Meet Up to Grade Up

5 Wisdom From Najwa Shihab

oleh Ashtra Dymach

Tanggal 16 Mei  2017 lalu, haloibu diundang oleh ke acara Meetup Ucita Pohan . Ini adalah acara Meet Up yang ke 3, mengundang Najwa shihab. Seorang Ucita Pohan yang merepresentasikan energi muda, popular culture bertemu dengan Najwa Shihab yang lugas dan identik dengan isu politik. Ucita berhasil membuat Najwa menjadi sosok yang  lebih santai dan friendly .

Pada acara Meet Up Ucita Pohan kemarin, saya seperti mendownload banyak informasi , banyak inspirasi. Meet Up to Grade Up my brain. I would like  to share with you, this is 5 Wisdom I got from Najwa Shihab.

  1. You Need to Keep Up or You Will be forgotten

Kita harus siap dengan perubahan atau kita akan dilupakan. Zaman terus berubah, banyak hal baru, banyak yang harus dipelajari. Najwa bercerita, Ada seorang pelukis yang mempunyai kemampuan melukis mirip sekali dengan aslinya, dengan objek yang dilukisnya. Sampai-sampai Ia mempunyai museum  sendiri. Satu waktu kamera ditemukan, pelukis ini akhirnya dilupakan. “Kita harus keep up dengan perubahan, atau kita akan ketinggalan”, ujar Najwa Shihab yang biasa dipanggil Nana.

2. Mencari Kebenaran itu Banyak Cara

Kebenaran itu satu, tapi cara yang bisa ditempuh banyak. “ Ayah saya, Quraish Shihab mengatakan Tuhan tidak bertanya lima tambah lima itu sama dengan sepuluh , tapi Ia bertanya sepuluh itu berapa tambah berapa, bisa dua tambah tujuh, enam tambah empat, Jangan memonopoli kebenaran. Ada banyak cara mencapai kebenaran”, tegas Najwa.

3. Make Time to Read

Membaca itu kebiasaan yang dilatih, daya tahan baca juga merupakan latihan. We have to make time to read. Buat Najwa , waktu khusus membaca 20 menit dalah satu hari . Membaca buku serius di pagi hari ketelah sembahyang dan di malam hari sebelum tidur. Ucita Pohan juga menambahkan , Ia saat ini melakukan kebiasaan One Chapter before sleep.

“Kalau membaca hidup kita lebih panjang dari umur kita”, ujar Najwa.

Nana puny beberapa rekomendasi buku, Cantik Itu Luka penulis Eka Kurniawan, Sirah Nabi penulis Quraish Shihab, serta buku-buku karya Jonas  Jonasson dan Joko Nur . 

4. How to make a change? Do small things

Bila kita ingin melakukan perubahan, mulailah dengan hal-hal yang kecil. Set your goals relasticly. Lakukan Tujuan  dengan cara bertahap.  “ Enggak usah muluk-muluk, lakukan satu hal saja, mengubah 1 anak saja itu sudah melakukan perubahan. Lalu pasti akan bertemu like minded people, orang-orang yang berpikiran sama. Jangan merasa gagal, start small”, tegas Najwa.

Mendengar ini hati saya jadi sejuk, saya seorang ibu, jadi ini yang bisa saya lakukan, perubahan dimulai dengan anak saya.

5. Be knowledgeable

Kalau baca jangan setengah-setengah, tapi baca semua dan dari pelbagai sumber.Jadi saat memberikan informasi dan menulis di social media, kita bisa menjadi sumber yang baik.  “Sebelum menulis, bacalah yang banyak, lalu tuliskan”, ujar Najwa. Nah, bila ingin didengarkan dan tidak menghakimi saat memberikan pendapat, baiknya saat mulai mengungakpan pendapat bisa dimulai dengan ‘ Saya membaca dari number ini’  atau ‘menurut narasumber ini’, jadi buatlah seolah ini bukan pendapatmu, tapi berasal dari sumber yang tepat.

Ternyata menjadi orang yang lebih baik, mengajarkan kedamaian dan keberagamaan dimulai dari diri sendiri dan orang sekitar. Start small, start from our children. Ibu, world peace is in your hand . 

Leave A Reply

Navigate