INSPIRASI IBU “Speak Up” Vol. 1

Sabtu, 21 April 2018 kemarin adalah hari yang begitu istimewa untuk semua perempuan Indonesia. Semua perempuan Indonesia merayakan Hari Kartini sebagai sosok yang kuat dan penuh inspirasi. Tepat di hari itu juga, adalah hari yang istimewa bagi Nujuh Bulan Studio, karena untuk pertama kalinya Nujuh Bulan meluncurkan acara komunitas yang dinamakan “Inspirasi Ibu” Vol. 1. Di acara ini para perempuan hadir untuk berbagi inspirasi, pandangan, ide, perasaan, karya, pemikiran, kreativitas, semangat keyakinan, dan pengalaman hidup yang dikemas dalam format 11×11. Yaitu 11 foto, 11 menit, 1 kisah, 1 ibu. Nujuh Bulan Studio bekerjasama dengan Haloibu untuk mengajak semua ibu dan perempuan untuk berkumpul dan hadir dalam acara tersebut.

Bertepatan dengan Hari Kartini, Nujuh Bulan mengambil tema “Speak Up” di Inspirasi ibu vol. 1. Tema ini menyentuh seputar perjuangan hak-hak wanita untuk berbicara, bertindak, mengambil keputusan, mandiri, berdaya, serta berjuang untuk pilihan hidupnya. Dalam acara ini kami semua diajak untuk mendengarkan kisah hidup 4 perempuan yang inspiratif.

Nujuh Bulan Studio mengundang 4 pembicara dengan pengalaman dan kisah yang berbeda-beda. Ada Sinta Purwanti yang adalah seorang ibu, Doula dan juga guru yoga di Nujuh Bulan Studio. Ada Inta Heruwanto yang juga adalah seorang ibu dan founder dari @Mammakanin. Ada Permaswari Wardani yang adalah seorang ibu dan juga arsitek. Dan yang terakhir ada Marina Bomantari, seorang ibu 2 anak dan saat ini sedang mengandung anak ke -3, juga seorang wirausaha. Mereka terlihat siap dan bahagia untuk menceritakan kisah mereka kepada semua tamu yang sudah hadir saat itu.

Bertempat di Nujuh Bulan Studio, Bintaro, acara ini dikemas secara sederhana dan hangat. Para tamu dengan santai duduk bersama peserta lainnya dan saling berkenalan satu sama lain. Ashtra Dymach sebagai moderator membuka acara ini dengan sapaan hangat dan mendapat sambutan yang hangat pula dari semua tamu yang hadir. Tampak jelas raut-raut wajah penuh antusias yang sudah tidak sabar ingin mendengarkan kisah 4 perempuan inspiratif. Kami yakin ada energi yang begitu besar yang membawa mereka semua hadir dalam acara ini.

 

Tya pratignyo sebagai founder dari Nujuh Bulan Studio diberi kesempatan memberikan sambutan sebagai pembuka acara sebelum sesi pembicara dimulai. Di moment ini, beliau menjelaskan apa yang membuat dirinya tergerak untuk membuat acara inspirasi ibu ini. Beliau pun menjelaskan apa yang menjadi harapan terbesarnya untuk saat ini dan juga kedepannya.

“ Di luar sana banyak sekali ibu dengan berbagai macam problematika hidup . Aku percaya semua ibu pasti punya cerita yang ingin dibagikan. Karena itu aku ingin Nujuh Bulan ini bisa menjadi wadah yang aman bagi semua ibu yang ingin berbagi cerita hidupnya ” – Tia Pratignyo

Selain ingin menjadi support system bagi perempuan, dengan adanya acara ini, Nujuh Bulan juga ingin manjadi tempat bagi semua perempuan. Tempat untuk berbagi cerita secara aman dan nyaman. Harapannya acara ini bisa menginspirasi antar sesama perempuan lainnya, saat ini bahkan seterusnya.

Setelah Tia Pratignyo menjelaskan visi misinya tentang acara ini , sampailah ke sesi yang paling ditunggu yaitu sesi pembicara. Dalam sesi ini satu persatu pembicara diundang untuk membagikan kisah hidupnya selama 11 menit menggunakan materi presentasi yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Satu persatu mereka mulai bercerita. Semua cerita mengalir apa adanya, kami begitu menikmati setiap kisah yang diceritakan. Rasanya seperti hanyut ke setiap lembar-demi lembar cerita.

Tak sedikit dari kami yang membendung air mata haru, sedih sekaligus bahagia. Kami dibuat tak berkutik. Kadang kami juga terperanjat dan kaget mendengarnya. Ada kalanya kami pun tak bisa menahan tawa mendengar beberapa kisah yang kami anggap lucu. 11 menit batas waktu untuk setiap pembicara jadi terasa begitu cepat. Rasanya ingin terus mendengar semua cerita lebih dalam lagi. Semua kisah yang diungkapkan hari itu benar-benar punya kekuatan yang besar bagi kami semua yang hadir. Kami menangis bersama saat itu dan saling sayang, saling support satu sama lain. Kami percaya bahwa begitu besar energi yang ada saat itu. Energi positif yang kami terima dari kisah-kisah yang begitu inspiratif.

Setelah sesi pembicara selesai, kami diajak untuk ke sesi berikutnya yaitu sesi tanya jawab. Sesi yang juga ditunggu-tunggu oleh semua tamu yang hadir. Semua pembicara dipersilahkan untuk duduk bersama di depan dan siap untuk menjawab semua pertanyaan dari para tamu. Para tamu yang hadir terlihat begitu antusias untuk melontarkan pertanyaan demi pertanyaan.

 

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore, dan serangkaian acara Inspirasi ibu vol. 1 ini pun selesai. Acara dillanjutkan dengan pemberian tanda kasih oleh Mbak Tia kepada semua pembicara yang sudah hadir. Tidak hanya pembicara saja loh, para tamu yang sudah bertanya dalam sesi Tanya jawab pun mendapat hadiah spesial yang sudah dipersiapkan oleh Nujuh Bulan. Penutupnya kami pun foto bersama dan kembali dimanjakan dengan goodie bag dan makanan – makanan kecil dari sponsor yang sudah berbaik hati ikut ambil bagian mendukung acara ini. Semua pulang dengan wajah yang bahagia, hati yang dikuatkan dan kembali menjadi tangguh.

 

“Yang membuat saya bertahan sampai dengan saat ini adalah keluarga saya, teman-teman saya yang tidak pernah menjudge saya apapun. Saya tidak pernah malu untuk curhat, berkeluh kesah kepada mereka berulang-ulang seperti kaset rusak. Saya merasa punya teman dan tempat ketika saya jatuh. Kalau kamu sudah punya keberanian dan kekuatan pasti kamu akan maju dan mampu menghadapinya. Bantu teman-teman dan lingkungan kita yang butuh kita, beri mereka waktu dan dukungan kita” – Sinta Purwanti

“Jangan pernah takut menceritakan kepada orang lain saat kamu mengalami kekerasan baik fisik maupun verbal. Jangan pernah takut meminta sebuah pertolongan ketika dirimu butuh pertolongan. Utamakan diri kita dahulu. Keluargamu, anak-anakmu bukan hanya butuh kehadiran kita, tapi yang utama mereka butuh diri kita yang bahagia” – Marina Bomantari

“Saya mengidap Bulimia Nervosa dan stuck selama 12 tahun. Pada akhirnya saya hamil dan saya berhenti dengan sendirinya. Saya sadar saya dibutuhkan oleh anak-anak. Saya harus hidup. Untuk semua ibu, jangan lupa untuk selalu memperhatikan kebutuhan setiap anak-anak kita. Berdiskusi apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka rasakan dan cari solusi bersama, jangan sampai mereka tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri” – Permaswari Wardani

“Terdiagnosa ADHD di usia 35 tahun tidaklah mudah. Dulu saya selalu ingin membahagiakan semua orang. Saat ini saya sudah mulai menolak untuk hal yang memang tidak mampu saya lakukan. Saya mengubah semua strategi bisnis saya sehingga semua sesuai dengan keadaan saya saat ini.” – Inta Heruwanto

Terima kasih inspirasi ibu

Happy Kartini Day for all beautiful and independent women. Keep on shining, Ibu!

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Navigate