Mindful Living

Menjadi Ibu di perantauan

Halo ibu! Saya Gita, Ibu dari Gladys dan Gwenaëlle. Kali ini saya mau cerita sedikit awal perjalanan saya menjadi Ibu di Prancis. Sebuah negara di Benua Eropa yang tergolong unik budayanya dan sangat indah. Perjalanan saya menjadi Ibu dimulai di kota kecil bernama Bourges. Tahun 2013 sampai awal 2016 mungkin hanya saya satu-satunya orang Indonesia. Rasanya asing sekali saat itu, semuanya terasa aneh. Menjadi Ibu di negri yang belum saya kenal sepenuhnya. Ibu saya datang untuk menjenguk dan menemani selama sebulan. Tapi, ketika beliau pulang ke Indonesia, perasaan asing dan kosong itu kembali hadir. Menjadi Ibu, Jauh dan Sendiri. Seperti umumnya ibu di sini yang mengerjakan semua sendiri, saya pun mencobanya. Mulai dari bangun pagi sampai tidur lagi. Saya yang terbiasa dengan kehidupan ala Asia dengan bala bantuan dari keluarga merasa terseok-seok dengan kebiasaan baru yang mengharuskan saya dan suami gotong royong mengerjakannya. Tapi yang paling menyiksa adalah perasaan…

Ibu dan Sosial Media (bagaimana memanfaatkan sosial media yang baik)

Ibu, kadang bersosial media bisa jadi melelahkan. Di samping banyaknya kampanye politik terselubung dan konten hoax, sosial media seringkali membuat kita tanpa sadar membandingkan diri dengan orang lain. Selebgram A yang anaknya sudah bisa makan sendiri tanpa disuapi. Teman kita si B yang tampaknya selalu punya uang untuk liburan ke berbagai tempat. Artis C yang baru 2 minggu melahirkan tapi sudah kembali ke bentuk badan semula. Huft. Inhale – Exhale. Sebelumnya HaloIbu pernah membahas bagaimana memilah konten positif dari negatif. Kita tentu bertanggung jawab penuh pada konten yang kita konsumsi di social media. Kita mendedikasikan waktu dan kuota mengakses social media. Kalau sedang lupa, social media malah bisa mengalihkan perhatian kita saat bermain dengan anak. Jadi, pastikan kita hanya menggunakannya untuk hal- hal positif. Tak perlulah kepo berita seorang artis karbitan yang pura-pura hamil, atau berbalas komen pedas dengan seorang yang tidak kita kenal dan mungkin tidak akan pernah kita…

Puasa sebagai Meditasi Kehidupan

Sejak kecil saya selalu bersemangat bila bertemu dengan bulan Ramadhan. Karena sesederhana setelah berpuasa sebulan tentunya akan bertemu hari raya Idul Fitri dimana banyak makanan dan minuman lezat tersaji di setiap rumah yang merayakan. Makin bertambah usia saya pun semakin mengerti bahwa bulan Ramadhan bukanlah hanya menahan lapar dan haus hingga nantinya bertemu dengan Lebaran, namun lebih dari itu, berpuasa di bulan Ramadhan adalah tentang mengendalikan hawa nafsu. Tentunya perkara mengandalikan hawa nafsu tidaklah sederhana. Kita semua tau bahwa di bulan Ramadhan setan dikurung oleh Allah SWT agar tidak menggoda manusia melakukan maksiat, agar kita dapat fokus menjalankan ibadah. Namun yang terkadang kita lupa adalah bahwa selama sebelas bulan lainnya setan telah menanamkan pengaruhnya dalam diri kita sendiri hingga seakan saat bulan Ramadhan tiba para setan sedang beristirahat menuai hasil kerja mereka atas kita. Tidak heran saat Ramadhan akhirnya berlalu maka kita menemukan diri kita tanpa perbaikan berarti baik dari…

Berbisnis dengan Cinta dari Rumah

Sejak kecil saya menyukai dunia anak beserta hal-hal kecilnya, karena itu saya memilih untuk berkarir di sebuah sekolah yang juga memiliki tempat bermain. Saya semakin jatuh cinta dengan dunia anak-anak sampai akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja di saat mengandung Dimitri, anak pertama saya. Sejak memutuskan resign saya hanya fokus mengurus Dimitri dirumah. Karena kebetulan background pendidikan saya design graphics, sesekali saya menerima job lepasan untuk mendesign. Saat Dimitri mulai memasuki usia 1 tahun, saya mulai sering membuat aktivitas untuknya di rumah dengan menggunakan barang-barang seadanya. Tujuan utama saya sih sebenarnya bukan untuk membuat dia pintar, bukan untuk membuat dia terstimulasi dengan cepat. Tujuan utamanya adalah agar Dimitri happy dan ternyata saya sangat menikmati prosesnya. Proses menyiapkan segala perintilan art & craft, dll. Karena itu tadi saya mencintai dunia itu. ILOKIDS lahir. Berawal dari saat saya, suami dan Dimitri harus berangkat keluar kota, saat itu Dimitri berusia 2 tahun, usia…

INSPIRASI IBU “Speak Up” Vol. 1

Sabtu, 21 April 2018 kemarin adalah hari yang begitu istimewa untuk semua perempuan Indonesia. Semua perempuan Indonesia merayakan Hari Kartini sebagai sosok yang kuat dan penuh inspirasi. Tepat di hari itu juga, adalah hari yang istimewa bagi Nujuh Bulan Studio, karena untuk pertama kalinya Nujuh Bulan meluncurkan acara komunitas yang dinamakan “Inspirasi Ibu” Vol. 1. Di acara ini para perempuan hadir untuk berbagi inspirasi, pandangan, ide, perasaan, karya, pemikiran, kreativitas, semangat keyakinan, dan pengalaman hidup yang dikemas dalam format 11×11. Yaitu 11 foto, 11 menit, 1 kisah, 1 ibu. Nujuh Bulan Studio bekerjasama dengan Haloibu untuk mengajak semua ibu dan perempuan untuk berkumpul dan hadir dalam acara tersebut. Bertepatan dengan Hari Kartini, Nujuh Bulan mengambil tema “Speak Up” di Inspirasi ibu vol. 1. Tema ini menyentuh seputar perjuangan hak-hak wanita untuk berbicara, bertindak, mengambil keputusan, mandiri, berdaya, serta berjuang untuk pilihan hidupnya. Dalam acara ini kami semua diajak untuk mendengarkan…

Berkarya dengan Hati

Berkarya itu dikerjakan pakai hati, di dalamnya melibatkan improvisasi, eksplorasi, eksperimen, pendalaman, penghargaan dan rasa cinta. Bekerja itu dikerjakan sesuai aturan yang diperintahkan saja. Agar valid, berikut saya sisipkan detail dari pengalaman saya bekerja selama 24 tahun. 1994 – 1999 Magang berbayar di konsultan arsitektur sebagai tukang maket (pembuat miniature rumah / bangunan) 1999 Lulus kuliah, merantau ke Bali jadi arsitek junior di konsultan arsitektur Imagi – Sanur 2000 – 2003 – Bandung Menjadi arsitek dengan beberapa side job sebagai: Menjadi wedding decorator / wedding organizer khusus kawinan jawa Menjadi Event Coordinator / Project Officer di banyak event di Bandung Menjadi Produser program prime time sore Radio Oz, Bandung selama 6 bulan Menjadi Produser film independen (salah satu aktornya adalah Agus Rahman, yang memerankan tokoh bernama Ringgo, sampai akhirnya sekarang dia lebih dikenal dengan nama Ringgo Agus-) Menjadi Produser Video klip beberapa karya teman-teman di Bandung Menjadi…

Trimester Pertama : Stop and Listen

Buat saya kehamilan adalah sesuatu yang luar biasa, saya jatuh cinta dengan semua apa yang tubuh saya lakukan. For me, being pregnant is a miracle, menumbuhkan satu makhluk hidup dalam perut, ah rasanya tidak mungkin, saya yang sembrono, kadang  meledak-ledak bisa diberikan Tuhan Alam Semesta, kehidupan lain di perut saya. Bahkan semua keajaiban di hidup saya terjadi karena kehamilan. Tapi keajaiban tidak melulu dimulai dengan indah dong. Kalau kamu sudah lama mengikuti blog @haloibu.id, pasti tahu bahwa dulu saya hamil saat baru berkenalan dengan Ray selama 3 bulan, kami menikah saat saya mengandung Mahija 3 bulan, dan melahirkan saat menikah 6 bulan. Everything was fast, I cant event digest. Memulai kehamilan bukan momen terfavorit dalam hidup saya. Memberitahukan semua orang tentang saya akan menikah dan hamil apalagi. Lima tahun lalu rasanya saya tidak suka dengan topik kehamilan. I hated it. Tapi saat hamil saya bisa berdamai, bertemu Robin Lim, Lanny Kuswandi, Reza…

Ibu and Self Actualization

Saya percaya bahwa kita tidak akan mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan orang lain jika kebutuhan diri kita sendiri pun belum terpenuhi. Bukannya mau egois, tapi, bahkan dalam panduan keselamatan di pesawat kita dianjurkan untuk lebih dulu mengenakan masker oksigen sebelum membantu orang lain kan? 😊 Sementara itu, menjadi seorang ibu berarti menerima kenyataan bahwa ada mahluk kecil yang sepenuhnya bergantung pada kita dan support system kita untuk tetap hidup. Tak perlulah kita bahas soal jam tidur yang memendek, jadwal salon yang berantakan, atau acara jalan- jalan dan ngopi bersama girl gang yang jauh berkurang – saya rasa kita sudah sama-sama ikhlas. Mari bicara soal kebutuhan yang lebih kompleks dan sering kita tidak sadari, yaitu self actualization atau aktualisasi diri. Menurut Abraham Maslow, bapak Psikologi modern, kebutuhan manusia dapat dikelompokkan secara berurutan sebagai berikut; Kebutuhan fisiologis; sandang, pangan dan papan Kebutuhan akan rasa aman Kebutuhan akan kasih sayang (affection) Kebutuhan akan penghargaan…

Kumpul di Fabelio / Lingkaran Kita Volume 2

“Energy is contagious. It doesn’t die. Saat kita berada di dekat orang yang bahagia, bawaannya juga pasti jadi happy. Because energy will circulate around you. Just like today, I am so happy to be with all of you,” tutur Ashtra membuka perbincangan pada acara Lingkaran Kita x Fabelio: Kumpul bersama Fabelio vol 2 hari Sabtu 28 Oktober 2017 kemarin di Fabelio Showroom. Fabelio sendiri adalah sebuah situs belanja online dalam bidang furniture yang menghubungkan antara pembeli dan penjual dengan beragam furniture berkualitas tinggi. Seperti tagline dari Fabelio “At Fabelio, we believe in bringing comfort to your home through design” Fabelio ingin mewujudkan surga di dalam rumah karena keindahan, kenyamanan, dan kehangatan menjadi fokus dari setiap produk yang ada di Fabelio. Pagi itu terasa berbeda dari biasanya. Sejak pagi tim haloibu dan Fabelio sudah sibuk menyiapkan segala persiapan dan printilan yang dibutuhkan untuk acara yang merupakan kerjasama kedua belah pihak ini.…

How to Create Unjudgemental Conversation

Halo ibu, kemudahan untuk mendapatkan akses informasi di jaman sekarang ini, kadang membuat seorang ibu merasa paling tahu segala hal. Sehingga, ibu begitu mudahnya dengan atau tanpa sadar men-judge ibu lain saat sedang berbincang-bincang. Contoh dari pengalaman saya sendiri, ketika sedang bercerita tentang anak saya yang pernah susah makan, lawan bicara saya yang juga seorang ibu menanggapinya dengan jawaban “masakanmu kurang enak kali.. atau kamu kurang disiplin atur waktu makan dia dari sejak bayi. Makanya harus teratur waktu makannya” Contoh lainnya, ketika saya bercerita bahwa (waktu itu) anak saya suka memukul temannya, ibu lain yang usianya lebih tua dari saya menanggapi dengan jawaban “Nah, itu pasti ibunya suka memukul! Nggak mungkin anaknya suka mukul kalau nggak ada contoh. Pasti deh ibunya suka memukul” Tanpa bertanya terlebih dahulu, tanpa menggali informasi lagi, seorang ibu yang merasa lebih pengalaman dan lebih banyak pengetahuan berkata demikian. Jika sudah kenal dekat dengan lawan bicara,…

Navigate