MENGGUNTING DAN MENEMPEL : Aktivitas sederhana nan kaya manfaat

Aktivitas sederhana nan kaya manfaat

Dear Ibu,

Apa yang paling sering Anda lakukan bersama anak-anak di rumah? Membuatkan mainan dari kardus, bermain dough, menyusun lego atau pretend play? Pasti seru sekali menghabiskan waktu dengan si kecil yang semakin hari semakin pintar.

Tapi seringkali, kita seperti kehabisan ide. Saya pun begitu. Noah, anak saya yang dua bulan lagi berusia 3 tahun, senang sekali minta dibuatkan mainan dari aneka printables dan disusun dalam sebuah buku, busy book. Biasanya saat dia tidur atau sedang asyik dengan mainannya, Saya ngebut mencari materi busy book, print, laminating, gunting dan tempel. Ada kalanya, saya keteteran. Materi yang lain belum jadi, tetapi Noah sudah bosan dengan materi yang ada. Siapa yang suka begini?

Tapi kegiatan membuat kartu lebaran pop-up bersama Ganara Art dan Hewlett-Packard Indonesia (Hp) di Ganara Art Gallery, Senayan City, beberapa waktu lalu, menginspirasi Saya. Seru sekali menyaksikan para ayah dan ibu bersama-sama membuat kartu lebaran lalu dilanjutkan melukis art bag. Sepanjang acara, orang tua sibuk memberi instruksi bagian mana saja yang harus digunting dan ditempel. Sedangkan anak-anak terlihat serius dengan aktivitas di meja, duduk manis dan seolah tak mau beranjak dari kursinya.

“Ibu, nanti aku yang tempel gambar untanya, ya.”

“Ayo gunting gambar masjidnya, Nak!”

“Ayah, jangan cepat-cepat mengguntingnya. Sisakan untuk Aku.”

Begitu kira-kira serunya. Sayangnya, anak Saya keburu tertidur pulas begitu sampai di lokasi. Tetapi melihat dan mendengar interaksi anak-orang tua ini, mengingatkan Saya untuk melibatkan Noah dalam pembuatan busy book-nya, membiarkan dia yang menggunting dan menempel materi-materinya. Padahal, gunting kertas khusus untuk anak-anak sudah Saya siapkan sejak lama.

Nyatanya, kegiatan menggunting dan menempel ini memang memiliki banyak manfaat untuk buah hati. “Bagaimana cara anak menggenggam gunting dan kegiatan menggunting mengikuti pola gambar itu sendiri melatih motorik halus anak. Demikian juga dengan menempel. Anak yang motorik halusnya terlatih dengan baik, tidak akan kesulitan dalam menggenggam pensil saat usia sekolah nanti,” ujar Tita Djumaryo, Direktur Ganara Art Gallery.

Berdasarkan pengalaman, kalau soal tempel menempel, tak diragukan lagi. Tetapi, membiarkan Noah menggunting sendiri materi yang telah kami print memang butuh kesabaran Ibunya. Pekerjaan jadi lebih lama, Saya pun juga sering gemas dan gregetan. Sebab, Noah belum mahir menggenggam gunting. Kalau jemarinya sudah pegal menggenggam, dengan cuek dia akan mengganti posisi menggunting menggunakan dua tangan. Persis seperti sedang memotong rumput. Kalau sudah begitu, aktivitas menggunting pun bubar grak!

Tapi, Saya ingatkan diri sendiri, inti dari permainan ini adalah melatih motorik halus, melatih kecermatan, koordinasi mata, tangan dan konsentrasinya saat menggunting, bukan seberapa cepat pekerjaan busy book ini selesai. Jadi Saya biarkan saja dia bermain sepuasnya menggunting gambar, lalu menempelnya. Biasanya, Saya mengarahkan bagian mana saja yang harus digunting, tapi Saya tidak mau terlalu bawel dan banyak instruksi. Saya juga menyeimbangkan dengan memberinya kebebasan untuk menggunting dan menempel sesuai kreativitasnya.

Yang perlu Ibu perhatikan adalah keamanan anak saat menggunting. Untuk anak usia 2-3 tahun, sebaiknya Ibu menyediakan gunting kertas khusus anak. Gunting ini hanya mempan untuk digunakan pada kertas, jadi tidak akan melukai tangan mungilnya. Namun anak perlu diberitahu pula, gunting tidak boleh dimainkan sembarangan tanpa ijin dari Ibu. Ibu juga perlu memberi contoh bagaimana cara menggunakan gunting yang baik dan ajak anak segera menyimpannya setelah selesai digunakan.

Saya percaya, dengan mengijinkan anak melakukan tugas yang biasanya dilakukan orang tuanya, akan menambah rasa percaya dirinya. Anak akan merasa dibutuhkan dan berguna untuk lingkungannya. Lagi pula, selain memiliki banyak manfaat, kegiatan ini mudah, murah, dan bisa dilakukan di rumah tanpa persiapan panjang. Hal ini sesuai dengan komitmen Ganara Art dan Hp untuk mendukung kreativitas anak.

“Kami memiliki kampanye. Homework Hacks, yang isinya berupa tips pintar bagi orang tua untuk membantu anak menjadi anak yang berprestasi. Salah satunya dengan membangun kreativitas anak,” ujar Rozana Ridwan, Commercial Marketing Hp. Untuk mendukung hal tersebut, Hp menyediakan berbagai tip dan inspirasi DIY yang bisa Ibu sesuaikan dengan minat dan usia anak. Jika Anda butuh ide-ide baru dalam membuat permainan anak, silakan berseluncur di www.hpshopping.id/homeworkhacks.

Keep The Spirit! Tetap berkreasi ya, Ibu!

3 (2)

2

4

Foto 1, 2, . Ayah dan Ibu ikut berpartisipasi mendukung kreativitas anak.

5

Foto 3 .Setelah kartu lebaran pop-up, anak-anak melanjutkan menggambar bebas di atas art bag.

7

Foto 4. “Hore, kartu lebaran dan art bag-ku sudah jadi!”

VIDEO KELAS GANARA ART STUDIO EARLY ART SENSORY CLASS

Leave A Reply

Navigate