5 Tempat Favorit di Yogya

Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang liburan saya minggu lalu di Yogyakarta bersama anak, siapa tau bisa menjadi inspirasi liburan ibu dan keluarga.

Yogyakarta selalu berkesan buat saya. Sudah beberapa kali saya mengunjungi kota ini tapi tidak pernah habis-habisnya saya menemukan hal-hal baru yang membuat saya selalu ingin kembali. Liburan ke Yogya kali ini sebenarnya tidak sepenuhnya liburan keluarga, karena saya hanya berdua anak saya (Aura) saat jalan-jalan di Yogya, sedangkan suami saya sibuk menyelesaikan urusan pekerjaannya sehingga tidak bisa menemani kami berkeliling kota. Tentunya bukan masalah besar buat saya karena saya memang sudah terbiasa bepergian hanya berdua saja dengan Aura. Kuncinya adalah pastikan kebutuhannya untuk makan dan tidur terpenuhi dengan baik, juga siapkan beberapa mainan favoritnya untuk menghilangkan bosan selama di perjalanan. Karena rengekan, tangisan, dan teriakan darinya adalah hal terakhir yang saya inginkan saat travelling.

 

Yogya – Day 1: ViaVia Bakery dan Tempo Gelato

Beberapa hari sebelum berangkat ke Yogya saya sudah menyiapkan list tempat-tempat yang ingin saya datangi. Di antaranya ViaVia Bakery, Tempo Gelato, Yats Colony, Warung Bu Ageng, dan Museum Ullen Sentalu. Menurut saya tempat-tempat tersebut masih masuk dalam jangkauan saya untuk dikunjungi bersama seorang anak balita yang harus dijaga moodnya agar tetap senang dan tenang. 😀

Sudah lama saya penasaran dengan ViaVia Bakery yang terkenal dengan artisan bread and pastry juga menu-menu breakfastnya. Tapi sayang saat saya tiba disana menu breakfastnya sudah tidak bisa dipesan, karena sudah melewati pukul 11.00. Tapi saya tidak lantas kecewa karena masih banyak menu-menu makanan dan juga dessert lain yang tidak kalah lezat dengan menu breakfastnya.

Bertempat di Jl. Prawirotaman, ViaVia Bakery tidak sulit untuk dicari karena terletak tepat di pinggir jalan. Dari depan toko roti ini terlihat kecil, tetapi setelah masuk ke dalamnya ternyata cukup luas, bahkan terdapat toko cinderamata dan playground untuk anak-anak.

Saya pun langsung memilih meja tepat di depan playground, agar saya bisa menikmati makanan dengan tenang sembari mengawasi Aura bermain di playground. Playgroundnya sendiri cukup unik, karena mengangkat tema travelling.

Mayoritas pengunjung ViaVia Bakery adalah turis mancanegara dan turis lokal. Kebetulan ini adalah salah satu tempat yang muncul di Film AADC 2 beberapa waktu lalu. Untuk pilihan makanan juga cukup variatif, ada western food dan Indonesian food. Kemarin saya memesan pancake dengan es krim dan potongan berries untuk dimakan berdua Aura.

Setelah kenyang menikmati makanan, kami pun beranjak pergi menuju ke Tempo Gelato yang terletak tidak jauh dari ViaVia Bakery. Hanya berjalan kaki kurang lebih 3-5menit, saya pun menemukan Tempo Gelato yang juga terletak di pinggir jalan Prawirotaman.

Aura senang sekali mengetahui bahwa kami akan membeli es krim. Begitu masuk ke dalam Tempo Gelato mata saya dimanjakan dengan dengan interior yang didesain dengan apik. Terlebih saat melihat deretan bermacam-macam es krim yang terdapat di freezer display.

Sebelum memilih es krim pembeli harus membayar dulu di kasir. Setelah menyebutkan ukuran dan media es krim yang kita inginkan maka kasir akan memberikan struk yang nantinya kita berikan kepada waitress saat memesan es krim. Setelah mencicipi beberapa rasa es krim yang ada saya pun menentukan pilihan pada Raspberry dan Lemongrass. Dan ternyata saya tidak salah pilih. Kombinasi kedua rasa ini berpadu lezat di dalam mulut saya.

 

Yogya Day 2: Yats Colony

Di hari kedua saya mengajak Aura untuk makan siang di Yats Colony. Sudah lama saya penasaran ingin mengunjungi tempat ini karena desainnya yang cantik dan makanan yang terkenal lezat. Yats Colony sebenarnya adalah hotel bnb yang terletak di Jalan Patangpuluhan, tidak terlalu jauh dari keraton. Tempatnya besar dengan parkiran yang luas.

Karena bukan tamu hotel maka saya tidak diperbolehkan untuk melihat-lihat ke dalam hotel. Tapi saya sudah cukup senang menghabiskan waktu di bagian restorannya. Karena sangat nyaman dengan hanya beberapa meja saja serta waiter dan waitress yang ramah-ramah. Aura pun tidak kalah senang karena bebas berlarian kesana kemari.

Menu makanannya juga variatif, terdapat western food dan Indonesian food, juga yang tidak kalah penting, Kids Friendly Menu! Dan tidak hanya presentasinya saja yang bagus dan fotogenik, rasa dan kualitas makanan juga sangat baik. Semua menu yang saya pesan tidak ada yang gagal. Dan yang tidak kalah menariknya lagi, saat saya disana sedang ada promo gratis 1 scoop Ronde Ice Cream untuk pembelian di atas 100k!

Cukup lama saya menghabiskan waktu untuk bersantai disini dan mengambil beberapa gambar. Karena tanpa terasa waktu sudah menjelang sore dan hujan turun cukup deras. Waktunya untuk beristirahat di kamar dan bersiap untuk petualangan lainnya di esok hari.

 

Yogya Day 3: Gembira Loka Zoo dan Warung Bu Ageng

Hari ketiga di Yogya saya mengajak Aura untuk mengunjungi Gembira Loka Zoo. Sebenarnya tujuan awal adalah Museum Ullen Sentalu, tapi karena jaraknya terlalu jauh dari tempat kami menginap ditambah saya hanya pergi berdua anak saya maka saya memutuskan untuk mengganti tujuan wisata kami. Dan saya memilih Gembira Loka Zoo karena letaknya yang tidak jauh dari hotel tempat kami menginap, selain itu pasti akan sangat menyenangkan untuk anak-anak melihat berbagai macam binatang disana.

Segera setelah selesai sarapan di hotel saya pun mengajak Aura untuk mandi dan bersiap-siap, mengingat setiap sore hari di Yogya sedang sering turun hujan dan area Gembira Loka Zoo sangat luas untuk dijelajahi maka saya berusaha berangkat sepagi mungkin. Sesampainya disana parkiran kebun binatang sudah penuh dengan bus-bus dan rombongan tour maupun rombongan keluarga. Saya langsung menuju ke tempat pembelian tiket untuk membeli satu tiket saja, karena anak-anak di bawah 4 tahun masih gratis. Harga tiketnya Rp. 30,000,- murah sekali ya Ibu. Selain tiket, pengunjung juga diberikan peta venue. Di dalam kebun binatang juga ternyata disediakan kereta untuk berkeliling yang tiketnya berbeda dari tiket masuk dan bisa dibayar di setiap halte sebelum kita menaiki kereta.

Saat saya masuk ke area kebun binatang saya sempat merasa bingung karena tanda penunjuk arah tidak terlalu jelas, alhasil saya berjalan mengikuti arah rombongan wisata yang juga baru datang agar tidak tersesat karena jujur saya kurang mengerti dengan peta venue yang saya miliki. Tersasar hingga tidak bisa menemukan jalan keluar sih mungkin tidak ya, tapi saya yakin apabila saya tersasar maka rute yang harus saya tempuh akan bertambah panjang.

Binatang pertama yang akan kita lihat saat memasuki Gembira Loka Zoo adalah Gajah. Terdapat 5 ekor gajah dalam satu kandang yang sangat luas. Dan di seberangnya kita akan menemukan Orangutan dan Simpanse. Juga berbagai hewan lainnya seperti Rusa, Badak, Harimau, Kuda Nil, Berang-Berang, berbagai jenis monyet, burung, dan reptile, Unta, dan berbagai binatang lainnya minus Jerapah dan Singa. Koleksi hewan-hewan disini cukup lengkap dan terlihat sehat juga terurus dengan baik.

Di dalam area kebun binatang juga kita dapat menemukan danau buatan yang bernama Danau Mayang Tirta untuk bermain speed boat dan banana boat. Selain itu kita juga dapat naik Kapal Kataraman apabila ingin berkeliling danau dengan rombongan keluarga. Yang asyiknya lagi, di area Gembira Loka Zoo sudah dilengkapi dengan free wifi lho Ibu. Area Gembira Loka Zoo dialiri sungai di tengahnya dan dipenuhi pohon-pohon rindang berusia tua. Tak heran jika suasananya sangat sejuk, bahkan menyerupai suasana hutan. Maka tidak perlu khawatir akan kepanasan. Tapi bila hujan hanya sedikit tempat untuk berteduh jadi sebaiknya kita membawa payung untuk berjaga-jaga di musim hujan seperti Desember ini.

Lelah berkeliling saya pun ingin mencoba kereta keliling untuk menuju pintu keluar, tapi sayang sekali karena ternyata saya sudah berjalan hingga halte yang terakhir. Jadi saya terpaksa harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki hingga pintu keluar. Untung saja Aura msih kuat berjalan kaki dan tidak minta digendong. Karena saya sudah cukup lelah dan lemas karena kami berdua belum makan siang. Berkeliling di Gembira Loka Zoo membuat kami lupa waktu. Walaupun sebenarnya di dalam area kebun binatang banyak terdapat penjual makanan yang menjajakan makanannya tapi saya kurang tertarik. Karena seperti biasa apabila di dalam area tempat wisata pastilah harganya berkali lipat daripada biasanya. Dan juga karena sepulangnya dari Gembira Loka Zoo saya ingin makan siang di Warung Bu Ageng yang terkenal dengan masakan rumahannya yang lezat.

Setelah berhasil keluar dari Gembira Loka Zoo dengan penuh perjuangan (baca: melewati banyak penjual mainan di pinggir jalan disertai rengekan anak yang minta dibelikan mainan) saya pun segera bergegas menuju Warung Bu Ageng untuk makan siang. Kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dari Gembira Loka Zoo.

Sayang sekali saya tidak sempat mengambil gambar disini karena saat itu Aura sedang tidur di gendongan saya. Sepertinya dia sudah sangat lelah dan mengantuk karena berjalan kaki mengelilingi kebun binatang. Pdahal suasana warung saat itu sangat nyaman walaupun hanya dengan kursi dan meja kayu namun terasa adem dan seperti di rumah sendiri. Saya langsung mencari meja untuk duduk dan beristirahat sambil membaca-baca menu yang tersedia. Setelah memilih-milih akhirnya saya memutuskan untuk mencoba Nasi Paru Ketumbar dan Pisang Bakar Kayumanis.

Tidak lama menunggu akhirnya pesanan saya keluar. Saya langsung jatuh cinta di suapan pertama. Walaupun hanya bisa menggunakan satu tangan untuk makan karena satu tangan lainnya menyangga kepala Aura yang sedang tertidur pulas tapi tidak mengurangi kenikmatan saya menyantap makanan yang tersaji. Mungkin juga karena saya sudah sangat lapar tapi yang pasti masakannya sangat lezat. Racikan bumbunya pas dan tidak berlebihan. Tepat seperti masakan ibu di rumah. Tidak heran karena ternyata pemilik warung ini yang bernama Bu Ageng itu sendiri adalah seorang ibu dari Butet Kartaredjasa.

Selesai menghabiskan makanan saya pun bersiap pulang dan tak lupa membungkus beberapa makanan dan cemilan untuk Aura yang hingga saya selesai makan pun belum juga bangun dari tidurnya. Tanpa terasa hari ini adalah hari terakhir liburan saya di Yogya karena esok harinya saya harus pulang. Tiga hari yang sungguh berkesan. Yogyakarta kota yang selalu akan saya rindukan.

Mengutip kata Joko Pinurbo: Yogya terbuat dari rindu, pulang dan angkringan.

Satu saat saya pasti akan kembali kesini, karena masih banyak tempat-tempat yang belum saya datangi disini.

Leave A Reply

Navigate