PO SI PANDA PULANG KAMPUNG

Shifu: mastering chi requires,of self. Oogway sat alone in a cave, for thirty years, asking one question, Who am I?who am I? I’m lucky to have 5 minutes before you intterupt…

Po: Aw, now so I have to sit alone In a cave for thirty years?

Tadi malam Saya dan Mahija menonton film Kungfu Panda 3.  Film ini kami tunggu-tunggu Karena M sudah melihat iklannya dimana-dimana. Ia selalu berteriak “itu, Baby bear!“, bila melihat Po si Panda. Good job Marketing, my child is sold.  Hehe.

Saya masih ingat menonton film Kungfu Panda 1  pada saat saya masih single dan available. Kungfu Panda 2 pun saya belum memiliki anak. Jadi lucu sekali menonton yang ke 3, eh sama Mahija. I like a movie that have sequels, they kinda follow my life.

Ngomongin sekuel, saya suka nervous mikirinnya. Kalau yang pertama bagus, yang kedua harus lebih bagus, atau paling tidak sama bagusnya. Kungfu Panda 1 sukses menbuat warga dunia jatuh hati dengan Po yang suaranya di isi oleh Jack Black. Seekor Panda besar anak tukang mie yang akhirnya harus menyelamatkan China. Lelucon-lelucon dan cetohan yang bikin senyum-senyum bahkan ketawa penonton. Saya paling suka jurus-jurus Po yang memanggunakan gumaman “Skadossh” saat melumpuhkan musuh.

Saat Kung Fu Panda 2 rilis, wah, saya terlonjak melihat trailer yang keren, dengan lawannya seekor burung cendrawasih . Po yang selalu tak percaya diri pada awal film, serta teman-temannya the furious give yang juga tak yakin dengan Po, akan melalui rangkaian kejadian sampai akhirnya Ia percaya diri. Bagian paling penting di Kung Fu Panda 2, adalah bagaimana Po akhirnya punya clue akan keluarganya.

Masih dengan treatment yang sama, Po kali ini harus masuk ke fase mengajar. Ia harus menjadi guru untuk menyempurnakan dirinya dan mempelajari Chi.  Di saat ketidakyakinan akan dirinya, ayah biologis Po datang dan menemui Po. Ia memberi tahu bahwa banyak Panda yang dapat mengajarkan Chi. Saat yang bersamaan musuh dari masa lalu, Kai datang untuk mengambil Chi semua pendekar. Po akan tahu kenapa Ia adalah pendekar naga.

Bisa dibayangkan desa Panda Seperti apa? Saya dan M tertawa lepas menyaksikan mereka. Jokes di film ini tidak berlebihan, masih dengan kadar yang sama seperti 2 film sebelumnya. Bila  sudah menonton Deadpool, ah jokes yang terlalu banyak juga menjadikan filmnya tidak lucu lagi. Sedangkan Kung FU Panda punya treatment yang pas. Tokoh lain juga punya peran dalam memberikan humor.

Gambar, sudah tak perlu diragukan lagi. Kita dimanjakan dengan China masa lampau dengan sentuhan musik yang tak meleset. Animation is about the colour and shapes that makes the movie rich, and Dreamworks always nailed it.

Apa anak akan anteng? Mahija sudah terbiasa menonton di Bioskop, dan M anteng nonton dari awal sampai akhir. Sesudah menonton juga Ia masih membicarakan si Panda. Yahnasib, belulah kami gelas Kung Fu Panda di snack corner XXI, again, good marketing guys. hehe

Bila dibandingkan dengan Zootopia di Kota modern, Kung Fu Panda 3 memiliki humor lebih banyak. Dari segi gambar Zootopia lebih kaya. Tapi Po, dan furious five sudah punya fan base, kita sudah mengenal mereka dengan baik. Angelina Jolie masih menjadi pengisi suara Tigrrees, Dustin Hoffman pengisi master shifu, dan Jackie Chan pengisi Monkey. Lalu katanya anak Angelina Jolie juga ikut mengisi suara, tapi saya tidak tahu persis yang mana.

 Kung Fu Panda 3, perlu ditonton untuk menyempurnakan cerita 1 dan 2. Saya terhibur, anak juga.

Jadi nonton Zootopia atau Kung Fu Panda 3?  Keduanya boleh. Hehe…Yang satu pahlawan kelinci perempuan, yang satu pahlawan Panda besar,  2 underdog menjadi superstar. Moral baik untuk anak. Sehabis menonton, M langsung berteriak ke bapaknya, “Daddy, mirip Panda, besaaarrrrrr”.

kung-fu-panda-3-01-920

Po: Teaching? There’s no way I’m ever be like you!

Shifu: I’m not trying to turn you into me; I’m trying to turn you into you.

Leave A Reply

Navigate