ROADTRIP PERTAMA

Dear Ibu,

Berkenalan dengan #haloibu menggerakkan saya untuk berbagi pengalaman mengenai melakukan perjalanan jauh dengan anak usia dini di bawah 24 bulan. Siapa Ibu yang akan berencana melakukan perjalanan dengan jauh dengan anak? Apakah ada ketakutan tersendiri yang Ibu rasakan? Hhhmmmm… pemikiran itu merupakan pemikiran wajar yang ternyata saya alami juga loh!

Dulu sebelum memiliki anak, saya aktif bekerja sebagai pramugari di salah satu perusahaan penerbangan di Singapura. Keingintahuan melihat dunia luar dan mimpi saya untuk berkelana seperti terwujud dengan sangat mudah. Dalam pekerjaan yang menuntut kesehatan fisik, kemampuan komunikasi yang efektif, dan pengetahuan mengenai keselamatan penumpang selalu dilatih tiap tahunnya. Hal ini yang menguatkan kepercayaan diri saya bahwa suatu hari nanti saat saya menjadi seorang Ibu, akan memudahkan saya melakukan perjalanan jauh berbekal pengalaman ini.

Saat saya kembali ke Jakarta dan memutuskan membina keluarga di sini, terkumpulah niat untuk melakukan perjalanan jauh setelah anak saya beranjak 1 tahun. Kenapa? Karena saat itu, anak sudah mulai bisa berjalan stabil, masih dapat mendengarkan instruksi, dan sudah lebih bebas ketentuan makannya. Namun pada kenyataannya ada satu ketakutan saya, karena tantangan perjalanan jauh yang saya lakukan adalah menggunakan mobil! Mungkin banyak sekali orang lain yang sudah melakukannya, tetapi bagi saya sebagai orang yang berpengalaman menangani anak yang traveling dengan menggunakan pesawat, berpergian naik mobil jarak jauh merupakan tantangan tersendiri untuk saya.

Berbekal bantal empuk dan selimut tebal sebagai alas, perjalanan jauh akhirnya telah saya lalui dengan anak saya dan suami. Perjalanan kami pasca lebaran dilalui melalui Semarang-Solo-Malang-Jakarta. Apalagi saat itu timingnya pasca lebaran maka macet dan banyak truk di jalan menjadi hal yang pasti ditemui.

Alhamdulillah, perjalanan kami lancar dan menyenangkan! Banyak hal yang saya pelajari dengan perjalanan jauh dengan mobil, yakni lebih mendengar kebutuhan anak. Jika anak sudah mulai lelah di jalan, carilah perhentian yang menyenangkan. Ibu dapat mengajak anak untuk berlari-lari atau berjalan-jalan supaya melancarkan peredaran darah mereka. Selain itu, sebelum perjalanan dapat mempersiapkan saku mainan seperti bacaan favorit, mainan favorit anak, atau bahkan CD favorit yang dapat membuat anak bersemangat dalam perjalanan.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah menyempatkan bercerita kepada anak seminggu sebelum perjalanan supaya anak merasa excited! “Nak, kita akan melakukan perjalanan naik mobil ya. Kali ini perjalanan naik mobilnya akan lama sekali.. Tapi jangan kahwatir, di jalan akan banyak sekali mobil lain, truk, bahkan kereta api” Terus dilakukan setiap hari sebelum tidur. Ini juga sangat membantu antusias anak selama perjalanan. Oh satu lagi yang menurut saya efektif sekali dalam perjalanan jauh, yakni membawa tempat makan kosong J Karena di saat anak belum mau makan saat perhentian, Ibu bisa memesan makanan untuk diletakkan di tempat makan tersebut. Feels like home even though we were in the car. Bagi para Bapak yang anti makan di mobil, sepertinya harus diluluhkan sedikit aturannya demi kesehatan anak dalam perjalanan.

Perjalanan jauh pertama yang sangat menyenangkan akhirnya membuat saya ketagihan untuk melakukan perjalanan jauh terus bersama keluarga. Setidaknya dalam kurun waktu 3 bulan sekali, akan ada perjalanan jauh menggunakan mobil. Bersyukur dapat melakukannya karena aktivitas ini sangat mengikat hubungan saya dengan suami dan juga dengan anak saya. Tidak sabar rasanya kalau bisa berpergian dengan mobil ke Pulau Sumatra atau bahkan ke Pulau Bali dengan mobil. Semoga banyak Ibu di luar sana yang bisa menepis ketakutannya dalam berpergian jauh dengan mobil. Selamat berjalan-jalan!!IMG-20160614-WA0007 (1)

PS: Video Perjalanan Darat Jakarta-Bali Dengan anak 2 tahun

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Navigate