Contoh Birth Plan

Walaupun kami ingin melahirkan di rumah dengan damai. Kami tetap berusaha membuat perencanaan melahirkan yang tepat. Saya membuat 2 birth plan. Satu untuk di rumah, dan satu lagi perencanaan melahirkan secara sesar di rumah sakit. Kami ingin berjaga. Birth plan tidak melulu ketat, tapi fleksibel dengan keadaan. Yang paling penting, Ia harus dikomunikasikan dengan dokter, bidan, dan pendamping persalinan Anda, mungkin suami atau orangtua Anda. The best part of our birth is, My husband never leave my sight, his enggage. Thats why its our birth, Ashtra,Ray and Mahija.

Alhamdulilah, kepada sang widi, praise to lord, Mahija and us been communicating so well,  she always answers our question regarding how she wants to arrive in this world. We knew how she want it, and thats how she did it. Homebirth on our bed. For mothers to be, For my pregnant friendS, this one for you.

 

SAAT DALAM PERSALINAN (KALA 1)

1. Tetap aktif (mobile) selama persalinan, Persalinan dilakukan di rumah.

2. Tidak mencukur rambut pubis.

3. Tidak dilakukan pemasangan infus secara rutin.

4. Tidak dilakukan enema, klisma, atau huknah yaitu memasukan cairan sabun atau gliserin untuk mengosongkan usus besar untuk merangsang kontraksi.

5. Buang air kecil sendiri dan usahakan sering buang air kecil

6. Hanya suami yang selalu hadir mendampingi

7. Pengaturan ruang bersalin dengan cahaya yang rendah /tidak terlalu terang.

8. Makan dan minum selama persalinan

9. Hanya pemantauan janin interminten (bukan menetap) .

10. Membiarkan ketuban pecah secara spontan ( Tidak dilakukan pemecahan).

11. Menggunakan berbagai posisi selama persalinan.

12. Menggunakan aroma terapi selama persalinan.

13. Memainkan musik suara alam.

14. Dilakukan pijatan selama proses persalinan oleh suami, dan doula .

15. Menggunakan birthing ball di ruang persalinan .

16. Tidak dilakukan induksi *Jika perlu induksi alami: makan durian, buah nanas atau endorphine massage .

17. Tidak dilakukan VTsesering mungkin. Jika dilakukan, tolong tanyakan kepada saya.

18. Jika ketuban pecah dan belum kotor saya tidak Ingin dilakukan induksi kedokteran .

KALA 2

1. Tidak dilakukan episotomi = gunting V area .

2. Dilakukan personel massage atau kompres hangat pada perineum .

3. Penundaan pemotongan tali pusat hingga puput sendiri (Lotus Birth) .

4. IMD secara penuh segera setelah bayi lahir .

5. Berada dalam posisi yang paling nyaman bagi saya untuk mengejan. Saya tidak mau ada instruksi mengejan, biarkan saya mempercayai tubuh saya.

6. Tidak berada dalam posisi berbaring saat bersalin dan mengejan, kecuali itu yang saya inginkan.

7. Dilakukan pendampingan Hypnobirthing selama persalinan.

8. Saat persalinan apabila ada indikasi Sc, pasangan diperbolehkan masuk ke dalam ruang operasi.

9. Suami saya yang memegang bayi di ruang persalinan ketika pertama kali keluar dari mulut rahim/ menangkapnya. Bayi tidak perlu dibersihkan .

10. Ketika bayi lahir, suami bernyanyi mantra-mantra indah mengucapkan selamat datang pada bayi .

11. Suami mengazani bayi .

12. IMD segera setelah bayi lahir .

13. Penundaan pemotongan tali pusat .

Setelah melahirkan

1. Pijat bayi .

2. Saya tidak mau berbeda ruangan dengan bayi kapan pun semenjak bayi lahir/ room- in .

3. Saya ingin tetap menyusui segera setelah lahir .

PLAN B C-SECTION

SELAMA PERSALINAN

1. Tolong dipastikan semua pengobatan aman untuk menyusui.

2. Saya tidak ingin bius total.

3. .Tolong jelaskan ke saya saat tindakan operasi dilakukan

4. Saya ingin suami saya berada di ruang operasi

5. tidak ada pemberian obat tidur kepada saya. saya ingin memeluk dan memberikan IMD segera mungkin.

6. Selimut hangat selama operasi jika memungkinkan

BAYI

1. Tolong arahkan monitor ke saya, agar saya dapat melihat bayi saya lahir.

2. Tolong lakukan operasi senyuman mungkin, tidak menarik bayi secara kasar dari rahim.

3. Penundaan pemotongan tali pusat / tali pusar. Biarkan plasenta tetap menyatu.

4. IMD segera setelah bayi lahir. Bayi tidak langsung dimandikan,dibersihkan maupun ditimbang.

5. Tidak dipisahkan ruangan antara bayi, saya maupun ayah.

6. Penimbangan bayi didampingi ayah.

PENYEMBUHAN

1. Setelah kembali kekamar kami ingin mempunyai waktu sendiri antara saya, suami dan anak kami

2. Bayi tidak pernah dipisahkan dari saya, jika harus diperiksa semua dilakukan satu ruangan dengan ibu dan ayah.

3. Jika ada yang menjenguk jangan dibiarkan masuk, tolong tanyakan dulu kepada suami saya.

4. Pemandian bayi tidak lakukan segera setelah operasi, tapi setelah IMD berhasil dilakukan. Pemandian dilakukan bersama dengan ibu.

5. Saya bersedia bangun dan berdiri sesegera mungkin.

6. Saya ingin keteter langsung dicopot segera pada keesokan harinya

7. Saya mau menyusui kapanpun bayi inginkan.

Leave A Reply

Navigate