Cerita anak

MENGGUNTING DAN MENEMPEL : Aktivitas sederhana nan kaya manfaat

Aktivitas sederhana nan kaya manfaat Dear Ibu, Apa yang paling sering Anda lakukan bersama anak-anak di rumah? Membuatkan mainan dari kardus, bermain dough, menyusun lego atau pretend play? Pasti seru sekali menghabiskan waktu dengan si kecil yang semakin hari semakin pintar. Tapi seringkali, kita seperti kehabisan ide. Saya pun begitu. Noah, anak saya yang dua bulan lagi berusia 3 tahun, senang sekali minta dibuatkan mainan dari aneka printables dan disusun dalam sebuah buku, busy book. Biasanya saat dia tidur atau sedang asyik dengan mainannya, Saya ngebut mencari materi busy book, print, laminating, gunting dan tempel. Ada kalanya, saya keteteran. Materi yang lain belum jadi, tetapi Noah sudah bosan dengan materi yang ada. Siapa yang suka begini? Tapi kegiatan membuat kartu lebaran pop-up bersama Ganara Art dan Hewlett-Packard Indonesia (Hp) di Ganara Art Gallery, Senayan City, beberapa waktu lalu, menginspirasi Saya. Seru sekali menyaksikan para ayah dan ibu bersama-sama membuat kartu…

Menghadapi Anak Tantrum?

Mungkin pernah mendengar quotes “Mother’s love to her kids is unconditional, but her temper is another subject.”  Sepertinya quote itu benar ya, apalagi ketika anak sedang tidak bisa diajak bekerjasama, misalnya saat sedang tantrum. Bisa-bisa orang tuanya juga ikut tantrum.. hehe.. Tantrum merupakan perilaku agresif yang tidak terkendali seperti menangis, menjerit, memukul, menendang, atau berguling-guling. Tantrum biasanya muncul pada anak usia 0 sampai 3 tahun ketika Ia mengalami situasi yang mengecewakan atau tidak menyenangkan. Misalnya, saat ia tidak berhasil melakukan sesuatu atau saat permintaannya tidak dipenuhi oleh orang tua. Sayangnya kemampuan verbal yang dimiliki oleh anak seusia ini masih terbatas, sehingga emosi negatif yang Ia rasakan ditunjukkan melalui perilaku tantrum. Perilaku tantrum menjadi berbahaya apabila yang dilakukan anak dapat menyakiti dirinya sendiri dan orang lain atau menimbulkan kerusakan terhadap benda di sekitarnya. Seingat saya, saat usia 0-3 tahun, Raka tidak pernah tantrum hingga berguling-guling atau menyakiti dirinya sendiri dan orang…

MENONTON BIOSKOP DENGAN BAYI

Seminggu yang lalu kami menonton bioskop, pasti kami memilih menonton film anak-anak bila membawa Mahija. Bila tidak? Kami akan memilih jam menonton yang paling malam, jadi Mahija bisa tidur, orangtuanya asyik menonton. Hehe. Oh iya, kemarin ada satu pasangan membawa bayi kurang dari satu tahun tapi sudah melewati fase newborn. Ini kira-kira percakapan mereka: “Yes kita berhasil yah Pah!”, ujar Ibu bersemangat syang sedang mencoba menggendong anak dengan Baby carrier di dadanya. “Yes! “, kata ayah senyum-senyum centil sambil membantu Ibu memasangkan Baby Carrier. Saya dan Ray yang mencuri percakapan dari sebrang bangku, mesem-mesem sendiri. Hehe. Pasangan muda tadi, kami juga masih muda kok hanya anaknya lebih tua hehe, melirik ke kami dan memberi kode “we just did it” , aksi pamer ke orangtua lain. It Made my day.  Saya jadi Ingat pertama kali membawa Mahija ke bioskop. Pada saat Mahija Newborn , saya tidak banyak keluar rumah, Mahija yang…

MONTESSORI DI RUMAH SEMUDAH MENUANGKAN AIR

Montessori itu semudah melibatkan anak untuk membersihkan meja di rumah dan memanfaatkan bahan makanan di dapur. Tidak percaya? Metode Montessori berawal dari pengalaman seorang dokter yang beralih menjadi pendidik, Dr. Maria Montessori. Ia melakukan pendekatan kepada 50-60 anak usia 3-6 tahun di Casa dei Bambino, Italia. Kebanyakan anak-anak tersebut kekurangan gizi dan lambat berkembang. Montessori melakukan observasi cara menangani anak-anak tersebut. Kini, metodenya banyak diadopsi di seluruh dunia. Seperti yang diungkap dalam buku Montessori di Rumah yang ditulis Elvina Lim Kusumo, pendiri IndonesiaMontessori.com, ide utama Montessori adalah memperlakukan anak dengan respek/hormat, mempersiapkan lingkungan yang mendukung kegiatan anak dan sesuai dengan kebutuhan anak, menyiapkan materi dan membebaskan anak mengerjakan kegiatan yang mereka inginkan, melatih anak untuk mengoreksi kelalaian atau kesalahan yang mereka buat sendiri, memberi kesempatan anak untuk bekerja sesuai ritme mereka sendiri dan mengobservasi kesiapan anak untuk mempelajari hal baru. Pendekatan Montessori dibagi menjadi dua bagian. Pertama, work, kegiatan yang dilakukan…

PO SI PANDA PULANG KAMPUNG

Shifu: mastering chi requires,of self. Oogway sat alone in a cave, for thirty years, asking one question, Who am I?who am I? I’m lucky to have 5 minutes before you intterupt… Po: Aw, now so I have to sit alone In a cave for thirty years? Tadi malam Saya dan Mahija menonton film Kungfu Panda 3.  Film ini kami tunggu-tunggu Karena M sudah melihat iklannya dimana-dimana. Ia selalu berteriak “itu, Baby bear!”, bila melihat Po si Panda. Good job Marketing, my child is sold.  Hehe. Saya masih ingat menonton film Kungfu Panda 1  pada saat saya masih single dan available. Kungfu Panda 2 pun saya belum memiliki anak. Jadi lucu sekali menonton yang ke 3, eh sama Mahija. I like a movie that have sequels, they kinda follow my life. Ngomongin sekuel, saya suka nervous mikirinnya. Kalau yang pertama bagus, yang kedua harus lebih bagus, atau paling tidak sama bagusnya.…

BERKELANA DI KOTA TIKUS DAN GAJAH, ZOOTOPIA

Saat ini Mahija sudah 2 tahun, Ia sudah mengerti menonton bioskop. Sekarang kami memilih menonton apa yang kami bisa tonton bersama Mahija. Kami senang sekali banyak pilihan film anak di bioskop,  Menonton ke bioskop menjadi tradisi buat kami sekeluarga. Minggu lalu, kami menonton film Zootopia dari Disney. Mahija yang suka dengan hewan-hewan dimanjakan dengan senjumlah tokoh hewan. Mahija memang belum mengerti konsep baik, licik , buruk, tapi Ia senang sekali dengan tokoh-tokoh hewan ini. Sepanjang film Ia tidak bosan sama sekali, terpaku dan selalu menyebutkan semua binatang. She was having a blast. Dan kami sebagai orang dewasa dimanjakan dengan gambar yang bagus  dan cerita yang seru. Buat kami dibandingkan Inside Out, Zootopia lebih menarik untuk anak seusia Mahija. Mungkin karena tema hewan dan cerita yang mudah ditangkap. Perkotaan, polisi, pedagang dan elemen-elemen kota dan desa. Polisi kelinci pertama di kota Zootopia, Judy Hoops harus melawan stigma bahwa kelinci bukan material…

KENAPA SENSORY PLAY ?

Bila sedang menjelajahi Instagram, saya suka  terdampar di hashtag sensory play, permainan di rumah dan montesorri di rumah. Saya kagum dengan Ibu-ibu ini, walau kadang minder juga, hehe . Mereka suka membuat permainan untuk anak-anaknya di rumah.I love their passion.  Bayi dan Anak bila distimulasi kemampuan motorik halus dan kasar, kemampuan si anak akan dimaksimalkan dengan kebutuhannya. Contoh, waktu bayi Mahija kami sudah ajak main dengan mainan atau benda-benda berwarna cerah. Matanya Mahija akan melotot dan penasaran. Saat baru lahir, mata manusia belum sempurna. Bayi hanya dapat mengidentifikasi terang dan gelap, hitam dan  putih . Stimulasi sensori juga dilakukan dengan sentuhan. Saat menggendong anak misalnya,  Anak jadi mengerti sentuhan dan pelukan yang dapat menenangkannya. Pengalaman sensori ini dapat menyalakan otak anak . Nah,  Bermain yang menstimulasi dapat memberikan struktur , anak- anak akan belajar kontrol diri, bertukar informasi dengan orangtua dan anak. Kalau bingung mau main apa, apa ajah bisa kok.…

Navigate