Relationship Goals ?

Saya masih ingat, saat di awal umur 20 tahunan, goal besar dalam bidup saya adalah menjadi sukses. Menjadi sukses secara finansial, karier dan seperti kebanyakan jiwa muda menjadi terkenal dengan apa yang saya lakukan. Saat masih duduk dibangku kuliah, saya akan pergi melanglang buana mencari kegiatan untuk memenuhi kebutuhan diri. Singkatnya, biar eksis.

Saya mendaftar siaran di radio lokal, menjadi fashion stylish di sebuah majalah lokal, sampai menjadi MC di acara tradisional di pusat kebudayaan setempat, padahal saya bukan berasal dari sunda.   I just want to create, make a  different, and have achievement.

Lahir dan besar di Jakarta, saya terbiasa mempunyai goal, dan bersaing dengan orang lain. Di Ibukota saya selalu bergerak cepat. Saya suka merasa bersalah hanya berada di rumah tak melakukan apapun. Saya hanya tahu, kalau saya punya banyak kegiatan saya keren.

I was so drawn by having a lot of things in life. Kalau saya ingat masa muda yang penuh gairah, saya ingin mengingatkan diit saya yang muda, chill……everythings going to be ok. Have fun and enjoy having good time with your friends.

Goals For Life

Karena didikan dan melihat orang sekitar yang goal getter, ketika tidak memiliki goal dan hanya berdiam diri membuat saya merasa bersalah. Ini juga yang saya rasakan ketika baru memiliki anak. Saya berhenti bekerja, dan hanya di rumah saja. Saya jadi merasa bersalah.  Dalam perasaan bersalah saya menjadi kesepian, merasa tidak punya teman dan tidak tahu mau melakukan apa-apa.  Karena  perasaan bersalah ini memicu saya  terkena postpartum depression.

Loneliness

I feel like I don’t have friends, and nobody really understand how I felt. Setelah menelisik, dan mengingat masa itu, mungkin karena saya hanya tidak tahu apa yang saya rasakan, dan saya tidak bercerita ke teman-teman bahwa saya ingin bertemu, ingin bercerita. Bahwa saya butuh didengarkan dan disayang.

I have the needs to have relationships

Sejak 1953, Harvard study of adult development,  meriset 720 laki-laki dewasa. Responden datang dari pelbagai backgroud, tumbuh dengan kesuksesan secara financial dan tenar, dan ada pula yang tidak, ada yang beranak pinak, ada pula yang tidak menikah. Dalam riset terpanjang dalam sejarah hidup manusia ini, Harvard menemukan  bahwa  Hubungan yang baik adalah kunci hidup.

Good relationships makes you healthy and happy. Period.

Dalam penelitian ini ada tiga hal yang ditemukan. Ternyata hal-hal  ini sangat sederhana yang kita sudah ketahui .

  1. Social connection are really good for us and  loneliness kills. Orang yang memiliki hubungan yang baik dengan keluarga, teman dan komunitasnya akan lebih sehat dan bahagia. Orang-orang yang kesepian akan mudah sakit dan tidak hidup lebih lama. If you feel lonely Ibu, go out with your friends, or just call them. Its ok to confess you need companion.
  1. Hubungan yang berkualitas  menentukan kebahagiaan diri. Dalam suatu hubungan, kadang tak melulu baik. Kita bisa saja tidak bahagia. Apalagi hubungan yang sangat penuh konflik. Menurut penelitian, orang-orang yang memiliki hubungan yang berkualitas  dan puas di umur 50an , saat umur 80 tahun adalah orang-orang yang paling bahagia dan sehat. Saat mereka sakit di usia senja, mereka tak merasa begitu sakit, karena mereka bahagia. Sebaliknya orang tidak memiliki hubungan baik, akan merasa jauh lebih sakit.  Relationships are hard work and messy, not always sexy and glamorous, but its worthwhile.
  1. Tak hanya menjadi sehat, orang-orang yang memiliki hubungan yang aman dan supportif, melindungi kemampuan dan kinerja otak. If you have  secure , quality, connected relationship you will most likely have better memory in your eighties.  Your brain is what you are, and your brain work as you are in your relationship, Ibu!

Memanusiakan diri, menjadi waras, mempunya kebutuhan untuk berkelompok.

My Dream

Saat menjadi Ibu, saya sadar betapa pentingnya memiliki hubungan yang baik. Perasaan kesepian saat  masa postpartum sangat tidak enak.  Having great relationship or as the millennial said #relationshipgoals , Is my dream, is qually important as my success dream. Having the best people that fits in my heart and life. How? Become the best version of myself, be a supportive person that I want, and give love to others.

Ibu, you have the right to have a good relationship and supportive people in your tribe. It may take time but, you will find your tribe. Just remember, good people attract good people.

Have a great week ahead #ibuberdaya!

2 Comments

    • Hai Melany, kita punya Lingkaran Ibu sebagai unjudgemental support group untuk para ibu. bila tertarik boleh email ke halo@haloibu.id untuk mendaftar. Terima kasih 🙂

Leave A Reply

Navigate