutuki diri saya mengapa tidak lebih awal mencari informasi. Melihat putri saya yang sedang minum susu formula membuat saya ingin menangis. Saya tahu penyesalan tidak akan mengubah waktu yang sudah berlalu, tapi tetap saja sulit untuk mengikhlaskan kegagalan yang satu ini. Sampai di satu titik saya sadar, menyalahkan…

Relationship Goals ?

Saya masih ingat, saat di awal umur 20 tahunan, goal besar dalam bidup saya adalah menjadi sukses. Menjadi sukses secara finansial, karier dan seperti kebanyakan jiwa muda menjadi terkenal dengan apa yang saya lakukan. Saat masih duduk dibangku kuliah, saya akan pergi melanglang buana mencari kegiatan untuk memenuhi kebutuhan diri. Singkatnya, biar eksis. Saya mendaftar siaran di radio lokal, menjadi fashion stylish di sebuah majalah lokal, sampai menjadi MC di acara tradisional di pusat kebudayaan setempat, padahal saya bukan berasal dari sunda.   I just want to create, make a  different, and have achievement. Lahir dan besar di Jakarta, saya terbiasa mempunyai goal, dan bersaing dengan orang lain. Di Ibukota saya selalu bergerak cepat. Saya suka merasa bersalah hanya berada di rumah tak melakukan apapun. Saya hanya tahu, kalau saya punya banyak kegiatan saya keren. I was so drawn by having a lot of things in life. Kalau saya ingat…

Journey of Gratitude

Selamat tahun baru 2017 ! Memulai tahun baru seperti memulai harapan baru. Memulai resolusi baru. Apa Kamu sudah siap memulai tahun ini? Before we start this year properly, let’s take a look inside . Are you grateful with what you have last year? Butuh waktu lama buat saya benar-benar menikmati motherhood. Adaptasi dengan rutinitas bayi tidur, menyusui, mandi dan bermain. Saya beri simpulan, menjadi ibu tidak mudah . Tapi doable. Dapat diilakukan. Jika perempuan sebelum Kamu  melakukannya , kamu juga pasti bisa melakukannya. Kamu hanya perlu yakin dengan diri sendiri dan berlatih untuk bersyukur. What makes me get through transitioning in to  motherhood is,one of them,  I try to be grateful with small things. Saat single saya biasa melakukan semuanya dengan grand, besar. Menggapai semua yang saya harapkan dan inginkan walau sesulit dan setidakmungkin apapun. I will try my best. I don’t care for the obstacles, whatever I want and…

Ibu, Ayo urus diri Anda sendiri !

 Why Take Care for Yourself? Karena Ibu adalah entitas penting di dunia ini. Karena memberikan cinta kepada orang lain perlu energi dari diri, dan mencintai diri sendiri adalah hal paling masuk akal . Dalam satu minggu kemarin Saya malas sekali melakukan banyak hal. Padahal to-do list sudah menggunung. Satu minggu sebelumnya, semangat saya berkobar-kobar untuk melakukan banyak hal, I have goals and dreams, I was so cossumed with the idea of the future and forget about the present, What makes it worse, I started to compare my self with others. In this social media world, its so easy for us to love the idea of having someone elses life. Karena goal yang begitu besar, waktu yang terserap banyak untuk memikirkan hal itu, Saya jadi lupa memikirkan diri Saya sendiri. Sehabis mengurus anak, Saya akan memberikan energi yang tersisa untuk bekerja, lalu kembali mengurus rumah, lalu bekerja. Ini seperti pembunuhan karakter…

5 CARA UNTUK COMPASSIONATE PARENTING

Pekerjaan apa yang paling sulit tapi paling berharga? Menjadi orangtua. Tidak pernah diberikan pensiun oleh pemerintah, negara maupun tuhan. Dari Senin sampai Senin, 24 jam, 365 hari. Ironman, you got to rest,but we have children to raise. Saat dulu tahu kami akan menjadi orangtua, Saya dan suami merasa beruntung sekali diberikan tugas mulia oleh alam semesta. Lalu besoknya, Saya langsung mikir, ‘Ini gimana yah? Ngurus diri sendiri saja belum mumpuni, apa Saya mampu mengurus satu mahluk yang 100 persen harus mengandalkan Saya pada tahun-tahun pertama hidupnya?’. Maka Saya pun menarik kembali aplikasi saya jadi orangtua hari itu. Hehe. Kalau secara ekonomi,, ini sangat beresiko, saya tidak pernah punya pendidikan orangtua, tidak pernah dikasih tutorial oleh orang tua, tidak pernah punya pengalaman menjadi orangtua, jadi kenapa Saya harus ambil? I blame hormones and love. Unprepared but so much love. 3 September 2013, Mahija lahir ke dunia ini secara spontan gentlebirth. Hampir…

Self Love For Mothers

Halo ibu, Cita-cita saya bisa membuat perempuan dari pelbagai background duduk bersama, membuat lingkaran saling berbagi dan mendengarkan , we share positive vibes to each other. Ini salah satu alasan haloibu.id berdiri. Tempat perempuan bisa berbagi dan saling mendengarkan. Salah satunya menulis di kolom ‘dear ibu’, dan berbincang di ‘Talk To Tuesday’ di youtube dan hopefully monthly meet up. Sebagai seorang perempuan, saya punya banyak peran yang harus saya jalankan. Kebetulan saya seorang Anak, istri, Ibu dari seorang anak, dan juga saya sendiri sebagai Ashtra. Menyeimbangkan peran-peran ini butuh effort. Kebetulan juga saat menjadi Ibu dari anakku Mahija, alam semesta yang memutuskan. Faith choose me as I was pregnant first before everything else. It was a rough journey knowing my body change, my environtment didnt support me, I have no nothing about my body, yet everyone was questioning why I’m pregnant. Tekanan-tekanan tadi membuat saya stress, saya nangis terus, padahal…

The Importance of Self-Love

Halo Ibu, Kalau membicarakan menjadi Ibu baru selalu menjadi topik seksi dan hangat. Transisi dari ‘diri sendiri’ dengan menambah gelar baru di depan, Mama, Ibu, Bunda, Nyanya, Bun-bun, selalu terdengar imut dan menyenangkan. Saya suka mesem-mesem sendiri sambil berujar dalam hati “Asik juga gw udah jadi Ibu orang”. Dalam euphoria keibuan, ada teman yang tak terlalu akrab di Facebook comment, “Gimana perasaanya sekarang surga di telapak kaki kamu?”. Kalau Saya lagi di Sitcom, pasti ada suara Wakwawwww dibelakang. Gelar menjadi Ibu begitu Wah, lux dan sakral. Saya enggak yakin bocah seperti saya yang hobinya makan bakso pake sambel semangkok mampu menerima gelar ini. And the days goes on, dalam keraguan menjadi ibu. Pada saat hamil saya begitu dimanja oleh suami, keluarga, dan semua orang. Begitu melahirkan, Tiba-tiba semua perhatian jatuh ke anak saya, perhatian saya pun begitu. Semua sangat concern dengan anak kami, semua berusaha memberikan tips dan trik menjadi…

Meditation Dummy for Mommy

Kenapa Saya melakukan meditasi setiap pagi? Saya pikir setiap orang perlu memiliki alat atau tools untuk tetap waras. dimana, rutinitas sebagai Ibu kadang membuat hati dan pikiran melepuh.  Dan lagi-lagi saya jadi lupa merawat diri. Padahal untuk memikirkan orang lain, kita butuh memikirkan diri dahulu. Stigma Ibu harus bisa jadi paling kuat, harus bisa melakukan semua, ibarat ilmu ini perlu dikaji ulang. Come on, belum juga setengah dari umur saya, saya menjajal profesi Ibu. Bukan cuma ekspektasi orang lain yang perlu dipikir ulang, ekspektasi diri sendiri juga perlu dipertanyakan. Why we put so much preassure on ourself . Your are the gift Of the world, why you need to unwrapped it cruelly, when you can do it lovely. Untuk tetap menjadi waras, saya melakukan meditasi setiap hari. Khususnya pada hari-hari yang berat. Saya yakin banyak cara mencari ketenangan dan damai dalam diri, dan tiap orang memilih yang berbeda. Tapi untuk…

Navigate