Ibu dan Sosial Media (bagaimana memanfaatkan sosial media yang baik)

Ibu, kadang bersosial media bisa jadi melelahkan.

Di samping banyaknya kampanye politik terselubung dan konten hoax, sosial media seringkali membuat kita tanpa sadar membandingkan diri dengan orang lain.

Selebgram A yang anaknya sudah bisa makan sendiri tanpa disuapi. Teman kita si B yang tampaknya selalu punya uang untuk liburan ke berbagai tempat. Artis C yang baru 2 minggu melahirkan tapi sudah kembali ke bentuk badan semula.

Huft. Inhale – Exhale.

Sebelumnya HaloIbu pernah membahas bagaimana memilah konten positif dari negatif.

Kita tentu bertanggung jawab penuh pada konten yang kita konsumsi di social media. Kita mendedikasikan waktu dan kuota mengakses social media. Kalau sedang lupa, social media malah bisa mengalihkan perhatian kita saat bermain dengan anak. Jadi, pastikan kita hanya menggunakannya untuk hal- hal positif. Tak perlulah kepo berita seorang artis karbitan yang pura-pura hamil, atau berbalas komen pedas dengan seorang yang tidak kita kenal dan mungkin tidak akan pernah kita temui seumur hidup.

 

Jika kita lebih jeli, kita bisa memanfaatkan social media menjadi platform yang sangat produktif dan bermanfaat lho Ibu. Apa saja yang kita bisa lakukan? Let’s see!

1. Sumber Tips Parenting

Jika sebelumnya kita harus mencari buku atau browsing berbagai website dan menjadi anggota mailing list tertentu, sekarang sudah banyak akun di social media, baik itu Instagram, Facebook maupun Youtube, yang dengan murah hati membagikan tips menghadapi anak yang tantrum, membuat Mpasi, cara memilih DSA yang cocok beserta rekomendasinya, dan lain sebagainya.

Tak jarang, tips- tips ini dikemas dalam visual yang sangat menarik seperti video dan infografik sehingga sangat ringan dan menyenangkan untuk dibaca. Tapi, tentu saja, jangan semerta-merta mengikuti tips and trick yang kita temukan di social media ya, Ibu. Lakukan double-check dengan sumber-sumber lain dan berkonsultasilah pada ahlinya.

2. Sumber Tutorial

Mau coba resep dessert baru? Tinggal cari di akun Tasty atau TasteMade. Mau eksperimen gaya make up baru untuk ke undangan resepsi minggu depan? Tinggal follow beauty youtuber seperti Rachel Goddard atau Vinna Gracia. Mau bikin aktivitas art & craft Bersama anak di rumah? Banyak inspirasinya di akun- akun Montessori. Gampang!

3. Penyaluran Hobi

Ibu hobi memasak? Ayo dong, jangan malu- malu, kenapa tidak buat Youtube channel dan berbagi resep. Atau hobi menulis? Kenapa tidak buat blog dan memposting cerpen serta artikel buatan Ibu sendiri?

Tentu saja, tidak perlu ambisius bertujuan untuk punya banyak follower. Anggap saja ini adalah cara untuk berbagi hal yang kita sukai, untuk menjadi manfaat bagi banyak orang lainnya.

4. Platform Bisnis

Nah, jika sudah lebih pede, bisa lho memulai bisnis dan mengiklankannya lewat social media. Misalnya membuka usaha catering kecil-kecilan, atau membuat project custom-made wall-art dan agenda, atau membuka jasa translate atau copy writing.

Banyak banget kesempatan yang bisa dimanfaatkan ya Ibu!

5. Networking

Jika sudah menemukan akun- akun yang sejalan dengan pemikiran kita dan membuat kita nyaman, jangan ragu untuk terlibat lebih jauh. Banyak lho, akun berbasis komunitas di social media yang punya banyak aktivitas offline yang memungkinkan Ibu untuk bertemu banyak orang baru. Di HaloIbu, misalnya, Ibu bisa ikut Lingkaran Ibu jika perlu release dan curhat dengan Ibu-Ibu lainnya. Banyak juga akun yang menawarkan aktivitas dan event menarik seperti workshop brush lettering, baking, fotografi, dan lain sebagainya.

Selamat bersocial media dengan sehat, Ibu!

Sudah, ayo berhenti dulu scrolling akun gossip yang juicy berat itu 😊

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Navigate