Kenapa Mengganti Gula ?

Setelah memiliki anak,saya dan suami , Ray,  merasa mempunya kesempatan kedua untuk memperbaiki hidup, menjalani hidup yang berkualitas. Mahija memberikan kita alasan untuk hidup lebih panjang. Jadilah kami mencoba memperbaiki gaya hidup kami yang serba instan tanpa bepikir. Saat kami memberikan pesan ini ke alam semesta, seakan diamini, kami dipertemukan dengan banyak informasi dan bertemu orang-orang yang mendukung pilihan kami.

Dua tahun lalu, 2015, Saya menonton Film dokumenter That Sugar Film, atas rekomendasi sahabat dan teman kami Kimmana dan Zia Nichols, dua terapis Ayurveda. Setelah menonton, kami berdua tersentil. How sugar actually the biggest addiction problem our society is facing. Hampir semua produk di supermarket dan restoran atau mal berbasis gula. Minuman dingin, roti cokelat, sirup, buah-buahan kaleng, saos-saos makanan, serta lainnya.

Ah, ini PR saya!  Saya yang tidak pernah bercita-cita menjadi ibu rumah tangga, dan tidak doyan memasak semasa muda, maka saya harus belajar menjadi manajer dapur dan seisi rumah. Kalau ada yang bilang pekerjaan rumah tangga ‘hanya itu-itu saja’ dan berprasagkan ‘hanya’ Ibu rumah tangga, maka sesungguhnya tidak pernah menjadi Ibu rumah tangga, atau tidak mengerti betapa kompleksnya pekerjaan ini.

You are the person responsible for the whole household, you must have great managerial skill. You are the person curating products that goes inside the house. You are Ibu, You are the CEO of your family.

Memilih Produk

Kami bukan vegan atau vegetarian, atau menolak makan makanan tidak sehat. Saya masih suka sekali makan bakso, Ray juga suka makan fastfood, kami juga mash makan makanan kemasan. Kami sadar, kami perlu menyeimbangkan kehidupan instan di luar rumah dengan makanan yang lebih sehat di rumah.

Ada beberapa produk yang kami ganti di Rumah. Kami makan nasi dari beras organik dan beras putih dicampur beras hitam. Karena beras organik tumbuh minim bahan kimia, dan mengikuti irama alam. Beras hitam kami pilih karena lebih tinggi serat. Garam di rumah menggunakan garam laut dari Bali yang diproses lebih cepat dan memiliki mineral yang lebih tinggi. Saat memasak kami tidak pernah memakai penyedap rasa butaan atau msg. Selain itu kami mengganti minyak goreng kelapa sawit dengan minyak kelapa. Bila tidak terlalu dibutuhkan, saya tidak akan memakai gula dan garam saat memasak, saya hanya menggunakan bawang, serta rampah-rempah. Awalnya sulit, tapi lama-lama saya dan Ray terbiasa. Mahija juga terbiasa.

Gula yang kami gunakan di rumah, adalah gula kelapa, atar palm sugar. Berwarna cokelat, dan mudah ditemukan di supermarket. Saya pikir ini adalah pilihan sehat, tapi ternyata minggu lalu saya baru tahu gula ya tetap gula.

Hal ini saya ketahui saat Tea Time Tropicana Slim, 16 April 2017 lalu, “Gula yah gula, mau gula kelapa, gula pasir, gulabatu, gula merah, tidak ada yang lebih baik. Mengandung kalori, dan berpotensi menaikkan gula darah”,  ujar Susana, Head of Nutrifood Research Center.

Seringkali kita tidak menyadari begitu banyaknya asupan gula dari berbagai makanan dan minuman yang kita konsumsi, padahal batasan konsumsi gula hanya 50 gram (4 sdm) per hari, bahkan sudah termasuk gula yang diperoleh dari makanan alami seperti buah, sayur, dan susu, bukan hanya gula pasir. Oleh karena itu, pemanis rendah kalori dapat menjadi pilihan bagi yang ingin tetap merasakan manis, tanpa takut kelebihan kalori ataupun  kenaikan gula darah.

“Saat ini, sudah tersedia berbagai pemanis yang sudah disetujui dan dinyatakan aman oleh WHO, seperti sukralosa, aspartame, acesulfame-K, dan stevia,” tambah Susana.

Tropicana Slim Stevia

Stevia berasal dari daun stevia yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Penelitian menyebutkan Stevia sangat aman dan natural dan tanpa kalori.  1 Bungkus Tropicana Slim Stevia manisnya setara dengan 2 sendok teh gula .

To know more: Facebook Fan Page Tropicana Slim (https://www.facebook.com/TropicanaSlim), Instagram @TropicanaSlim dan website Tropicana Slim (www.tropicanaslim.com).

Tea Time Tropicana Slim

Saat acara Tea Time Tropicana Slim kemarin, Tuning Soebagjo,  home-decorator  dari ohahappyhome.net berbagi seputar bagaimana penataan meja makan yang cantik dan menarik saat menyelenggarakan berbagai acara spesial, kami juga diajak untuk langsung merasakan experience menata mej.a dan perlengkapannya dengan menerapkan tips dan trik yang telah diberikan. Nah, saya dan tim akhirnya menang, jadi meja Favorit! Tema meja kami , Clean Eating Mothers Circle with Stevia. Padahal kami baru bertemu menjadi tim karena diundi, wah senang sekali, memang perempuan jika bekerjasama akan memberikan energi positif bersama.

1 Comment

Leave A Reply

Navigate