Kids World

Perpustakaan anak di Ibukota

Halo Ibu! Bagaimana akhir pekannya? Senang ya Ibu apabila kita bisa menghabiskan waktu seharian bersama anak. Apalagi sembari bermain dan beraktivitas kita juga bisa menyisipkan pengetahuan dan pengalaman baru bagi mereka. Salah satunya dengan berkunjung ke perpustakaan untuk menumbuhkan minat baca pada anak-anak. Kali ini HaloIbu ingin merekomendasikan beberapa perpustakaan anak di Jakarta yang dapat dikunjungi bersama keluarga di akhir pekan. Kinder Playhouse and Library Perpustakaan ini baru saja dibuka untuk umum di bulan Juli 2017. Perpustakaan ini terdiri dari 2 bagian yaitu playhouse, dan library. Playhouse ini dirancang sebagai thematic indoor playhouse yang dapat memberikan anak-anak untuk belajar sambil bermain serta mengasah kemampuan motorik mereka. Playhouse ini terbagi menjadi beberapa bagian sesuai kategori umur, yaitu: Funky Farm (1,5yo and under), Ocean in Motion (1,5yo +), Wildlife Wonder (2,5yo +), Beach Heat (4yo +), dan Space Adventure (2yo +). Sedangkan untuk Kinder Library dirancang dengan tema ‘Up, Up, and Away!’.…

DIY Paper Flower Craft for a Rainy Day

by Astrid Maria (@mamaelora) Halo Ibu! Menjadi Ibu, kita perlu ide untuk memberikan kegiatan untuk anak. Kalau sedang malas keluar rumah saat akhir pekan, atau sedang hujan dan tidak bisa keluar rumah, permainan ‘bikin-bikin’ bisa jadi pilihan.  Kegiatan ini selain menggunakan bahan-bahan yang sederhana, proses pembuatannya pun mudah.  Saat kita bersama-sama membuat mainan dengan anak, anak akan terbiasa  berkreasi dan berpikiran kreatif. Quality time yang murah dan menyenangkan! Kali in kita akan membuat bunga dari kertas. Kalau di taman, bunga belum juga mengembang, paper flower bisa jadi pilihan. Its a fun way to learn about flower! Bahan-bahannya : Cara Membuatnya : Lipat kertas menjadi 2 bagian seperti di gambar. Lakukan pada semua kertas. 2. Gunting kertas dengan bentuk seperti gambar. 3. Bentuknya akan menjadi seperti ini 4. Gunting semua kertas sampai selesai.  5. Kertas sisa jangan dibuang , gunting pola seperti di bawah ini. Buatlah pada semua kertas.Setelah digunting, remaslah…

Kapan Anak Siap Berbagi?

Oleh Iput “Dek, mainan ini nanti boleh dipinjem nggak sama temennya?” “Enggak!” “Yang boleh dipinjem yang mana?” “…..” “Ini boleh ya?” “Enggak!” Kira-kira begitu isi percakapan saya dan Rayi, saat mau berangkat arisan dengan ibu-ibu sekolahnya Raka . Saya tentu harus membawakan beberapa mainan supaya Rayi tidak bosan saat arisan. Di saat bersamaan Saya juga tahu kalau akan ada beberapa Ibu yang membawa anaknya, jadi Saya harus mempersiapkan Rayi siapa tahu ada anak yang tertarik pada mainannya dan ingin bermain bersama. Sayangnya, anak seusia Rayi baru bisa bermain bersama-sama alias memainkan mainan yang berbeda pada waktu bersamaan, bukan berbagi mainan. Jadi Saya juga sudah menebak jawabannya pasti “Enggak!’ ketika Saya tanya mainannya boleh dipinjam atau tidak. Untungnya selama arisan anak-anak yang lain sibuk main gadget hehe.. Jadi Rayi bisa tenang memainkan mainannya sendiri. Begitulah salah satu keseruan punya anak balita. Di satu sisi kita ikutan senang kalau anak bisa playdate dengan…

Terlahir Menjadi Orangtua?

3 September 2013, Sore itu hujan deras sekali di daerah Rempoa, Tangerang Selatan. Saya sedikit aneh, wangi tanah basah selalu jadi kerinduan. Apalagi tinggal di Jabodetabek, panas menyengat membuat hujan menjadi eksklusif. Tapi hari ini kerinduan kami membuncah. Kami akan bertemu orang yang kami sangat cintai tapi belum pernah kami ketemui. 17.15. Di rumah kami yang disekelilingi oleh taman yang basah, cahaya matahari dipeluk awan gelap, wangi essential oil lavender serta seorang bayi dipelukan. Sembilan bulan saya dan suami mencari jus jeruk, muntah di pinggir jalan, pegal-pegal pinggang, serta dibuat jatuh cinta. Ray mengecup kening saya. Hari itu, tak hanya putri kami, Mahija Naraya yang dilahirkan, tapi saya dilahirkan menjadi Ibu serta Ray menjadi Bapak. Kami merasakan kenikmatan luar biasa bersama, as if that perfect day could define our life. 3 September 2016. Mahija menangis-nangis melantai meminta cupcake. Hari ini masih pagi, jam 08.30. Saya sedang ditengah-tengah menulis saat…

5 CARA UNTUK COMPASSIONATE PARENTING

Pekerjaan apa yang paling sulit tapi paling berharga? Menjadi orangtua. Tidak pernah diberikan pensiun oleh pemerintah, negara maupun tuhan. Dari Senin sampai Senin, 24 jam, 365 hari. Ironman, you got to rest,but we have children to raise. Saat dulu tahu kami akan menjadi orangtua, Saya dan suami merasa beruntung sekali diberikan tugas mulia oleh alam semesta. Lalu besoknya, Saya langsung mikir, ‘Ini gimana yah? Ngurus diri sendiri saja belum mumpuni, apa Saya mampu mengurus satu mahluk yang 100 persen harus mengandalkan Saya pada tahun-tahun pertama hidupnya?’. Maka Saya pun menarik kembali aplikasi saya jadi orangtua hari itu. Hehe. Kalau secara ekonomi,, ini sangat beresiko, saya tidak pernah punya pendidikan orangtua, tidak pernah dikasih tutorial oleh orang tua, tidak pernah punya pengalaman menjadi orangtua, jadi kenapa Saya harus ambil? I blame hormones and love. Unprepared but so much love. 3 September 2013, Mahija lahir ke dunia ini secara spontan gentlebirth. Hampir…

RESEP KUE KERING COKELAT SEDERHANA UNTUK ANAK

Quality time Ayah, Ibu dan Anak Saat hari raya telah tiba, tamu akan banyak yang datang, tapi kue kering belum tersedia di meja makan. Mau bikin sendiri waktu terasa tidak cukup, mau beli tapi ingin handmade biar terasa cintanya, hehe. Masa mau beli lalu klaim bikinan sendiri? Saya mulai googling, dan menelpon Ibu Saya, agar dapat bikin kue yang mudah dan anti enggak enak. Berbekal rasa penasaran dan tekad yang kuat, Saya pergi berbelanja bahan-bahan kue. Saya memang minim pengalaman, terbukti gosong satu Loyang, tapi Saya keras kepala. Jadilah kue cokelat anti kemapanan (biar dramatis,hehe). Pas saat masa liburan, asisten rumah tangga pulang, anak libur sekolah dan suami libur kerja, tapi jalanan tak bersahabat. Mari membuat kegiatan di rumah! Membuat kue sekeluarga membuat kita memiliki waktu sekeluarga dan bonding. Mahija 2 tahun 9 bulan, juga bisa stimulasi sensory dengan menuangkan tepung, mengaduk adonan, serta mengenal bahan-bahan kue. Daya konsentrasi M…

MENGGUNTING DAN MENEMPEL : Aktivitas sederhana nan kaya manfaat

Aktivitas sederhana nan kaya manfaat Dear Ibu, Apa yang paling sering Anda lakukan bersama anak-anak di rumah? Membuatkan mainan dari kardus, bermain dough, menyusun lego atau pretend play? Pasti seru sekali menghabiskan waktu dengan si kecil yang semakin hari semakin pintar. Tapi seringkali, kita seperti kehabisan ide. Saya pun begitu. Noah, anak saya yang dua bulan lagi berusia 3 tahun, senang sekali minta dibuatkan mainan dari aneka printables dan disusun dalam sebuah buku, busy book. Biasanya saat dia tidur atau sedang asyik dengan mainannya, Saya ngebut mencari materi busy book, print, laminating, gunting dan tempel. Ada kalanya, saya keteteran. Materi yang lain belum jadi, tetapi Noah sudah bosan dengan materi yang ada. Siapa yang suka begini? Tapi kegiatan membuat kartu lebaran pop-up bersama Ganara Art dan Hewlett-Packard Indonesia (Hp) di Ganara Art Gallery, Senayan City, beberapa waktu lalu, menginspirasi Saya. Seru sekali menyaksikan para ayah dan ibu bersama-sama membuat kartu…

Menghadapi Anak Tantrum?

Mungkin pernah mendengar quotes “Mother’s love to her kids is unconditional, but her temper is another subject.”  Sepertinya quote itu benar ya, apalagi ketika anak sedang tidak bisa diajak bekerjasama, misalnya saat sedang tantrum. Bisa-bisa orang tuanya juga ikut tantrum.. hehe.. Tantrum merupakan perilaku agresif yang tidak terkendali seperti menangis, menjerit, memukul, menendang, atau berguling-guling. Tantrum biasanya muncul pada anak usia 0 sampai 3 tahun ketika Ia mengalami situasi yang mengecewakan atau tidak menyenangkan. Misalnya, saat ia tidak berhasil melakukan sesuatu atau saat permintaannya tidak dipenuhi oleh orang tua. Sayangnya kemampuan verbal yang dimiliki oleh anak seusia ini masih terbatas, sehingga emosi negatif yang Ia rasakan ditunjukkan melalui perilaku tantrum. Perilaku tantrum menjadi berbahaya apabila yang dilakukan anak dapat menyakiti dirinya sendiri dan orang lain atau menimbulkan kerusakan terhadap benda di sekitarnya. Seingat saya, saat usia 0-3 tahun, Raka tidak pernah tantrum hingga berguling-guling atau menyakiti dirinya sendiri dan orang…

MENONTON BIOSKOP DENGAN BAYI

Seminggu yang lalu kami menonton bioskop, pasti kami memilih menonton film anak-anak bila membawa Mahija. Bila tidak? Kami akan memilih jam menonton yang paling malam, jadi Mahija bisa tidur, orangtuanya asyik menonton. Hehe. Oh iya, kemarin ada satu pasangan membawa bayi kurang dari satu tahun tapi sudah melewati fase newborn. Ini kira-kira percakapan mereka: “Yes kita berhasil yah Pah!”, ujar Ibu bersemangat syang sedang mencoba menggendong anak dengan Baby carrier di dadanya. “Yes! “, kata ayah senyum-senyum centil sambil membantu Ibu memasangkan Baby Carrier. Saya dan Ray yang mencuri percakapan dari sebrang bangku, mesem-mesem sendiri. Hehe. Pasangan muda tadi, kami juga masih muda kok hanya anaknya lebih tua hehe, melirik ke kami dan memberi kode “we just did it” , aksi pamer ke orangtua lain. It Made my day.  Saya jadi Ingat pertama kali membawa Mahija ke bioskop. Pada saat Mahija Newborn , saya tidak banyak keluar rumah, Mahija yang…

MONTESSORI DI RUMAH SEMUDAH MENUANGKAN AIR

Montessori itu semudah melibatkan anak untuk membersihkan meja di rumah dan memanfaatkan bahan makanan di dapur. Tidak percaya? Metode Montessori berawal dari pengalaman seorang dokter yang beralih menjadi pendidik, Dr. Maria Montessori. Ia melakukan pendekatan kepada 50-60 anak usia 3-6 tahun di Casa dei Bambino, Italia. Kebanyakan anak-anak tersebut kekurangan gizi dan lambat berkembang. Montessori melakukan observasi cara menangani anak-anak tersebut. Kini, metodenya banyak diadopsi di seluruh dunia. Seperti yang diungkap dalam buku Montessori di Rumah yang ditulis Elvina Lim Kusumo, pendiri IndonesiaMontessori.com, ide utama Montessori adalah memperlakukan anak dengan respek/hormat, mempersiapkan lingkungan yang mendukung kegiatan anak dan sesuai dengan kebutuhan anak, menyiapkan materi dan membebaskan anak mengerjakan kegiatan yang mereka inginkan, melatih anak untuk mengoreksi kelalaian atau kesalahan yang mereka buat sendiri, memberi kesempatan anak untuk bekerja sesuai ritme mereka sendiri dan mengobservasi kesiapan anak untuk mempelajari hal baru. Pendekatan Montessori dibagi menjadi dua bagian. Pertama, work, kegiatan yang dilakukan…

Navigate