Kids World

PO SI PANDA PULANG KAMPUNG

Shifu: mastering chi requires,of self. Oogway sat alone in a cave, for thirty years, asking one question, Who am I?who am I? I’m lucky to have 5 minutes before you intterupt… Po: Aw, now so I have to sit alone In a cave for thirty years? Tadi malam Saya dan Mahija menonton film Kungfu Panda 3.  Film ini kami tunggu-tunggu Karena M sudah melihat iklannya dimana-dimana. Ia selalu berteriak “itu, Baby bear!”, bila melihat Po si Panda. Good job Marketing, my child is sold.  Hehe. Saya masih ingat menonton film Kungfu Panda 1  pada saat saya masih single dan available. Kungfu Panda 2 pun saya belum memiliki anak. Jadi lucu sekali menonton yang ke 3, eh sama Mahija. I like a movie that have sequels, they kinda follow my life. Ngomongin sekuel, saya suka nervous mikirinnya. Kalau yang pertama bagus, yang kedua harus lebih bagus, atau paling tidak sama bagusnya.…

BERKELANA DI KOTA TIKUS DAN GAJAH, ZOOTOPIA

Saat ini Mahija sudah 2 tahun, Ia sudah mengerti menonton bioskop. Sekarang kami memilih menonton apa yang kami bisa tonton bersama Mahija. Kami senang sekali banyak pilihan film anak di bioskop,  Menonton ke bioskop menjadi tradisi buat kami sekeluarga. Minggu lalu, kami menonton film Zootopia dari Disney. Mahija yang suka dengan hewan-hewan dimanjakan dengan senjumlah tokoh hewan. Mahija memang belum mengerti konsep baik, licik , buruk, tapi Ia senang sekali dengan tokoh-tokoh hewan ini. Sepanjang film Ia tidak bosan sama sekali, terpaku dan selalu menyebutkan semua binatang. She was having a blast. Dan kami sebagai orang dewasa dimanjakan dengan gambar yang bagus  dan cerita yang seru. Buat kami dibandingkan Inside Out, Zootopia lebih menarik untuk anak seusia Mahija. Mungkin karena tema hewan dan cerita yang mudah ditangkap. Perkotaan, polisi, pedagang dan elemen-elemen kota dan desa. Polisi kelinci pertama di kota Zootopia, Judy Hoops harus melawan stigma bahwa kelinci bukan material…

KENAPA SENSORY PLAY ?

Bila sedang menjelajahi Instagram, saya suka  terdampar di hashtag sensory play, permainan di rumah dan montesorri di rumah. Saya kagum dengan Ibu-ibu ini, walau kadang minder juga, hehe . Mereka suka membuat permainan untuk anak-anaknya di rumah.I love their passion.  Bayi dan Anak bila distimulasi kemampuan motorik halus dan kasar, kemampuan si anak akan dimaksimalkan dengan kebutuhannya. Contoh, waktu bayi Mahija kami sudah ajak main dengan mainan atau benda-benda berwarna cerah. Matanya Mahija akan melotot dan penasaran. Saat baru lahir, mata manusia belum sempurna. Bayi hanya dapat mengidentifikasi terang dan gelap, hitam dan  putih . Stimulasi sensori juga dilakukan dengan sentuhan. Saat menggendong anak misalnya,  Anak jadi mengerti sentuhan dan pelukan yang dapat menenangkannya. Pengalaman sensori ini dapat menyalakan otak anak . Nah,  Bermain yang menstimulasi dapat memberikan struktur , anak- anak akan belajar kontrol diri, bertukar informasi dengan orangtua dan anak. Kalau bingung mau main apa, apa ajah bisa kok.…

Navigate