36-37 Weeks Pregnant : Receiving and Surrender
INSPIRASI IBU “Speak Up” Vol. 1
#Charitees

Berdamai dengan trauma masa lalu

Setahun belakangan, saya mencoba beberapa terapi self-healing di berbagai tempat di Jakarta. Salah satu metode yang paling saya sukai, tanpa bermaksud promosi, adalah Tapas Acupressure Technique atau disingkat TAT.

Metode ini diciptakan oleh seorang terapis self-healing bernama Tapas Fleming di Amerika pada tahun 1993. Konsepnya adalah terapi mandiri untuk menemukan, mengakui dan menyelesaikan masalah batin kita, lewat serangkaian proses perenungan internal, sambil menyentuh beberapa titik akupresur penting di tubuh kita.

Beberapa minggu yang lalu, saya berkesempatan mengikuti kelas TAT Bersama Mas Reza Gunawan, yeng merupakan salah satu dari tiga fasilitator TAT tersertifikasi di Indonesia. Sejak itu, saya berusaha mempraktekan TAT tiap hari untuk berbagai ketidak nyamanan psikis yang saya rasakan.

Salah satu konsep penting dalam TAT adalah bahwa tiap masalah yang kita alami dan cara kita menghadapinya, terhubung erat dengan trauma yang kita alami di masa lalu. Trauma disini tak harus selalu berupa hal- hal berat seperti kematian orang terdekat, sexual harassment atau bahkan physical abuse. Hal- hal kecil tapi menyakitkan, dan masih teringat hingga kini, seperti dibandingkan dengan saudara, diabaikan teman- teman sebaya atau tidak diterima di sekolah idaman, bisa juga dikategorikan sebagai trauma.

Kita sebenarnya punya banyak trauma masa lalu. Tapi, tak semuanya terselesaikan dengan baik. Sebagian besar justru mengendap di alam bawah sadar dan menjadi bagian dari karakter kita. Sekarang, coba renungkan sebentar;

  1. Apakah Ibu sering kelepasan membentak anak? Apakah dulu Ibu juga sering menerima bentakan dan perilaku kasar lainnya?
  2. Ibu sering tanpa sadar merasa terusik atau “tertantang” tiap kali ada perempuan lain yang mengabarkan prestasi atau kabar bahagia di social media? Apakah dulu sering dibandingkan dengan anak tetangga?
  3. Ibu merasa restless? Tidak pernah puas? Overly perfectionist? Apakah dulu terlalu ditekan untuk selalu menjadi yang terbaik di sekolah atau arena lainnya?

Menurut teori TAT, core problems kita selalu bermuara pada dua hal; orang tua sebagai figur manusia dewasa yang pertama yang kita kenal, dan seksualitas.

Berdamai dengan trauma- trauma masa lalu akan membantu kita menghadapi masalah- masalah yang kini tengah kita hadapi dan yang akan datang. Life is like an ocean; it will offer us endless storms and big waves to conquer, our only option is to become a much better sailor.

Navigate