Ibu disayang Ibu lain

Ditulis Irnanur Shahbanu

Diedit ole Ashtra

“Walaupun baru pertama kali ketemu, tapi enggak ada rasa canggung ataupun malu untuk bercerita tentang keluh kesah, kesulitan, kesedihan, kemarahan dan tentunya kebahagiaan menjadi Ibu. Terima kasih @haloibu.id sudah menyediakan lingkaran yang hangat dan nyaman ini” (Agatha – Peserta Lingkaran ibu volume 2 – Ibu dari 1 anak laki-laki)

Tanggal 22 Januari 2017 lalu, 13 Ibu duduk melingkar, bercerita, berpegangan tangan dan sharing  di acara postpartum support group, “Lingkaran Ibu Volume 2”. Kegiatan berbagi cerita ini tujuannya untuk release stress, release perasaan. Saat berada dalam lingkaran kamu bisa bertemu dengan ibu lain dan bertukar pengalaman serta pengetahuan serta disayang oleh ibu lainnya. So, when your back to your real  life with your lovely children and your family, you can feel better about yourself and you know what you have to do next.

Apa isi Lingkaran ibu?

Tema tiap lingkaran Ibu berbeda, kali ini bertema self-love, atau memberikan cinta kepada diri sendiri. Teori ini sangat sederhana, bagaimana bisa kita memberikan cinta kepada orang lain, ketika kita belum memberikan cinta kepada diri sendiri? Doing self love is essence to all of us mother, as we nurture another human being.

Kita akan memulai dengang berkenalan satu sama lain, membahas tentang self-love, dan becerita pengalaman masing-masing.

Siapa yang disarankan ikut Lingkaran Ibu?

Ibu.

Ibu yang ingin memiliki anak, ibu yang kehilangan anak atau misscarriage, ibu yang kehilangan anak, ibu yang megadopsi, ibu yang memiliki anak, ibu bekerja, ibu tidak bekerja, maupun single mother.

Kami tidak mengkategorikan siapa yang harus ikut, karena kami percaya semua Ibu memilki persamaan, sedang bertransisi dan menjalankan perannya yang baru. Dan di setiap cerita ibu, ada sebagian cerita kita di mereka.

Selain itu“Saya ingin lebih sabar menghadapi anak. Ingin lebih baik dalam berkeluarga” (Nobi Susilo – Peserta lingkaran ibu volume 2 – mom preneur)

“Saya ingin menghilangkan stress dan hal yang negative about my self. Ingin jadi ibu yang lebih low temper” (Vera – Peserta lingkaran ibu vol 2 – mother of two)

Ibu Bekerja

Saya terkesan dengan cerita salah satu peserta “Lingkaran ibu 2” tentang pengalamannya menjadi ibu bekerja, saat belum  ingin hamil justru dikaruniai kehamilan. Setelah melahirkan dengan segala kebingungan, belum mengerti cara menyusui, anak tidak mau latch on, si ibu sempat mengalami trauma dan sering menangis karena kondisi anak yang saat itu bilirubin tinggi dan harus masuk NICU. Mental ibu baru harus kuat. Sang ibu butuh dukungan penuh dari orang terdekat. Pada Lingkaran ibu  saya banyak belajar tentang ‘memberi dan menerima’ dengan tulus. Yaitu ‘memberi’ cinta, kasih sayang ibu ke buah hati dengan tidak lupa mencintai diri ibu sendiri, dan ‘menerima’ apa yang sudah diberikan Sang Pencipta. Karena tuhan dan alam semesta tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan manusia. 

Buat saya, peran suami sangat penting dalam pengasuhan anak” (Ardwina – Peserta Lingkaran Ibu Vol 2)

Depresif

Ada lagi cerita dari salah satu ibu yang mengalami pecah ketuban di minggu ke 38. Dia harus berangkat ke RS naik ojek. Sendirian. Dalam kondisi kontraksi, ibu satu ini sangat berani. Cita-cita melahirkan normal tinggal kenangan saat itu. Belum lagi ASI yang tidak keluar. Rasa marah yang dilampiaskan ke anak. Sebagai ibu baru, Ia merasa semua orang menyalahkannya. Semua yang dialami membuat dirinya trauma untuk punya anak ke 2. Takut semua kejadian terulang lagi. Buat saya cerita ini bukanlah cerita yang harus dikasihani, tetapi bisa dikagumi.  Sangat mendengar cerita Ibu ini kami memeluk dan memegang tangannya. Saya yakin dalam hati kecil ibu ini, Ia adalah ibu yang kuat, buktinya sampai saat ini masih mengasuh anaknya dengan baik.

“Motherhood itu buat saya adalah depresi.” (Yana – Ibu 1 anak)

Menangis Release Trauma

Menangis itu hal wajar , apalagi kalau ibu sedang bercerita tentang perjalanannya mengasuh buah hati dengan segala tantangan, kadang perasaan haru, senang, dan khawatir yang membuncah, secara otomatis bisa mendatangkan air mata. Menangis hal yang sah untuk mengeluarkan trauma. Kalau mau meneteskan air mata di “lingkaran ibu” boleh sekali, Jangan malu karena tidak ada yang menghakimi ibu di lingkaran ini.

Ini feedback beberapa Ibu yang setelah  mengikuti Lingkaran Ibu ;

Transisi menjadi Ibu merupakan pengalaman yang luar biasa untuk seorang wanita. Bahagia – lelah – senang – takjub – terkadang ada sedihnya, rasanya berbagai perasaan datang seperti roller coaster yaa. Masa transisi adalah dimana Ibu sedang belajar untuk menyesuaikan diri dengan kehadiran bayi, menghadapi perubahan hormon serta jam biologis, dan menerima bahwa adanya perubahan tubuh pada dirinya.  Salah satu faktor yang dapat membantu perjalanan transisi Ibu adalah adanya dukungan dari lingkungan. Dukungan disini bisa berupa dukungan emosional, informasional, dukungan fisik dan penghargaan kepada Ibu. Berdasarkan pengalaman teman sesama Ibu , biasanya tantangan itu sendiri justru datang dari orang-orang terdekat. Sedangkan sebenarnya kehadiran dan bantuan yang diberikan suami & anggota keluarga terdekat akan membuat Ibu merasa lebih mudah untuk menjalani transisi perannya. Bagi seorang Ibu , dukungan sosial akan sangat berarti pada masa ini, namun tetap berikan juga ruang dan kepercayaan kepada Ibu untuk menjalin bonding dengan buah hatinya.
Yuk kita saling support, memberikan ruang yang nyaman untuk para Ibu dalam menjalani masa transisinya”
(Ari Aprilia – Peserta Lingkaran Ibu Vol 2 – Seorang Pegiat Pro ASI)

Bahagia sekali bisa ikut komunitas #LingkaranIbu2 di sini. Bisa curhat, nangis, tertawa.. Semuanya berasa lepas.. Banyak yang bisa dipelajari di sini, bukan sekedar curhat & menangis. Tetapi sebagai Ibu, kita dapat berempati lebih dengan Ibu-ibu lain yang mengalami perasaan dan banyak hal baru yang harus dialami setelah mempunyai anak. Menjadi Ibu, bukan sekedar menyusui atau mengasuh anak. Ibu perlu “Me Time” setiap harinya, walaupun hanya 5 menit.  So, keep strong Mom. You are NOT Alone!!!” (Antonia – Peserta Lingkaran Ibu Vol 2 – Mother of 1 little girl)

“Kegiatan seru di hari Minggu, Lingkaran ibu bersama haloibu. Senang sekali bisa saling bercerita lepas dan didengar dengan tulus oleh perempuan-perempuan luar biasa. Everymom needs to be heard and loved. But first thing first : dong forget to love ourselves!” (Ruvira Arindira – Peserta Lingkaran Ibu Vol 2-  Dosen & Ibu 1 anak perempuan)

Lingkaran ibu volume 2 lalu membuat saya  jadi lebih bersyukur dan menjauhkan diri dari pikiran negatif dengan segala perbedaan pola asuh dan cara didik anak. Semakin banyak mendengarkan, semakin terbuka pikiran, semakin lembut hati dan semakin saling berempati. Dengan mendengar cerita ibu lain, tidak lagi merasa terdiskriminasi dan tidak  merasa jadi ibu paling benar. Bahkan para ibu bisa saling memberi masukkan dan saling menguatkan. Nah, Kalau Ibu sendiri bagaimana? Tertarik nuntuk ikutan “Lingkaran ibu volume 3” pada 26 Febuari 2017 mendatang?

Kalau mau ikutan, jangan lupa mendaftar ke email halo@haloibu.id , dengan subject SIGN LINGKARAN IBU , kirim nama, nomor telepon, id social media dan alamat serta  berikan alasan kamu ingin ikutan. Were waiting for your email!

More pics of Lingkaran Ibu 2:

https://www.facebook.com/pg/haloibu.id/photos/?tab=album&album_id=1880523952178280

 

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Navigate