Loving Life

Kumpul di Fabelio Vol.2

“Energy is contagious. It doesn’t die. Saat kita berada di dekat orang yang bahagia, bawaannya juga pasti jadi happy. Because energy will circulate around you. Just like today, I am so happy to be with all of you,” tutur Ashtra membuka perbincangan pada acara Lingkaran Kita x Fabelio: Kumpul bersama Fabelio vol 2 hari Sabtu 28 Oktober 2017 kemarin di Fabelio Showroom. Fabelio sendiri adalah sebuah situs belanja online dalam bidang furniture yang menghubungkan antara pembeli dan penjual dengan beragam furniture berkualitas tinggi. Seperti tagline dari Fabelio “At Fabelio, we believe in bringing comfort to your home through design” Fabelio ingin mewujudkan surga di dalam rumah karena keindahan, kenyamanan, dan kehangatan menjadi fokus dari setiap produk yang ada di Fabelio. Pagi itu terasa berbeda dari biasanya. Sejak pagi tim haloibu dan Fabelio sudah sibuk menyiapkan segala persiapan dan printilan yang dibutuhkan untuk acara yang merupakan kerjasama kedua belah pihak ini.…

Meet Up to Grade Up

5 Wisdom From Najwa Shihab oleh Ashtra Dymach Tanggal 16 Mei  2017 lalu, haloibu diundang oleh ke acara Meetup Ucita Pohan . Ini adalah acara Meet Up yang ke 3, mengundang Najwa shihab. Seorang Ucita Pohan yang merepresentasikan energi muda, popular culture bertemu dengan Najwa Shihab yang lugas dan identik dengan isu politik. Ucita berhasil membuat Najwa menjadi sosok yang  lebih santai dan friendly . Pada acara Meet Up Ucita Pohan kemarin, saya seperti mendownload banyak informasi , banyak inspirasi. Meet Up to Grade Up my brain. I would like  to share with you, this is 5 Wisdom I got from Najwa Shihab. You Need to Keep Up or You Will be forgotten Kita harus siap dengan perubahan atau kita akan dilupakan. Zaman terus berubah, banyak hal baru, banyak yang harus dipelajari. Najwa bercerita, Ada seorang pelukis yang mempunyai kemampuan melukis mirip sekali dengan aslinya, dengan objek yang dilukisnya. Sampai-sampai…

Kenapa Mengganti Gula ?

https://www.youtube.com/watch?v=wrFKfeUNBbI Setelah memiliki anak,saya dan suami , Ray,  merasa mempunya kesempatan kedua untuk memperbaiki hidup, menjalani hidup yang berkualitas. Mahija memberikan kita alasan untuk hidup lebih panjang. Jadilah kami mencoba memperbaiki gaya hidup kami yang serba instan tanpa bepikir. Saat kami memberikan pesan ini ke alam semesta, seakan diamini, kami dipertemukan dengan banyak informasi dan bertemu orang-orang yang mendukung pilihan kami. Dua tahun lalu, 2015, Saya menonton Film dokumenter That Sugar Film, atas rekomendasi sahabat dan teman kami Kimmana dan Zia Nichols, dua terapis Ayurveda. Setelah menonton, kami berdua tersentil. How sugar actually the biggest addiction problem our society is facing. Hampir semua produk di supermarket dan restoran atau mal berbasis gula. Minuman dingin, roti cokelat, sirup, buah-buahan kaleng, saos-saos makanan, serta lainnya. Ah, ini PR saya!  Saya yang tidak pernah bercita-cita menjadi ibu rumah tangga, dan tidak doyan memasak semasa muda, maka saya harus belajar menjadi manajer dapur dan…

Journey of Gratitude

Selamat tahun baru 2017 ! Memulai tahun baru seperti memulai harapan baru. Memulai resolusi baru. Apa Kamu sudah siap memulai tahun ini? Before we start this year properly, let’s take a look inside . Are you grateful with what you have last year? Butuh waktu lama buat saya benar-benar menikmati motherhood. Adaptasi dengan rutinitas bayi tidur, menyusui, mandi dan bermain. Saya beri simpulan, menjadi ibu tidak mudah . Tapi doable. Dapat diilakukan. Jika perempuan sebelum Kamu  melakukannya , kamu juga pasti bisa melakukannya. Kamu hanya perlu yakin dengan diri sendiri dan berlatih untuk bersyukur. What makes me get through transitioning in to  motherhood is,one of them,  I try to be grateful with small things. Saat single saya biasa melakukan semuanya dengan grand, besar. Menggapai semua yang saya harapkan dan inginkan walau sesulit dan setidakmungkin apapun. I will try my best. I don’t care for the obstacles, whatever I want and…

Ibu, Ayo urus diri Anda sendiri !

 Why Take Care for Yourself? Karena Ibu adalah entitas penting di dunia ini. Karena memberikan cinta kepada orang lain perlu energi dari diri, dan mencintai diri sendiri adalah hal paling masuk akal . Dalam satu minggu kemarin Saya malas sekali melakukan banyak hal. Padahal to-do list sudah menggunung. Satu minggu sebelumnya, semangat saya berkobar-kobar untuk melakukan banyak hal, I have goals and dreams, I was so cossumed with the idea of the future and forget about the present, What makes it worse, I started to compare my self with others. In this social media world, its so easy for us to love the idea of having someone elses life. Karena goal yang begitu besar, waktu yang terserap banyak untuk memikirkan hal itu, Saya jadi lupa memikirkan diri Saya sendiri. Sehabis mengurus anak, Saya akan memberikan energi yang tersisa untuk bekerja, lalu kembali mengurus rumah, lalu bekerja. Ini seperti pembunuhan karakter…

Self Love For Mothers

Halo ibu, Cita-cita saya bisa membuat perempuan dari pelbagai background duduk bersama, membuat lingkaran saling berbagi dan mendengarkan , we share positive vibes to each other. Ini salah satu alasan haloibu.id berdiri. Tempat perempuan bisa berbagi dan saling mendengarkan. Salah satunya menulis di kolom ‘dear ibu’, dan berbincang di ‘Talk To Tuesday’ di youtube dan hopefully monthly meet up. Sebagai seorang perempuan, saya punya banyak peran yang harus saya jalankan. Kebetulan saya seorang Anak, istri, Ibu dari seorang anak, dan juga saya sendiri sebagai Ashtra. Menyeimbangkan peran-peran ini butuh effort. Kebetulan juga saat menjadi Ibu dari anakku Mahija, alam semesta yang memutuskan. Faith choose me as I was pregnant first before everything else. It was a rough journey knowing my body change, my environtment didnt support me, I have no nothing about my body, yet everyone was questioning why I’m pregnant. Tekanan-tekanan tadi membuat saya stress, saya nangis terus, padahal…

The Importance of Self-Love

Halo Ibu, Kalau membicarakan menjadi Ibu baru selalu menjadi topik seksi dan hangat. Transisi dari ‘diri sendiri’ dengan menambah gelar baru di depan, Mama, Ibu, Bunda, Nyanya, Bun-bun, selalu terdengar imut dan menyenangkan. Saya suka mesem-mesem sendiri sambil berujar dalam hati “Asik juga gw udah jadi Ibu orang”. Dalam euphoria keibuan, ada teman yang tak terlalu akrab di Facebook comment, “Gimana perasaanya sekarang surga di telapak kaki kamu?”. Kalau Saya lagi di Sitcom, pasti ada suara Wakwawwww dibelakang. Gelar menjadi Ibu begitu Wah, lux dan sakral. Saya enggak yakin bocah seperti saya yang hobinya makan bakso pake sambel semangkok mampu menerima gelar ini. And the days goes on, dalam keraguan menjadi ibu. Pada saat hamil saya begitu dimanja oleh suami, keluarga, dan semua orang. Begitu melahirkan, Tiba-tiba semua perhatian jatuh ke anak saya, perhatian saya pun begitu. Semua sangat concern dengan anak kami, semua berusaha memberikan tips dan trik menjadi…

Meditation Dummy for Mommy

Kenapa Saya melakukan meditasi setiap pagi? Saya pikir setiap orang perlu memiliki alat atau tools untuk tetap waras. dimana, rutinitas sebagai Ibu kadang membuat hati dan pikiran melepuh.  Dan lagi-lagi saya jadi lupa merawat diri. Padahal untuk memikirkan orang lain, kita butuh memikirkan diri dahulu. Stigma Ibu harus bisa jadi paling kuat, harus bisa melakukan semua, ibarat ilmu ini perlu dikaji ulang. Come on, belum juga setengah dari umur saya, saya menjajal profesi Ibu. Bukan cuma ekspektasi orang lain yang perlu dipikir ulang, ekspektasi diri sendiri juga perlu dipertanyakan. Why we put so much preassure on ourself . Your are the gift Of the world, why you need to unwrapped it cruelly, when you can do it lovely. Untuk tetap menjadi waras, saya melakukan meditasi setiap hari. Khususnya pada hari-hari yang berat. Saya yakin banyak cara mencari ketenangan dan damai dalam diri, dan tiap orang memilih yang berbeda. Tapi untuk…

THE UNMOTHERLY SONG LIST

Recharge yourself ? Terkadang menjadi Ibu menguras begitu banyak energi di diri. Sampai-sampai lupa kapan terakhir bersemangat. Ibarat handphone, saya merasa setengah “terisi”. Semua rutinitas dan tanggung jawab setiap harinya kadang tanpa disadari merenggut “asyik” yang dulu saya kenal. Bukannya tak cinta dengan pengertian “asyik” yang baru ini. I was overjoyed when knowing Mahija could walk , her laugh always Make my day, our Family swimming time Is always something I’m always looking forward to do.  Tapi “asyik” yang saya adalah saat saya hanya menjadi Ashtra. Bukan Mommy Ibu Ashtra, Ashtra si anak, maupun Istriku Ashtra . Just the old days Ashtra who love to sing while walking on the Street Of Dago on her Way to class. Ashtra that loves to eat Yamin alone, wacthing movie alone Or just Karaoke-ing with girlfriends. Saya menyukai sekali menjadi Ibu. Tapi saya juga butuh waktu untuk diri saya sendiri. Kadang memang saya…

Navigate