Berkelana Dengan “The Alchemist”

Buku buat saya rasanya seperti traveling, my soul are feed with equanimity, pleasure, adventure . By reading great book I fill the emptyness in me. 

Ada beberapa buku yang menjungkir balikan pikiran saya, menggoyah kepercayaan diri. Itu yang saya rasakan begitu membaca The Alchemist dari Paul Coelho.  Saya  tersindir , tertawa, dan bahagia. The Alchemist adalah buku Paul Coelho pertama yang saya baca. I was single, in College, working at a Radio at that time in Bandung.

Saya penyuka petualangan. Di dalam buku ini seorang penggembala meninggalkan kampung halamannya yang hijau ke Padang pasir. Ia menjual semua dombanya dan pergi ke tempat paling jauh dari rumahnya berkat ramalan seorang gypsy akan sebuah peta harta karun. Sampai di tujuannya, pencopet merusak takdir pemuda itu. Semua uangnya di ambil.

Pemuda itu akhirnya perlu bekerja keras dan bekerja . Ia bertemu seorang yang bijaksana yang akan merubah cara Ia memandang hidupnya. Tak disadari, Ia akhirnya belajar mengenal dirinya dan tanda-tanda alam yang mengelilinginya dengan petualangan-petualangan dan tantangan yang Ia dapat.

Buat saya, buku ini menjadi pengingat di saat-saat terberat sesungguhnya adalah saat paling berharga untuk belajar hidup dan mempercayai diri sendiri. Lalu, pemuda tadi di ajaran apa yang Ia pikirkan pasti akan terjadi apapun itu mau buruk atau baik, the power Of mind. Lalu, saya juga diyakinkan bahwa tanda-tanda alam akan apa yang akan terjadi selalu ada. Kita hanya perlu lebih sensitif terhadap diri kita sendiri dan sekeliling kita. Sang Pemuda akhirnya mendapatkan harta karun yang berharga dari petualangannya, dan itu bukan emas. Saya setuju dengan Paul Coelho untuk menemukan diri kita sendiri, kita perlu sedikit berpetualang, hilang, dan kembali menemukan diri kita lagi.

 Saya selalu kembali ke buku ini bila saya butuh booster untuk kepercayaan diri saya.

Leave A Reply

Navigate