Sessa Xuanthi

3 Posts Back Home
a happy wife. a lucky wife. an event producer. an architect. a painter

Berkarya dengan Hati

Berkarya itu dikerjakan pakai hati, di dalamnya melibatkan improvisasi, eksplorasi, eksperimen, pendalaman, penghargaan dan rasa cinta. Bekerja itu dikerjakan sesuai aturan yang diperintahkan saja. Agar valid, berikut saya sisipkan detail dari pengalaman saya bekerja selama 24 tahun. 1994 – 1999 Magang berbayar di konsultan arsitektur sebagai tukang maket (pembuat miniature rumah / bangunan) 1999 Lulus kuliah, merantau ke Bali jadi arsitek junior di konsultan arsitektur Imagi – Sanur 2000 – 2003 – Bandung Menjadi arsitek dengan beberapa side job sebagai: Menjadi wedding decorator / wedding organizer khusus kawinan jawa Menjadi Event Coordinator / Project Officer di banyak event di Bandung Menjadi Produser program prime time sore Radio Oz, Bandung selama 6 bulan Menjadi Produser film independen (salah satu aktornya adalah Agus Rahman, yang memerankan tokoh bernama Ringgo, sampai akhirnya sekarang dia lebih dikenal dengan nama Ringgo Agus-) Menjadi Produser Video klip beberapa karya teman-teman di Bandung Menjadi…

Kenapa #ibuberdaya?

Berawal dari pilkada DKI yang secara massif mudah ditemukan banyak pengguna socmed menjadi korban dari bisnis ujaran kebencian hasil karya sekelompok orang yang sudah dipesan oleh pelaku politik di negeri ini. Hasilnya kita semua tahu sungguh sukses dan fantastis bisnis kebencian ini dilakukan oleh anak-anak kecil, remaja, bapak-bapak, dan ( yang paling menyedihkan buat gue ) ibu-ibu! Banyak ditemukan postingan nyinyir, sinis, marah, umpatan enggak pantas yang ditemui di akun-akun social media ibu-ibu. Seolah enggak mau kalah berlomba-lomba sama kaum muda dan para bapak untuk serta terdepan menjauhi sopan santun, tutur kata baik, menghormati, menghargai orang lain, bertoleransi dan juga menjauhi empati. Puncak keresahan adalah ketika menemukan postingan seorang ibu yang sungguh manis dan religius, berkata sangat kasar ( menurut gue sih kasar ya ) dan tidak pantas kepada ibu lain yang sedang kena musibah dan sedang amat sangat kesusahan. Wow. Percayalah,  jika kejadian itu berbalik menimpa si ibu nyinyir,…

Tips Move On Dari Kehilangan Anak

Dari Rasa Kehilangan si Buah Hati Penulis dan ilustrator Sessa Xuanthi  Disclaimer: Tulisan ini panjang, tapi bila Ibu memiliki teman yang kehilangan anaknya, atau Ibu kehilangan anak, you will love to read all of it. A gift for all mother from Sessa, HERSTORY.  Tulisan ini hanya sekedar curhatan ibu yang ditinggalkan bayi kesayangannya pada hari Selasa, 20 Januari 2016 lalu. Tulisan ini bisa saja meringankan beban sesama ibu-ibu senasib denganku. Tulisan ini semoga menginspirasi untuk selalu percaya dengan daya magis bersyukur. Tulisan ini hanya beberapa hal yang aku lakukan untuk meringankan beban kehilangan si tersayang, bukan melupakannya semoga meringankan sesama ibu-ibu senasib. Sembilan tips dari pengalaman saya mencoba move on dari kehilangan Alinea. 1. Bertanya dan Membaca Buku Sampai dengan tulisan ini dibuat, saya masih bertanya-tanya tiada henti.  Kenapa ya? Why why why? Harus banget yah? dan sebagainya, dan sebagainya, dan lain-dan lain. Awalnya saya rajin bertanya pada pemuka agama…

Navigate