Terlahir Menjadi Orangtua?

 

3 September 2013, Sore itu hujan deras sekali di daerah Rempoa, Tangerang Selatan. Saya sedikit aneh, wangi tanah basah selalu jadi kerinduan. Apalagi tinggal di Jabodetabek, panas menyengat membuat hujan menjadi eksklusif. Tapi hari ini kerinduan kami membuncah. Kami akan bertemu orang yang kami sangat cintai tapi belum pernah kami ketemui.

17.15. Di rumah kami yang disekelilingi oleh taman yang basah, cahaya matahari dipeluk awan gelap, wangi essential oil lavender serta seorang bayi dipelukan. Sembilan bulan saya dan suami mencari jus jeruk, muntah di pinggir jalan, pegal-pegal pinggang, serta dibuat jatuh cinta. Ray mengecup kening saya. Hari itu, tak hanya putri kami, Mahija Naraya yang dilahirkan, tapi saya dilahirkan menjadi Ibu serta Ray menjadi Bapak. Kami merasakan kenikmatan luar biasa bersama, as if that perfect day could define our life.

3 September 2016. Mahija menangis-nangis melantai meminta cupcake. Hari ini masih pagi, jam 08.30. Saya sedang ditengah-tengah menulis saat M bangun. Saya pikir setelah 3 tahun saya sudah terbiasa dengan tangisan memantul ke segala penjuru seorang bayi. I never get used to it. Saya berhenti bekerja, lalu mencoba memeluk Mahija. Pelukan ditolak.

“ Mahija mau makan sereal atau roti” ,ujar Saya.

“ Enggak mau. Maija mau cupcake”, kata M dengan tegas.

“Yaudah, nanti kalau Mahija sudah sudah tenang, kita makan roti atau sereal yah , Mahija yang pilih”, Saya coba terangkan dengan sabar.

“ Uaaaaaaa, kakak enggak mau….”, tangis Mahija.

“…….”, saya hanya diam.

“Huaaaaaaa…..mau roti Mammi…huhuhu”, Mahija berusaha tenang sambil menangis.

Kejadian seperti ini tidak terjadi setiap hari. Tapi dalam satu momen dalam satu hari Mahija bisa kecewa dan menangis. Today, we should celebrate the birth of us, the beginning of our family. But, my husband was working, and my baby have a bad sleep.

As a person , I wasn’t prepared for all of this. I was single for 24 years, never thought of someone leaning on me for 24/7 . It wasn’t just a culture shock. I almost loose my self in the process. I never have a degree for parenting or motherhood in particular. Society made me thought that, I will be ready to be a mother after giving birth. It will all come naturally for me and my husband. As a mother of a 3 year old, I could confirmed to you, that’s bullshit.

With all the noise in this world, and less wisdom, us parents are learning. So we need to choose what we hear and see.

The Beginning of Life

Pada Minggu, 28 Agustus 2016 lalu, Ayo Main dan Haloibu.id mengadakan menonton bareng Film The Beginning of life, di Nujuh bulan studio. Peserta yang mendaftar sebanyak 34 orang. Tak hanya Ibu tapi beberapa ayah juga menonton. Selain itu, ada beberapa Ibu hamil yang menonton.

Gerakan menonton film The Beggining of Life di Indonesia diprakasai oleh Temantakita.com dan Ashoka Indonesia. Siapa saja boleh mendaftar untuk menjadi penyelenggara kegiatan ini di komunitasnya, di seluruh Indonesia.

Film yang di support oleh UNICEF ini mewawancarai supermodel Gisele Bundchen dan Pemenag Nobel bidan ekonomo James Heckman, di sutradari oleh Estela Renner dan diproduksi oleh Maria Farinha Filmes.

Film yang berdurasu 90 menit ini dibuat sebagai respon dari kemajuan neuroscience yang menemukan bahwa masa awal kehidupan anak sangat penting menentukan kesuksesan masa depan mereka.

When watching the movie, I feel so related, the lack of sleep, the complex feeling to return for work, the raising a human agenda. Film ini berisikan wawancara beberapa narasumber, ahli pendidikan anak usia dini, ayah dan ibu, serta anak-anak itu sendiri tak lupa masa-masa awal kelahiran anak, serta gambar-gambar suasana parenting dari 9 negara.

I feel alone most of the time when me and M are home. The sense of isolation. So to wacth a movie about parenting together is an ideal Sunday bliss.

Saat menonton film ini, saya tergelitik mengingat masa-masa postpartum atau masa-masa sehabis melahirkan. Tidak ada yang mempersiapkan kita untuk masa ini, tidak ada yang mempersiapkan kita menjadi orangtua, siap atau tidak siap, ada satu mahluk yang akan membutuhkan Anda terus. Bila dulu film ini sudah ada, I told myself to watch it 2 times to make sure I know whats going to happen in the next chapter of our life as a parent. To have better view on how to raise human being and listen more to our child and always remember exchanging information to our child is by playing with her.

 Mothers Love

Menurut pemenang Nobel Prize James Heckman. “The mothers love, it is an importat part of the economy, which is typically not fully recognize in the society.” Cinta seorang Ibu merupakan nilai ekonomi yang paling penting dan terlupakan.

Dalam film ini, ada seorang Ibu dari Brazil yang mengaku tak bisa bekerja bila harus meninggalkan anaknya, padahal pemasukan uang sangat penting untuk keluarganya. Ia tinggal di rumah susun yang sangat sederhana. The mothers love is forgotten as part of the economy, Ibu tadi tidak di support negara saat membesarkan anaknya.

Menurut Joan Lombardi seorang ahli Perkembangan anak dan kebijakan publik dalm film ini. “ Sangat penting untuk masa-masa anak baru dilahirkan untuk selalu ditemani oleh Ibunya, atau orang lain”.

Setelah menonton kami berdiskusi bercerita pengalaman masing-masing. Karena durasi, tak semua peserta berkesempatan bercerita.

“ Ngingetin gue banget deh, kadang terlalu sibuk untuk kasih yang terbaik untuk anak, sibuk untuk bikin anak oke, tapi di satu sisi lupa ada untuk anak”, Aku Cita, Ibu dari Dimitri, setelah menonton Film the beginning of life.

Lain lagi dengan Irna , “ Saya merasakan sekali transisi yang tak mudah saat menjadi Ibu. Saya tadinya bekerja menjadi wartawan, lalu berhenti bekerja saat hamil dan mengurus anak tanpa ada yang menyiapkan bagaimana menjadi ibu.” 

If you’re a new in this raising human business, or about to raise one, you should defenetly wacth the movie. If you did, please comment below, I want to know your thoughts!

“Taking proper care of our babies is the best investment that can be made in humanity”.

– James Heckman

***

Ini adalah gerakan menonton film the beginning of life. https://www.haloibu.id/2016/08/it-takes-a-village-to-raise-our-children/

Setelah menonton kami bergandengan tangan, dan saling bertepuk tangan.
Setelah menonton kami bergandengan tangan, dan saling bertepuk tangan.

IMG_8108

IMG_6450

Our Generous sponsor, Nakedpressedjuice.
Our Generous sponsor, Nakedpressedjuice.

Leave A Reply

Navigate